View Full Version
Kamis, 27 Mar 2014

Eki Pitung, Cucu Jawara Betawi Pitung Ancam Pidanakan Jokowi

JAKARTA (voa-islam.com) - Gubernur DKI Joko Widodo dianggap telah melanggar etika adat Betawi dan masyarakat Jakarta, lantaran mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden (Capres) di tempat cagar budaya rumah pitung.

Tokoh pemuda Betawi, Eky Pitung menilai Jokowi telah melanggar undang-undang cagar budaya No. 11 tahun 2010, yang berbunyi cagar budaya hanya boleh dimanfaatkan kepentingan agama, budaya, sosial dan pariwisata. Kemudian, di poin B, cagar budaya tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan golongan dan kepentingan pribadi.
 
"Jokowi harus minta maaf, kalau enggak saya lapor ke pengadilan, karena menyalahgunakan jabatannya, ada hukuman 5 tahun. Cagar budaya enggak boleh masuk kepentingan politik," ujar Eky dalam dialog 'akal sehat menagih janji Jokowi', di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (25/3).
 
Dia pun tak habis pikir, mengapa Jokowi tanpa permisi berani mendeklarasikan diri sebagai capres di Rumah Pitung. 
 
"Apa hebatnya Jokowi. Dia pura - pura lugu dan polos. Padahal dirinya tau, bahwa pernyataan politiknya dilakukan di tempat yang salah. Itu Cagar Budaya bukan Hotel. Lebih parah lagi, sampai saat ini belum ada pengabdian yang baik dari Jokowi untuk masyarakat Jakarta," sesalnya.
 
Menurut cucu dari guru Pitung tersebut, masyarakat jangan terpengaruh dengan keluguan Jokowi. Sebab, keluguannya sangat berbahaya dalam permainan politik saat ini. Maka tiada lain, kecuali menolak Jokowi sebagai Calon presiden. Sebab, kepemimpinanya ke depan tidak akan istiqomah. 
 
"Jokowi harus membayar dukungan masyarakat DKI dengan menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur lima tahun, bukan menjadi Capres," tandasnya.
 
 
Jokowi Langgar Aturan: Gelontorkan Rp 24,2 T tanpa ketok palu DPRD
Eki Pitung mengungkapkan bahwa Jokowi menetapkan anggaran lebih dari Rp. 24,2 Triliun untuk mengatasi banjir Jakarta dan sebesar Rp. 24 Milliar untuk menjamu makan para tamu Jokowi dalam penanganan program banjir Jakarta."Jokowi pada tanggal 20 Desember 2013 menandatangani surat keputusan penanganan banjir Jakarta senilai lebih dari Rp. 24,2 Triliun. Sebuah angka yang luar biasa besar untuk penanganan selama banjir dan pengelolaan korban pasca bencana banjir" ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan awak redaksi Voa-islam di pusat perbelanjaan sekitar Pancoran Minggu (16/02).

"Dari total anggaran DKI Jakarta yang Rp. 72 Triliun, sepertiganya hanya untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 24,2 triliun lebih" imbuh Eki Pitung seraya membeberkan hasil foto dokumen yang di tandatangani Jokowi itu.

Biaya penanganan banjir Jakarta ternyata telah menghabiskan biaya seperti anggaran DKI Jakarta. "Bayangkan saja, dari total anggaran DKI Jakarta yang Rp. 72 Triliun, sepertiganya hanya untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 24,2 triliun lebih" imbuh Eki Pitung seraya membeberkan hasil foto dokumen yang di tandatangani Jokowi itu.

Namun bukan hanya anggaran yang bombastis saja yang mengusik hati nurani warga betawi ini, ia juga menambahkan bahwa penandatanganan surat keputusan itu tidak melalui jalur ketetapan dan persetujuan melalui DPRD DKI Jakarta. "Justru Jokowi ini lebih parah dari Foke (Fauzi Bowo) mantan Gubernur DKI sebelumnya, Foke saja ketar-ketir ketika mengeluarkan anggaran Rp. 14,2 miliar untuk kasus force majeur For persiapan Pemilu tanpa persetujuan dan ketetapan dari DPRD DKI, namun DPRD DKI siap mendukung dan meyakinkan akan membantu penetapannya agar tidak dipermasalahkan di kemudian hari." lanjut Eki Pitung.

Masih menurut Eki Pitung "Jokowi ini lebih parah dari Foke, karena dasar hukum yang pernah dilakukan Gubernur sebelumnya dan mengikuti langkah FOke mengeluarkan anggaran tanpa ketetapan dan persetujuan dari DPRD DKI dengan jumlah luar biasa besar, sebesar Rp. 24,2 Triliun dan Rp. 24 miliar untuk konsumsi makan-makan tamu Jokowi. Padahal anggaran itu di gelontorkan tidak melalui mekanisme resmi penetapan di DPRD DKI"

Eki Pitung mengkhawatirkan akan ada penyalahgunaan wewenang, "Saya khawatir dana sebesar lebih dari Rp. 24 Triliun itu di bagi-bagikan kepada kroni-kroni Jokowi yang telah memodalinya dan sebagian di berikan untuk ongkos nyaleg (biaya kampanye caleg,red) dari partai-partai yang mendukungnya."

