View Full Version
Jum'at, 19 Sep 2014

Karena Berniqab, Kami Di Ancam 'DO' Dari Kampus

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Saat ini saya sudah memakai niqab sejak awal memasuki semester 5 bersamaan dengan beberapa teman dekat saya. Saya hanya akhwat biasa sama seperti teman-teman yang lain, saya dan ketiga teman saya yang telah berniqab lainnya sebelumnya juga pernah menaungi beberapa organisasi seperti BEMF dan LDF.

Ya, kami hanya akhwat biasa seperti teman-teman mahasiswi lainnya. Kami sudah sebulan memakai niqab dengan tujuan untuk mengikuti perintah Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan sunnah Rasulullaah yang telah mewajibkan para muslimah untuk menutupi aurat dan perhiasannya dengan pakaian takwa keseluruh tubuh. Ya, tidak ada tujuan lain selain tujuan yang ingin membuktikan cinta kami kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dan AlhamduliLlaah Allah telah menyegerakan niat kami untuk segera berhijrah dengan memakai pakaian takwa yang merupakan “sebaik-baik pakaian”.

Ya, tidak ada tujuan lain selain tujuan yang ingin membuktikan cinta kami kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dan AlhamduliLlaah Allah telah menyegerakan niat kami untuk segera berhijrah dengan memakai pakaian takwa yang merupakan “sebaik-baik pakaian”.

Ternyata setelah kami mengenakan niqab dan mulai memberanikan diri untuk berusaha istiqamah memakai niqab baik di luar rumah dan di kampus ternyata usaha melaksanakan perintah Allah itu tidak mudah.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan niqab pun kami sudah memikirkan beberapa tantangan-tantangan yang akan menghadang perjalanan kami seiring usaha kami untuk istiqamah dengan “Niqab”.

Kami mendengar beberapa isu mengenai tanggapan masyarakat kampus mengenai keberadaan kami yang kini telah berpenampilan berbeda dengan mahasiswi lainnya, tapi sayangnya kami tidak mendengar isu-isu tersebut secara langsung dari orang-orang yang tidak menyukai kami (tabbayun). Diantaranya kami diisukan sebagai jama’ah aliran sesat, pengikut organisasi ISIS, dan ancaman untuk di DROP OUT (DO) dari kampus serta berbagai isu dan fitnah lainnya yang setiap hari tak hentinya selalu kami dengar perkembangannya.

Sekitar satu minggu setelah keberadaan kami dan niqab kami yang telah menyebar hingga ke kampus Unsri Palembang, ternyata juga terdengar oleh telinga dosen dan para petinggi di Dekanat serta Rektorat.

Dan tanpa sepengetahuan kami mereka telah mengadakan forum dengan BEMF, LDF, dan dengan pejabat Dekanat dan Mahasiswa untuk membahas masalah keberadaan kami yang telah diisukan dengan banyak fitnah.

Isu-isu mengenai ancaman DROP OUT pun sudah banyak diketahui oleh mahasiswa lainnya di kampus, dan hal tersebut tentu membuat bathin kami merasa tertekan. Namun, sudah sunnatuLlaah untuk memperjuangkan Dien-Nya memang tidak semudah apa yang kita bayangkan apalagi dalam kondisi
tinggal di negara sekuler.

Bahkan bukan hanya itu saja, di dalam kelas ada dosen yang dengan santainya mengolok-olok kami dan ayat-ayat Al-Qur’an semakin membuat hati ini semakin sakit. Padahal dosen-dosen yang lainnya tidak merasa terganggu dalam kegiatan belajar dan mengajar bersama kami, karena tujuan kami tetap sama seperti mahasiswa yang lainnya, yaitu menuntut ilmu. Kami tidak pernah membuat keributan apalagi membuat kerusakan pun dengan teman-teman kami di kelas begitu “welcome” dengan penampilan kami.

Sekitar dua minggu kami masih dengan niqab kami, pada hari kamis (saya lupa tanggalnya) di FKIP terjadi aksi “TOLAK RADIKALISASI ISIS pemecah belah NKRI” yang dipimpin langsung oleh Gubernur Mahasiswa FKIP bersama dengan anggota LDF dan BEMF yang berjumlah 18 orang laki-laki, aksi tersebut dilaksanakan tepatnya di depan Mushalah FKIP. Sungguh sangat terkesan “mendadak” karena ternyata hal tersebut juga sudah disetujui oleh pihak Dekanat, dan anehnya aksi tersebut dilakukan hanya di FKIP, tidak dilakukan di fakultas yang lainnya yang semakin menyudutkan keberadaan kami dengan niqab yang kami pakai.

