View Full Version
Sabtu, 28 Apr 2018

Khansa Masa Kini, Mempersiapkan Ananda Menjadi Mujahid Sejati

Oleh : Ragil Rahayu

 

"Alhamdulillah... Anakku syahid... Anakku syahid... " ujar wanita itu. Dibagikannya manisan pada tetangga sebagai wujud syukur. Anaknya syahid (insyaAllah). Dialah Ummu Nidhal Farhat, wanita Palestina. Tiga putranya  yakni Nidhal Farhat, Muhammad Fathi Farhat dan Rawad Farhat gugur di medan jihad melawan penjajahan Zionis Israel. Karena itulah ia juga dikenal dengan julukan Khansa dari Palestina.

Siapakah Khansa?

Di Indonesia, mungkin Khansa tak setenar Kartini yang harinya diperingati tiap tahun. Tapi dia sangat tenar di langit. Betapa tidak, Khansa adalah sahabiyah Rasulullah saw yang juga ibu dari empat syuhada. Pada perang Qadisiyah,  Khansa berangkat bersama keempat putranya.

Di malam gulita, Khansa berwasiat pada keempat putranya :

"Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan dan berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya, kalian adalah putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama," ujarnya.

Ia melanjutkan, tidak pantas baginya untuk mengkhianati ayahanda dari keempat anaknya ataupun membuat malu paman mereka atau mencoreng tanda di kening keluarganya. "Jika kalian melihat perang di jalan-Nya, singsingkanlah lengan baju kalian dan berangkatlah. Majulah hingga barisan depan, niscaya engkau akan mendapatkan pahala di akhirat tepatnya di negeri keabadian."

Ia pun memberikan ridha bagi keempat anaknya untuk berjihad. "Berangkatlah kalian dan bertempurlah hingga syahid menjemput kalian." Keempatnya pun bergegas menuju medan perang. Mereka saling berjuang melawan musuh-musuh Allah dan berhasil membunuh banyak pasukan Persia. Pada akhirnya syahid datang dan menjemput mereka.

Khansa mendengar syahid keempat anak-anaknya. Namun, bukannya menangis, dia justru bahagia sambil berkata, "Alhamdulillah, yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. Semoga Allah, segera menjemputku dan mempertemukan aku dengan mereka dalam naungan rahmat-Nya di firdaus-Nya yang luas."

Khansa Masa Kini

Ummu Nidhal Farhat adalah Khansa masa kini. Wanita mulia ini dikaruniai sepuluh putra. Tiga diantaranya telah syahid. Muhammad Fathi Farhat, putra kedua Ummu Nidhal yang masih berusia 17 tahun dan hafidz Al-Qur’an bergabung dengan Brigade Al Qassam.

Pada Maret 2002, Muhammad melakukan penyerangan seorang diri ke pos militer Zionis di Gush Katif, ibukota pemerintahan. Serangan itu menewaskan 20 orang dan 23 orang luka-luka. Muhamnad Fathi pun syahid.

Ribuan warga mengiringi jenazah Muhammad Fathi Farhat. Harum kasturi menyeruak dari jenazahnya dan menyebar di udara hingga semua orang bisa menciumnya. Upacara pemakaman Asy-Syahid Muhammad Fathi Farhat dihadiri pendiri Hamas yaitu Syaikh Ahmad Yassin.

Ikat Kepala hijau Hamas yang dikenakan Ummu Nidhal adalah pemberian Muhammad Fathi sebelum berangkat.  Fathi sendiri yg memakaikan ke kepala ibunya. Dan terus dipakai oleh sang Ibu sampai jenazah Fathi datang.

Ketika ditanya tentang bagaimana jika semua putranya terbunuh, Ummu Nidhal menjawab, "Disana banyak pemuda…Alhamdulillah. Aku mempersiapkan diriku sendiri. Aku akan mempersiapkan mereka semua. Jika kewajibanku membutuhkan aku untuk mengorbankan mereka semua, aku tidak akan menolak. Bahkan jika itu (mengharuskanku mengorbankan -red) seratus anak laki-laki."

Ahad, 17 Maret 2013 Ummu Nidhal telah menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Asy-Syifa, Gaza. Ia telah berjuang melawan penyakit menahun yang dideritanya. Semoga beliau dipertemukan dengan putra-putranya di surga firdaus.

Marilah kita meneladani Ummu Nidhal Farhat, menjadi Khansa masa kini. Mengajak anak bermimpi surga tertinggi. Lalu mendidik mereka layakkan diri. Hingga saatnya tiba, Khilafah memanggil para pemuda untuk berjihad. Kita ridhai anak kita berangkat dengan gagah, menjemput syahidnya sekaligus memuliakan ibundanya hingga bisa meraih firdaus bersama-sama. Duh, siapa yang tak menginginkannya...

Semoga saja kita menjadi Khansa masa kini sebagaimana Ummu Nidhal Farhat yang telah meneladani semangat ibunda para syuhada ini. Insya Allah. (rf/voa-islam.com)

*Pengasuh MT Al Bayyinah Sidoarjo

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version