View Full Version
Senin, 30 Oct 2017

Dzikir-dzikir Pemberat Timbangan Amal di Akhirat

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Seorang muslim wajib menyiapkan bekal-bekal untuk hari kiamat. Di antaranya menyiapkan amal-amal yang memberatkan timbangannya di akhirat.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman tentang timbangan amal ini,

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَاوَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47)

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 8-9)

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ. فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ. وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ. فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ. نَارٌ حَامِيَةٌ

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?” (QS. Al-Qari’ah: 6-11)

Setiap amal yang dikerjakan seorang muslim dengan berharap kepada Allah akan memberatkan timbangan kebaikannya sehingga ia akan beruntung dengan karunia Allah. Di antara amal-amal tersebut adalah dzikrullah.

Sejumlah dzikir yang diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam akan memberatkan timbangan amal seorang muslim di hari kiamat kelak. Karenanya kita wajib mengetahuinya, mempelajari dan mengajarkannya kepada kaum muslimin.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

"Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan dicintai oleh Al-Rahman (Allah): Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim." (HR. Muttafaq 'Alaih)

Dari Ummul Mukminin Juwairiyah binti al-Khuwairits Radhiyallahu 'Anha, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah keluar dari rumahnya di pagi buta untuk shalat shubuh, sementara Juwairiyah sudah berada di tempat shalatnya. Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kembali ke rumah salah satu istrinya ini setelah masuk Dhuha, sementara ia masih duduk di tempat shalatnya. Kemudian beliau bersabda,

لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

"Sungguh aku membaca empat kalimat tiga kali seandainya ditimbang dengan apa yang kamu baca seharian niscaya menyamainya; yakni Subhanallah Wabihamdih 'Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata 'Arsyih, Wamidada Kalimatih. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan jiwa-Nya, seberat timbangan 'Arasy-Nya, dan sebanyak jumlah kalimat-kalimat-Nya)." (HR. Muslim)

Dari Abu Malik al-Asy’ari Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

الحمدُ للهِ تملأ الميزانَ ، و سبحان اللهِ و الحمدُ للهِ تملآنِ أو تملأ ما بين السماءِ و الأرضِ

Dan Al-Hamdulillah memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah memenuhi ruang antara langit dan bumi.” (HR. Muslim)

Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang bersabda,

خَصْلَتَانِ أَوْ خَلَّتَانِ لَا يُحَافِظُ عَلَيْهِمَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ: يُسَبِّحُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا، وَيَحْمَدُ عَشْرًا وَيُكَبِّرُ عَشْرًا؛ فَذَلِكَ خَمْسُونَ، وَمِائَةٌ بِاللِّسَانِ وَأَلْفٌ وَخَمْسُ مِائَةٍ فِي الْمِيزَانِ، وَيُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ وَيَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَيُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ؛ فَذَلِكَ مِائَةٌ بِاللِّسَانِ وَأَلْفٌ فِي الْمِيزَانِ

Ada dua sifat atau kebiasaan yang tidaklah seorang muslim memelihara keduanya melainkan ia akan masuk ke dalam Surga. Dua kebiasaan tersebut mudah dilakukan sedangkan yang mengamalkan keduanya adalah sedikit. Yaitu bertasbih sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali dan bertakbir sepuluh kali di setiap selesai shalat wajib. Semuanya berjumlah seratus lima puluh ucapan di lisan dan seribu lima ratus dalam timbangan amal. (kedua) Bertakbir tiga puluh empat kali, bertahmid tiga puluh tiga kali dan bertasbih tiga puluh tiga kali apabila hendak tidur. Maka yang demikian itu berjumlah seratus ucapan di lisan dan seribu dalam timbangan amal.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Tirmidzi, al-Nasai, dan Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih di Shahih al-Targhib wa al-Tarhib)

Oleh karenanya, mari kita manfaatkan waktu kita dengan memperbayak dzikrullah. Senantiasa kita basahi lisan kita dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih dan penyayang. Khususnya beberapa kalimat dzikir tasbih dan tahmid di atas.

[Baca: Keutamaan Zikir Tasbih dan Tahmid]

Ajarkan dzikir-dzikir ini kepada pasangan dan anak-anak kita. Jangan pernah bosan dan merasa penat menyampaikan pesan agung ini kepada saudara-saudara seiman. Sesungguhnya orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain akan senantiasa mendapat ampunan dari Allah, dan doa kebaikan dari para malaikat, hewan-hewan –dari semut yang di sarangnya sampai ikan di lautan-.

Sesungguhnya orang yang menunjukkan kepada kebaikan akan mendapat pahala seperti pahala setiap orang yang mengerjakannya. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Share this post..

latestnews

View Full Version