Saya pribadi sangat menunggu-nunggu agar sekiranya pihak dekanat segera memanggil dan menanyakan kami tetapi sampai saya menulis cerita ini saya dan teman-teman lainnya belum juga mendapatkan panggilan dari dekan.

Cobaan yang kami alami bukan hanya sampai di situ, saya pernah mendengar isu mengenai ada salah satu orang tua di antara kami yang berniqab yang di datangi dan telah diberitahukan mengenai perbuatan kami yang mereka pikir telah menyimpang. Karena daerah asal saya berada di kota yang lebih jauh dari dua teman saya yang lainnya yang tinggal di Palembang bersama keluarga mereka, rasanya sangat tidak mungkin, jika orang tua saya tersebut yang di datangi secara langsung karena mngingat jarak dari Indralaya ke kota saya sekitar 5 jam perjalanan, jika memang pihak kampus atau pihak yang memusuhi kami ingin melaporkan hal tersebut kepada orang tua pasti orang tua teman saya yang tinggal di Palembang itulah yang lebih dulu.

Awalnya kami berjumlah empat orang. Namun, salah satu teman saya telah membuka niqabnya karena merasa belum sanggup untuk diterpa badai seperti yang saya sendiri alami hingga di saat saya menulis tulisan ini. Coba pembaca analisis dari kejadian teman saya yang melepas niqabnya tersebut padahal sebelumnya dia juga diisukan sebagai anggota ISIS, namun setelah ia membuka niqabnya isu tersebut tidak lagi menerpa dirinya jadi kesimpulannya masalah ini bukan terletak dengan tuduhan keterkaitan kami terhadap ISIS, namun yang jadi masalah adalah NIQAB!!!

Pembaca yang beriman, saya sendiri mengalami berbagai tekanan yang lebih besar daripada hanya sekedar olok-olokan atau ancaman DROP OUT dari kampus, tetapi yang sangat menyiksa bathin saya adalah ancaman dari orang tua dan keluarga saya sendiri. Jujur, memang saya sebelumnya belum mengatakan kepada orang tua saya untuk meminta izin memakai niqab, namun saya pribadi telah membicarakan perihal keinginan saya untuk memakai niqab, namun belum disetujui, tapi sebenarnya saya memang akan membicarakan mengenai saya yang telah memakai niqab kepada orang tua saya, namun saya ingin memastikan dan memperjuangkan dahulu bahwa saya benar-benar diperbolehkan kuliah dengan tetap memakai niqab.

Berita yang mengatakan “terdapat empat orang yang berniqab akan di-DROP OUT” terdengar hingga di lingkungan keluarga saya dan tempat ayah saya mencari nafkah. Sebenarnya saya memang akan membicarakan mengenai saya yang telah memakai Niqab kepada orang tua saya, namun saya ingin memastikan dan memperjuangkan dahulu bahwa saya benar benar diperbolehkan kuliah dengan tetap memakai Niqab.

Saya tidak pernah menyangka ternyata begitu teganya pihak yang telah menghubungi keluarga saya mengatakan bahwa saya akan di DROP OUT karena memakai niqab dan karena saya diduga terlibat dalam anggota ISIS, padahal pembaca yang cerdas lebih mampu membaca situasi bahwasannya ISIS itu berada di Suriah dan Irak yang letaknya sangat jauh dari Indonesia. Ya, mereka sangat tega melihat orang tua saya yang langsung shock setelah mendengar kabar yang sangat menggenaskan tersebut.

Orang tua mana yang tidak terguncang hatinya ketika tau bahwa anaknya dituduh aliran sesat dan teroris bahkan diancam dengan ancaman DROP OUT. Berbagai ancaman yang telah orang tua saya lemparkan kepada saya, seperti ancaman pengusiran, bahkan mereka sempat datang ke kostan saya dan memaksa saya untuk melepaskan niqab saya dan saat ini jilbab, khimar, dan niqab saya sudah dibuang oleh mereka, tetapi AlhamduliLlaah saya masih memiliki saudari-saudari seaqidah yang masih setia untuk membantu saya dan memberikan pakaian untuk saya sehingga saya masih bisa pergi kuliah seperti biasanya bahkan ancaman dari pihak keluarga saya yang tetap keras ingin saya melepas niqab bukan hanya sampai pada membuang semua pakaian takwa saya dan menyita laptop saya, juga ancaman pembunuhan serta usaha untuk mengeluarkan saya dari kostan kemudian saya akan dibawa pulang secara paksa ke kota saya untuk di “Ruqyah”.

