View Full Version
Rabu, 12 Feb 2014

Wahai Muslimah, Berpikirlah Sejenak Jika Hendak Bervalentine Day!

Nashihul Umam

(Sekretaris PD PII Kota Bekasi)

Wahai Muslimah…!!! Engkau lebih mulia daripada sebatang coklat.

Wahai Muslimah…!!! Engkau jauh lebih cantik dari pada sekuntum mawar.

Coklat itu akan basi, tapi engkau tidak.

Mawar akan layu tapi engkau tidak.

Jangan samakan hargamu dengan sebatang coklat atau setangkai mawar merah

Mirza Hayati, Ketua Departemen Ta’lim Pengurus Besar (PB) PII menuturkan, “Cinta yang tulus tak sebanding dengan sebatang coklat, bunga atau boneka.”

Saat engkau merayakan Valentine Day dengan perbuatan yang tidak halal dan menjijikkan, maka ketahuilah bahwa engkau sudah masuk ke pintu gerbang penderitaan.

Lelaki yang engkau serahkan kehormatanmu kepadanya belum tentu dia menjadi pendampingmu kelak.

Saat engkau memilih lelaki yang lain dan engkau menikah dengannya maka rasa galau dan merasa bersalah akan selalu menghantui batinmu hingga usia tua.

Bagi yang sudah membuat janji dengan pasangan yang tak halal di valentine day, alangkah baiknya segera dibatalkan dan bertaubat. Jangan menjemput penderitaanmu.

Apalagi merayakan Valentine sudah jelas-jelas haram.

Bagi kamu yang masih menyangka hari Valentine Day itu hari kasih sayang, mari simak ulasan Umniati Nibras Imani dari PD PII Kota Bekasi,

“Valentine sendiri sebenarnya merupakan perayaan hari tanpa makna.

Hari kasih sayang? Duh, kasih sayang itu hari sepanjang masa. Nggak mengenal hari dan bulan.

Butuh apalagi sih selain dari kasih sayang dari orang tua, saudara, teman dan lingkungan? Nanti juga ada waktunya sendiri yang halal untuk hal itu.”

Mirza Hayati juga menuturkan konsep berfikir cinta terhadap orang yang dicintai,

“Siapakah yang sejatinya dicintai dengan tulus; Ayah-Ibu ataukah pacar?

Siapakah yang rela berpeluh keringat memenuhi kebutuhanmu; Ayah-Ibu ataukah pacar?

Siapakah yang selalu khawatir saat kamu sakit atau sedang bermasalah; Ayah-Ibu ataukah pacar?

Siapakah yang pertama membantumu kala sulit; Ayah-Ibu ataukah pacarmu?”

Sudahkah mendapatkan cinta darimu? Bahagiakanlah orang tuamu sebagai bentuk syukurmu kepada keduanya. Sungguh dalam cinta mereka terdapat keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version