View Full Version
Jum'at, 02 Feb 2018

Hampir Dipenjara di Saudi Gara-gara Sembarangan Mengambil Foto

Setiap negara memiliki aturan yang berbeda. Di Indonesia, orang boleh memfoto apapun dan dimanapun, tidak ada larangan. Tetapi di Arab Saudi, anda tidak bisa sembarangan mengambil gambar, terutama di kantor pemerintah. Jika nekad, penjara bakal menanti anda.

Kamis (1/2/2018) siang, saya berangkat ke kantor Al lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts Al 'ilmiyyah wal Ifta, di kota Riyadh. Saya diajak teman untuk berkunjung ke kantor ulama besar Arab Saudi ini, untuk mengambil beberapa kitab yang dibagikan gratis kepada para penuntut ilmu.

Tiba di depan kantor pukul 11.15 waktu Arab Saudi. Saya melangkahkan kaki, memasuki gedung dengan semangat. Melihat bangunan dan suasana yang menarik, saya mengeluarkan handphone dari kantong celana.

"Cekrek," saya ambil gambar pas depan kantor MUI-nya Saudi, dengan bendera besar kalimat tauhid berwarna hijau. Cakep sekali.

"Hei.. Anta ta'al," kata seorang polisi yang berjaga di pos depan kantor, memanggil saya dengan suara keras.

Saya masuk ke pos. Disana ada tiga polisi, wajahnya sangar semua. "kenapa kamu mengambil gambar disini?. Mengambil gambar di kantor pemerintah adalah tindakan terlarang," kata salah satu dari mereka.

Handphone saya diambil, dan di dalam pos di interogasi lama. Teman yang sudah lama tinggal di Saudi coba membantu menjelaskan kepada mereka, bahwa saya adalah mahasiswa baru di Saudi, jadi tidak tahu ada larangan mengambil gambar di tempat tertentu. Tetapi usahanya sia-sia. Dia disuruh keluar.

Kepada petugas saya katakan, bahwa saya adalah mahasiswa baru di King Saud University. Belum banyak aturan dan larangan disini yang saya ketahui. Penjelasan ini tak digubris mereka. Nama saya dicatat, passpor di minta, nama dan nomornya di catat.

"Kamu dibawa ke kantor polisi, karena telah melakukan pelanggaran. Keputusannya disana, nanti dikenakan hukuman apa," kata polisi.

Kepada mereka, kembali menegaskan bahwa saya tidak tahu ada aturan ini, dan meminta maaf agar tidak dibawa ke kantor polisi. Dalam hati sudah membayangkan, saya akan dipenjara, dideportasi, atau minimal didenda sekian ribu riyal.

Saat saya akan dibawa, ada salah satu mereka yang bertanya , "Kamu dari Indonesia ya?, apakah hafal Al-Quran, hafal hadits?."

"Ya. Saya disini belajar Islam dan bahasa Arab. Saya hafal sebagian juz Al-Quran dan juga hadits. Alhamdulillah," jawab saya, yang kemudian wajah mereka berubah. Awalnya sangar, akhirnya tersenyum.

"Apakah kamu sudah menikah?," tanya dia dengan nada agak pelan. "Ya, Alhamdulillah saya sudah menikah dan punya anak. Sebentar lagi istri saya melahirkan," jawabku.

Mendapati jawaban ini, suara mereka pelan, sambil mengulang penjelasan bahwa langkah yang telah saya lakukan adalah salah dan melanggar aturan di Saudi.

"Kamu salah. Kamu melanggar aturan disini. Jangan sampai diulangi lagi. Kalau terulang, akan dibawa ke kantor polisi," kata dia.

Kemudian komandan polisi memberikan maaf kepada saya. "Silahkan pergi, kamu tidak dibawa ke kantor polisi. Jangan diulangi lagi ya," kata dia, yang kemudian saya iyakan. 20 menit yang sangat mendebarkan.

Larangan Memfoto di Arab Saudi

Di Arab Saudi, larangan mengambil gambar bukan hanya pada gedung atau simbol pemerintahan, tetapi ada beberapa hal lainnya, seperti memfoto perempuan.

"Disini hati-hati. Ketahuan memfoto perempuan bisa bermasalah besar, "kata Affan Basyaib, salah satu mahasiswa Indonesia di King Saud University.

Selain itu, memfoto polisi dan tentara pun termasuk hal yang dilarang. "Tidak boleh sama sekali memfoto polisi atau tentara," kata Affan, yang dia sendiri tidak tahu apa alasan pelarangan tersebut.

Arek Suroboyo ini juga mengingatkan agar waspada terhadap orang-orang di lingkungan sekitar, terutama jika melihat anak kecil yang lucu, jangan dipegang, tapi cukup dilihat saja. "Itu juga berbahaya, ada yang pegang anak kecil karena lucu, tetapi orangtuanya tidak terima dan langsung lapor polisi," terang Affan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pemerintah Arab Saudi juga memberikan himbauan kepada jamaah haji dan umrah agar tidak melakukan foto di lingkungan masjidil haram dan masjid nabawi. Oleh jamaah umrah asal Indonesia, himbauan ini kurang dipatuhi, sehingga masih banyak didapati jamaah yang selfi di depan masjid atau bahkan di depan Ka'bah.

Bukan hanya di Mekkah dan Madinah, tapi di seluruh wilayah Arab Saudi, memfoto adalah hal yang tidak boleh dilakukan sembarangan. (Budi Marta)

Share this post..

latestnews

View Full Version