Pada akhir wawancara ia mengajak rakyat lebih cerdas, karena ia mendengar kabar dari tim media kampanye Jokowi dari UI bahwa Jokowi di dukung dana sangat kuat untuk menjadi jawara media dan media darling, tak tanggung-tanggung dana untuk tsunami opini kampanye Jokowi sebesar Rp. 1,3 triliun/tahun.

Tak heran Jokowi-Ahok tayang setiap hari di media-media nasional, baik televisi, koran, tabloid dan media sosial di Facebook, Twitter, newsportal, dan forum-forum seperti Kaskus, Lintas.me dan lainnya yang notabene milik grup Djarum.

Tuh kan, pitung abad digital aja paham kampanye #jokowitainment biayanya sangat besar, dan diduga Jokowi udah mulai bagi-bagi duit untuk mengembalikan modal para cukongnya. Naudzubillahi, inilah wajah demokrasi, penuh dengan intrik politik transaksional, politik balas budi, politik dinasti dan kkn. Sumber: disini

Eki Pitung mengungkapkan bahwa Jokowi menetapkan anggaran lebih dari Rp. 24,2 Triliun untuk mengatasi banjir Jakarta dan sebesar Rp. 24 Milliar untuk menjamu makan para tamu Jokowi dalam penanganan program banjir Jakarta."Jokowi pada tanggal 20 Desember 2013 menandatangani surat keputusan penanganan banjir Jakarta senilai lebih dari Rp. 24,2 Triliun. Sebuah angka yang luar biasa besar untuk penanganan selama banjir dan pengelolaan korban pasca bencana banjir" ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan awak redaksi Voa-islam di pusat perbelanjaan sekitar Pancoran Minggu (16/02).

"Bayangkan saja, dari total anggaran DKI Jakarta yang Rp. 72 Triliun, sepertiganya hanya untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 24,2 triliun lebih" imbuh Eki Pitung seraya membeberkan hasil foto dokumen yang di tandatangani Jokowi itu.

Biaya penanganan banjir Jakarta ternyata telah menghabiskan biaya seperti anggaran DKI Jakarta. "Bayangkan saja, dari total anggaran DKI Jakarta yang Rp. 72 Triliun, sepertiganya hanya untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 24,2 triliun lebih" imbuh Eki Pitung seraya membeberkan hasil foto dokumen yang di tandatangani Jokowi itu.

Namun bukan hanya anggaran yang bombastis saja yang mengusik hati nurani warga betawi ini, ia juga menambahkan bahwa penandatanganan surat keputusan itu tidak melalui jalur ketetapan dan persetujuan melalui DPRD DKI Jakarta. "Justru Jokowi ini lebih parah dari Foke (Fauzi Bowo) mantan Gubernur DKI sebelumnya, Foke saja ketar-ketir ketika mengeluarkan anggaran Rp. 14,2 miliar untuk kasus force majeur For persiapan Pemilu tanpa persetujuan dan ketetapan dari DPRD DKI, namun DPRD DKI siap mendukung dan meyakinkan akan membantu penetapannya agar tidak dipermasalahkan di kemudian hari." lanjut Eki Pitung.

Masih menurut Eki Pitung "Jokowi ini lebih parah dari Foke, karena dasar hukum yang pernah dilakukan Gubernur sebelumnya dan mengikuti langkah FOke mengeluarkan anggaran tanpa ketetapan dan persetujuan dari DPRD DKI dengan jumlah luar biasa besar, sebesar Rp. 24,2 Triliun dan Rp. 24 miliar untuk konsumsi makan-makan tamu Jokowi. Padahal anggaran itu di gelontorkan tidak melalui mekanisme resmi penetapan di DPRD DKI"

Eki Pitung mengkhawatirkan akan ada penyalahgunaan wewenang, "Saya khawatir dana sebesar lebih dari Rp. 24 Triliun itu di bagi-bagikan kepada kroni-kroni Jokowi yang telah memodalinya dan sebagian di berikan untuk ongkos nyaleg (biaya kampanye caleg,red) dari partai-partai yang mendukungnya."

Pada akhir wawancara ia mengajak rakyat lebih cerdas, karena ia mendengar kabar dari tim media kampanye Jokowi dari UI bahwa Jokowi di dukung dana sangat kuat untuk menjadi jawara media dan media darling, tak tanggung-tanggung dana untuk tsunami opini kampanye Jokowi sebesar Rp. 1,3 triliun/tahun.

Tak heran Jokowi-Ahok tayang setiap hari di media-media nasional, baik televisi, koran, tabloid dan media sosial di Facebook, Twitter, newsportal, dan forum-forum seperti Kaskus, Lintas.me dan lainnya yang notabene milik grup Djarum.

Tuh kan, pitung abad digital aja paham kampanye #jokowitainment biayanya sangat besar, dan diduga Jokowi udah mulai bagi-bagi duit untuk mengembalikan modal para cukongnya. Naudzubillahi, inilah wajah demokrasi, penuh dengan intrik politik transaksional, politik balas budi, politik dinasti dan kkn. [mukmin/ja'far/voa-islam.com]

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/02/17/29109/eki-pitung-jokowi-teken-anggaran-banjir-rp-242-triliun-tanpa-penetapan-dprd/#sthash.cnkZ05PU.dpuf
[brbsaktual/voa-islam.com]

latestnews

View Full Version