View Full Version
Kamis, 05 Apr 2018

Bapak Spiritual Taliban Kecam Serangan Udara Afghanistan di Sebuah Madrasah di Kunduz

ISLAMABAD, PAKISTAN (voa-islam.com) - Pemimpin Jamiat Ulema-e-Islami Maulana Samiul Haq, yang terkenal sebagai Bapak Spiritual Taliban, telah bereaksi atas serangan udara mematikan di provinsi Kunduz di tengah laporan baik pejuang Taliban maupun warga sipil telah menjadi korban dalam serangan itu.

Dia memiliki istilah serangan udara tersebut sebagai tindakan barbarisme dan mengatakan serangan terhadap para ulama, siswa madrasah dan warga sipil adalah tindakan terorisme belaka.

Maulana Samiul Haq juga mengatakan bahwa serangan itu adalah kelanjutan dari kebijakan Presiden AS Donald Trump ketika ia memperingatkan bahwa insiden semacam itu merupakan ancaman bagi perdamaian internasional.

Ketua Jamiat Ulema-e-Islami juga mengatakan bahwa AS berusaha untuk menyabot perdamaian di negara-negara Muslim dan menciptakan perang saudara seperti situasi di sana.

Pernyataannya datang ketika para pejabat Kementerian Pertahanan mengklaim bahwa serangan udara itu dilakukan di benteng utama kelompok Taliban di distrik Dasht-e-Archi yang juga digunakan sebagai kamp pelatihan oleh kelompok tersebut.

Menurut klaim para pejabat pertahanan, serangan itu dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang akurat dan sebagai hasilnya beberapa pejuang Taliban termasuk delapan belas pemimpin mereka tewas.

Bagaimanapun, laporan-laporan di media sosial yang muncul menunjukan dari lebih 61 korban tewas lebih dari separuhnya adalah remaja dan anak-anak, mengindikasikan bahwa target serangan adalah sekolah agama sebagaimana yang dikatakan oleh saksi.

Menyangkut korban sipil, ejabat militer Afghanistan Jenderal Radmanish mengklaim helikopter tentara menyerang kompleks itu dengan roket tetapi warga sipil menderita luka-luka dari senjata api kecil.

Menurut Jenderal Radmanish, pejuang Taliban awalnya melepaskan tembakan ke helikopter tentara setelah pangkalan mereka diserang dengan roket dan kemudian menembaki warga sipil.

Namun klaim ini juga terbantahkan oleh pihak rumah sakit di mana para korban dibawa untuk mendapat perawatan, mengatakan bahwa korban tewas dan terluka akibat pecahan bom. (st/kp)


latestnews

View Full Version