View Full Version
Ahad, 01 Mar 2015

Jabhat Al-Nusrah Rebut Pangkalan Militer 46 dari Pejuang Oposisi Sekuler Harakat Hazm

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Mujahidin Jabhat Al-Nusrah pada hari Sabtu (28/2/2015) mendorong keluar pejuang oposisi Suriah sekuler yang didukung oleh Amerika Serikat dari pangkalan militer di utara strategis dalam pertempuran sengit yang menewaskan puluhan orang, kata para aktivis.

Serangan ini datang setelah pada Rabu lalu Jabhat Al-Nusrah menyatakan perang habis-habisan terhadap kelompok Hazm yang telah melakukan pelanggaran kesepakatan damai dengan terus melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap para anggota dan komandan Al-Nusrah.

Setidaknya 29 pejuang dari gerakan Harakat Hazm yang dipersenjatai oleh Barat tewas bersama enam mujahidin Al-Nusrah, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).

Dikatakan pertempuran sengit pecah pada Jum'at malam di Pangkalan Militer 46, sebelah barat dari kota Aleppo.

"Jabhat Al-Nusrah merebut Pangkalan Militer 46," kata Rami Abdel Rahman, direktur Observatorium yang berbasis di Inggris.

Pangkalan 46 adalah kompleks militer luas yang direbut oleh pejuang oposisi pada bulan November 2012 dari pasukan tentara Suriah.

Serangan itu terjadi sebulan setelah Jabhat Al-Nusrah afiliasi resmi Al-Qaida di Suriah - mengusir Harakat Hazm dari Resimen 111, markas lain yang direbut dari pasukan tentara Suriah.

Harakat Hazm terutama hadir di Suriah utara. Tahun lalu, kelompok itu adalah yang pertama yang menerima rudal anti-tank canggih TOW buatan AS dari pendukung Baratnya.

Ini adalah salah satu dari sejumlah kelompok pejuang oposisi sekuler bahwa yang Amerika Serikat klasifikasikan sebagai "moderat." Mereka secara longgar dicap sebagai Tentara Pembebasan Suriah (FSA). (st/tds)


latestnews

View Full Version