

![]() |
|
Ramallah – Infopalestina: Yayasan Mandela mengatakan bahwa tahanan wanita Palestina Samha Abdul Qadir Hijaz (37) dari desa pinggiran Ramallah, kondisinya sangat memprihatinkan setelah ditangkap dan ditahan otoritas penjajah Zionis Israel saat mengunjungi saudaranya, Yaser Hijaz, yang ditahan Israel di penjara Askelon. Menurut pengacara Buthayna Duqmaq, ketua Yayasan Mandela, Samha Hijaz adalah seorang ibu dari enam anak. Dia ditangkap pada 8 Februari 2011 lalu setelah tentara penjara Israel menemukan ponsel saat diperiksa. Dia mengatakan bahwa Samha Hijaz menjalani pemeriksaan sangat keras. Dia diletakkan di dalam sel yang sama sekali tidak memenui kelayakan untuk hidup manusia. Kondisinya sangat dingin dengan kelembaban sangat tinggi, jauh dari kebersihan, kamar mandi di dalam sel. Samha Hijaz mengatakan, “Saya tidak bisa tidur atau istirahat, meskipun kecapean, kelelahan dan sakit karena bau busuk dari selimut dan kondisi penahanan yang berat.” Ketua Yayasa Mandela menjelaskan bahwa transit paling sulit dalam penangkapan Samha Hijaz adalah ketika dia dithan bersama para tahanan kriminal Israel. Hari-harinya dia lalui dengan suasana buruk dan ketakutan, sebelum kemudian dia dipindahkan ke penjara Temond. Kepada Duqmaq, Samha Hijaz mengatakan dirinya ditahan selama tiga hari terakhir dalam sel isolasi bersama tahanan krininal Yahudi. Karena begitu cemas dan takutnya, hingga dia tidak melepaskan sepatu dan tidak mandi selama tahanan kriminal Yahudi ada bersamanya selama di penjara Ashkelon. Pihak penjara juga memberi makanan khusus kepada tahanan Yahudi sementara dia tidak diberi menu sesuai kebutuhan sehingga beratnya turun 5 kilogram selama berada di sana. Disebutkan bahwa dua saudara Samha Hijaza ditahan di penjara Israel. Keduanya adalah Yaser Hijaz yang divonis penjara seumur hidup sejak 10 tahun lalu. Yang kedua adalah Hisyam Hijaz yang divonis penjara 10 kali seumur hidup sejak lebih dari 7 tahun lalu. (asw) |