Tetapi saya tetap hanya takut pada murka Allah, saya tidak ingin hina dihadapan Allah. Saya tidak ingin menyia-nyiakan hidayah yang telah Allah berikan kepada saya begitu saja hanya karena ketundukan dan ingin menuruti hawa nafsu manusia meskipun itu orang tua saya sendiri. Saya bukan tidak mencintai keluarga saya, namun apa yang saya lakukan ini semata-mata untuk membahagiakan kedua orang tua saya di kehidupan yang kekal kelak, yaitu di akhirat, dengan tetap berjalan diatas manhaj Rasulullaah dan menjadi bagian dari para pejuang Dien-Nya.

Saya bukan tidak tega melihat keluarga saya yang terus menerus hingga saat saya menulis tulisan ini menapatkan cemoohan dan hinaan oleh lingkungan tempat saya tinggal, tempat ayah saya bekerja, pun dengan sekolah tempat adik saya, nama saya sudah tersebar dan membuat adik saya sangat merasa malu.

Saat saya menulis tulisan ini, sebelumnya saya baru saja mendengar kabar bahwa teman saya yang sama seperti saya memakai niqab orangtuanya di hubungi oleh seseorang yang mengatakan bahwa dia akan di DROP OUT karena niqabnya. Tentu saja pula orang tua teman saya yang awalnya  mengizinkan dia untuk memakai niqab kemudian berbalik arah berusaha melepaskan niqabnya. Ya, begitulah Ujian yang tengah kami hadapi kini, berat sekali. Sangat berat, namun saya selalu teringat akan firman Allah SWT:

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga padahal belum datang kepadamu cobaan seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang dengan berbagai cobaan, sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS. Al-Baqarah: 214)

“Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (mereka berdo’a), “Yaa Tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Yaa Tuhan kami, janganlah engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Yaa Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak kami sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Ya... hanyalah Al-Qur’an yang saat ini dapat menghibur hati kami, hanyalah Allah sebagai sebaik-baik penolong dan sebaik-baik pelindung. Yang kami harapkan adalah Allah memberikan pertolongan dan menampakkan kekuasaan-Nya tepat pada waktunya. Karena kami yakin kami tidaklah sesat dan menyimpang. Semoga Allah segera menampakkan bahwa yang Haq itu adalah Haq dan yang Bathil adalah Bathil. Karena kita semua yang mengaku beriman kepada ALLAH  dan Rasul-Nya, yang telah setia mengucapkan dua kalimat syahadat haruslah setia kepada agama ini hingga kita di jemput hanya dalam keadaan sebagai Muslim. 

“... ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS. Al-Baqarah: 214)

Dan kami akan selalu tetap Istiqamah dengan NIQAB kami, karena Niqab kami adalah bagian dari hidup kami, dan Niqab kami adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar. Dan kami yakin kepada Allah SWT akan menolong kami dari arah yang tidak disangka-sangka.

“Sungguh, kami telah memberikan kepadamu KEMENANGAN YANG NYATA Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya atas mu dan menunjukkimu ke jalan yang lurus dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). Dia lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang  mu’min untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah lah bala tentara langit dan bumi. Dan Allah maha mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath: 1-4)

“Dan Dia mengadzab orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan dan juga orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang BERPRASANGKA BURUK terhadap Allah. Mereka akan medapat giliran (adzab yang buruk) dan Allah Murka kepada mereka dan mengutuk mereka, serta menyediakan neraka jahannam bagi mereka. Dan Neraka Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al-Fath: 6)


UNTUK MENEGAKKAN SATU SUNNAH HARUS MENGELUARKAN RIBUAN AIR MATA!!!

*Diceritakan oleh salah seorang mahasiswi berniqab di FKIP Unsri
Indralaya, Sumatera Selatan


latestnews

View Full Version