View Full Version
Sabtu, 10 Aug 2019

Anak Investasi Terbaik Orang Tuanya

Oleh: Azrina Fauziah

(Pemerhati Remaja dan Member Komunitas Pena Langit)

Siapa sih yang tidak ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya? Bahkan bagi orang tua memberikan fasilitas terbaik pun ia akan berikan. Dimulai dari pendidikan sekolah bahkan bimbel atau pun les tambahan untuk mengasah bakat dan skill si anak.

Saat usia mereka masih dini, orang tua telah buru-buru memberikan pendidikan Paud atau KB. Hingga aktivitas mereka pun telah padat dengan sekolah. Naik lagi ke posisi sekolah dasar, menengah dan atas mereka telah disibukan dengan pelajaran hingga full day. Ke masa perkuliahan pun lebih lagi, mereka benar-benar sibuk fokus pada perkuliahan, praktikum dan berjibun tugas hingga mahasiswa lupa akan tugasnya sebagai agent of change.

Orientasi mereka dalam menuntun ilmu hanya sekedar materi yakni jabatan, pekerjaan dan penghasilan. Dimasa peralihan remaja kadang mereka merasa stres dan mencari jati diri mereka. Mereka tergiur akan pernak pernik kenakalan remaja. Wajar setiap hari membaca berita online isinya kejahatan remaja.

Miris melihat generasi milineal, begitu rapuh jiwanya, rusak akhlaknya, miskin imannya. Fenomena pacaran menjadi hal yang lumrah, hingga berujung zina anak-anak akan dinikahkan tanpa bekal ilmu dan kesiapan membina rumah tangga. Fenomena tawuran, minum-minuman keras, narkoba, LGBT, dan lain sebagainya menjadi permasalahan bagi orang tua dalam mendidik anak di masa ini.

Bahkan fenomena pengkisikan aqidah pun juga menggerogoti generasi zaman now. Liat saja bagaimana anak-anak kita kini mengidolakan para entertainer dari negara barat dan timur korea selatan. Sungguh ini pr besar bagi ibu-ibu dalam mendidik anak-anak mereka dimasa depan.

 

Anak-anak Butuh Pendidikan Islam

Begitulah pendidikan sekuler kapitalis yang tegak diatas demokrasi. Penerapanya telah membuat generasi kini berorientasi materi duniawi. Wajar mereka melakukan hal yang melanggar norma-norma agama sebab agama tak boleh dibawa-bawa dalam kehidupan.

Remaja kini miskin pemahaman agama. Pemikiran sekuler menancap kuat pada kehidupan mereka hingga relung-relung hati mereka. Wacana penghapusan agama di sekolah bukti serangan hegemoni barat untuk tetap mencokol kuat di tengah kaum muslim.

Tidakkah engkau sadar wahai para orang tua, anak-anak kita tak hanya membutuhkan materi pendidikan di sekolahnya. Mereka membutuhkan pendidikan aqidah islam dalam mensolusikan permasalahan hidup mereka kedepan. Sebab penciptaan manusia bertujuan untuk beribadah mencari ridho Allah Swt, “Dan aku tidak ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Ad dzariyat: 56).

Bukan karena jabatan anak kita disebut sebagai orang yang sukses, bukan karena kaya mereka disebut sukses, bukan karna royalnya kita kepada mereka yang disebut toleransi dan kasih sayang. Bukan!!! bukan itu yang diperlukan anak kita. Mereka membutuhkan teladan yang baik dari keluarga.

Anak-anak membutuhkan pendidikan islam yang akan diberikan pertama kali oleh keluarganya yakni ibu. Ibu ialah madrasah pertama bagi sang anak. Ibulah yang akan memberikan pendidikan dan penanaman aqidah sebelum si anak keluar dan berinteraksi dengan kehidupan sekitar.

Maka bila ibu bertugas mendidik anaknya, ibu tentu haruslah memiliki tsaqofah islam yang mumpuni. Salah bila ada yang mengatakan bahwa buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi bila ia lulus sekedar menjadi istri pengurus keluarga, tidak benar pernyataan itu. Pekerjaan ini membutuhkan bekal ilmu untuk membina generasi-generasi yang lahir dari pada keluarga tersebut.

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.(QS. At tahrim:6)

Dari sinilah keteladan dari orang tua perlu dicontohkan kepada anak-anak kita. Orang tualah tentunya panutan pertama si anak yang akan menentukan bagaimana kelak tingkah lakunya. Mendidik anak-anak dengan islam bukan sekedar proyek dunia namun juga proyek akhirat. Alangkah membahagiakan bila si anak nanti dapat menjadi syafa’at bagi orang tuanya. Maka anak merupakan investasi terbaik bagi orang tuanya.

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih”(HR. Muslim)

Selain hal tersebut masyarakat dan negara juga memiliki kontribusi besar dalam mengkondisikan sistem pendidikan islam serta penjagaan terhadap pegaulan sekitar. Bagaimana mungkin bila keluarga telah memberikan pemahaman takwa kepada Allah dan mengkondisikan anak-anak mereka dengan islam.

Namun justru negara malah memberikan fasilitas maksiat dengan mudah di lingkungan kita? Kondisi ini tentu akan kontradiktif dengan tujuan pendidikan keluarga. Maka sangat pentingnya kontribusi negara islam sebab ia adalah pelindung jiwa. Allahu A’lam.


latestnews

View Full Version