View Full Version
Sabtu, 17 Mar 2018

Kartika Putri Didiskriminasi, Ajaran Islam Makin Dicintai

Oleh: Heni Yuliana S.Pd

Siapa tak kenal Kartika Puteri, aktris cantik yang sudah berhijrah dan memutuskan untuk berhijab. Heboh tentang larangan bercadar di negeri ini, Kartika Putri pun mengalami diskriminasi. Kartika, sapaan akrabnya mengalami perlakuan tidak menyenangkan itu ketika berada di bandara.

Melalui akun media sosial miliknya Kartika memaparkan "intimidasi" yang dialaminya. Pada saat itu Kartika menggunakan niqob/cadar.

Di bandara tersebut Kartika merasa dipersulit dengan aturan bandara yang seolah menyiratkan perempuan bercadar itu berbahaya. Mulai dari pemeriksaan koper berlebihan, sampi pemeriksaan badan oleh petugas perempuan padahal ia sudah lolos security check. Ini tidak terjadi ketika Kartika tak menggunakan cadar.

Ini mengingatkan kita pada kasus yang belum lama terjadi. Pelarangan cadar di salah satu perguruan tinggi di negeri ini. Sang rektor menyatakan cadar mengindikasi tumbuhnya benih radikalisme.

Standar Ganda Demokrasi

Cadar yang merupakan ajaran islam dipersekusi habis-habisan. Tapi hot pants dan U can see dibiarkan. Padahal kalau kita boleh ambil sudut pandang HAM, keduanya merupakan Hak Asasi. Harusnya jika bertelanjang boleh, bercadar juga tak jadi masalah.

Inilah standar ganda yang selalu digunakan untuk menilai ajaran Islam. Padahal negeri ini menganut paham Demokrasi yang konon katanya sangat menjunjung tinggi perbedaan. Tapi perbedaan yang dijunjung tinggi ini bukan untuk Islam.

Inilah dampak ketakutan kaum kufar atas kembalinya ghiroh umat atas ajarannya. Sekecil apapun kesadaran terhadap syariat, mereka berusaha memberangus sedari awal.

Islam akan menang

Ghiroh Islam yang semakin bangkit tak bisa lagi dibendung. Tudingan radikalisme yang jadi senjata ampuh untuk mematikan semangat kebangkitan tersebut bisa jadi akan terus digunakan musuh. Tapi apalah daya, persekusi dan tuduhan yang dilontarkan musuh Islam tak ada artinya.

Di satu sisi, mereka berusaha memperlambat laju kebangkitan umat. Di sisi lain, umat akan semakin cinta dengan Islam dan ajarannya. Terbukti dengan makin banyak muslimah yang sadar akan kewajiban berhijab termasuk dalam perkara cadar. Perseteruan ini akan terus berlangsung hingga akhir zaman. 

Pada akhirnya, pertarungan antara Haq dan Bathil akan dimenangkan oleh yang Haq (Islam). Hingga satu ketika nanti, umat sendiri yang akan meminta agar aturan Islamlah yang diterapkan di negeri ini. Aturan Islam yang secara menyeluruh diterapkan dalam naungan negara bernama Daulah Khilafah. Insya Allah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version