View Full Version
Rabu, 20 Jun 2018

Pejuang Oposisi Bersumpah Timpakan 'Lahar Gunung Berapi' jika Rezim Assad Serang Dara'a

DARA'A, SURIAH (voa-islam.com) - Pejuang oposisi Suriah di barat daya yang dikuasai oposisi pada Selasa (18/6/2018) memperingatkan bahwa rezim Suriah dan milisi Syi'ah sekutunya yang didukung Iran akan menghadapi "lahar gunung berapi" jika mereka meluncurkan serangan baru.

Pasukan rezim Suriah telah mengerahkan pasukan besar-besaran menjelang serangan yang mungkin terjadi di provinsi Dara'a dan wilayah Quneitra di dekatnya yang berbatasan dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Helikopter Angkatan Darat Suriah pada hari Selasa menjatuhkan selebaran yang menyerukan kepada warga sipil untuk membantu militer membersihkan daerah itu dari pejuang oposisi.

"Semua orang waspada. Kami masih berkomitmen pada perjanjian de-eskalasi tetapi jika rezim melancarkan serangan apa pun terhadap sektor apa pun di selatan, itu akan dihadapi dengna lahar gunung berapi," Nassim Abu Arra, komandan dari salah satu kelompok utama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di Suriah selatan, Pasukan Pemuda Sunah, mengatakan.

Sang komandan mengatakan, bala bantuan rezim yang tiba di barat daya bertujuan untuk menekan para pejuang oposisi agar menerima kesepakatan rekonsiliasi atau menyerahkan posisi-posisi strategis penting seperti perlintasan Nassib dengan Yordania.

"Tetapi kami telah menetapkan pikiran kami. Tidak akan ada penarikan dari prinsip-prinsip revolusi atau penyerahan satu inci dari Suriah selatan," katanya.

Amerika Serikat memperingatkan bulan lalu bahwa mereka akan mengambil "langkah-langkah tegas dan tepat" untuk melindungi gencatan senjata di Suriah selatan jika pasukan rezim bergerak melawan oposisi di sana.

Wilayah ini juga menjadi sumber ketegangan regional antara Iran dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Amerika Serikat, Rusia, dan Yordania sepakat tahun lalu untuk memasukkan Dara'a dalam "zona de-eskalasi" dan membekukan garis konflik di sana.

Namun daerah itu tegang menyusul serangkaian serangan Israel baru-baru ini terhadap pasukan Suriah dan Iran. Iran adalah sekutu dekat Assad, dan penasihatnya ditempatkan dengan pasukan pemerintah.

Assad mengatakan pekan lalu bahwa kontak yang ditujukan untuk mencapai penyelesaian di daerah yang bergejolak itu "sedang berlangsung" antara Rusia, AS, dan Israel, menambahkan bahwa hubungan antara Suriah dan Iran "tidak akan menjadi bagian dari penyelesaian" dan " bukan di bazaar internasional. "

Ada spekulasi bahwa Iran mungkin menarik pasukannya kembali dari dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dalam semacam perjanjian penyelesaian. (st/TNA)


latestnews

View Full Version