View Full Version
Selasa, 15 Aug 2017

Nafkah Tuntas, Dakwah Sukses

Sahabat VOA-Islam...

Semakin bertambah usia seseorang, akan bertambah pula masalah yang akan dihadapi. Tak mungkin dipungkiri, kehidupan manusia satu sama lain akan sama. Sangat jelas, kehidupan antara A dan B berbeda jauh. Ada insan yang terlahir dengan  latar belakang yang bahagia, begitupun sebaliknya. Saat-saat inilah yang sangat menentukan prinsip hidupnya. Bagaimana cara untuk menyikapi persoalan hidupnya.

Belajar dari pengalaman seseorang yang sangat menginspirasi. Semangat hidup yang tak luntur dari dirinya. Tak pernah terlintas di pikirannya untuk menyerah menjalani kehidupan. Selalu saja menanamkan keyakinan, bahwa saat dirinya menebarkan dakwah akan mengalir rezeki. Walaupun dirinya tahu, akan banyak rintangan yang menghadang.

Namun selalu meyakinkan diri, ketika ia berusaha semaksimal mungkin mencari rezeki dan mengutamakan dakwah. Maka akan selalu ada kemudahan baginya.

Tak terbayang cita-cita setinggi langit dalam benaknya, yang terpenting bisa menjalani hidup. Bertahan dan berusaha bangkit dari keterpurukan. Sabar selalu diyakininya, tak pernah ditampakkan kesulitan yang dialami. Baginya hidup bukan untuk diratapi, melainkan dipecahkan solusinya. Di saat usianya yang sangat muda dan seharusnya menikmati masa bermain. Tapi ia korbankan untuk bisa survive.

Niat dan ketulusan hatinya membuatnya nyaman untuk tetap semangat berjuang. Semua rasa lelah dan kesulitan tidak ia tampakkan, baginya cukup ia dan Tuhan yang tahu. Ia ingin menjadi senja bagi orang lain. Yang ketika ia mengalami kesulitan karena tak rela meninggalkan sore dan berganti malam. Namun ia masih bertahan dan mampu membuat orang lain terpesona dan bahagia. Pengorbanan untuk membuat orang lain tersenyum tanpa tahu sulitnya berjuang.

Tak hanya materi yang ia kejar untuk mempertahankan hidup, tapi dakwah pun diutamakan. Jarang sekali orang yang dapat seperti dirinya, berjuang mempertahankan jiwa seorang mukmin. Padahal jika ia mau, bisa saja ia menikmati kehidupan duniawinya. Bagi dirinya, tak bernilai materi tanpa ada ukhrawi yang mengiringi. Dari dirinya pun dapat menginspirasi banyak orang. Bahwasanya hidup hanya sementara.

Banyak hal yang harus dipersiapkan, tak hanya kehidupan duniawi. Melainkan menyeimbangkan antara duniawi dan ukhrawi. Saat nafkahmu tuntas, maka dakwah pun akan sukses. Dengan diiringi niat yang tulus dan keinginan kuat.

Meminta ridho-Nyalah yang terpenting. Agar hidup di dunia ini akan menjadi indah dan berwarna sepeti pelangi. Terus semangat. Laa tahzan innallaha ma’ana. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Aulia Oktaviani


latestnews

View Full Version