View Full Version
Kamis, 21 Aug 2014

Komandan Brigade al-Qassam Mohamad Deif, Sosok Pejuang Sejati Palestina

GAZA CITY (voa-islam.com) - Para pemimpin Hamas memberikan tauladan dalam pengorbanan. Mengorbankan dirinya, keluarganya, dan seluruh yang dimilikinya. Mereka hanya ingin mendapatkan balasan ridha dari Rabbnya.

Mereka benar-benar tauladan sempurna dalam perjuangan. Mereka tauladan atas keikhlasannya yang tulus. Mereka bagaikan cahaya yang putih bersih diatas langit, ketika berjuang menegakan agamanya (al-Islam), bangsanya, dan tanah airnya. Mereka sudah terbebas dari kepentingan pribadi yang merusak tujuan perjuangannya.

Tauladan itu diberikan para pendahulunya secara turun-temurun secara sempurna.  Mulai Izzuddin al-Qassam, Sheikh Ahmad Yasin, Rantisi, dan tidak terhitung lagi, para pemimpin Hamas yang mengorbankan dirinya (anfus), bagi perjuangan. Mereka sudah memahami posisi sebagai pemimpin. Mereka tidak pernah mendahulukan pribadinya.

Sheikh Ahmad Yasin yang sudah lumpuh, dan hanya kepalanya yang bisa digerakan, meninggal oleh rudal halikopter Zionis, usai shalat Shubuh. Betapa mulianya kematian Sheikh Ahmad Yasin, usai menghadap Rabbnya.

Tubuhnya berkeping oleh rudal Israel. Sekalipun, Sheikh Ahmad Yasin tubuhnya menjadi berkeping, tidak pernah membuat perjuangan Hamas, berkeping, dan porak-poranda.

Sebaliknya ikatan hati (ta’liful qulub), diantara bangsa Palestina semakin kuat. Ruhul ukhuwah (ikatan persaudaran) diantara mereka semakin kokoh. Kokoh bagaikan batu karang menghadapi hantaman badai-gelombang dari konspirasi Zionis-Israel. Karena itu, perjuangan Hamas tak pernah pupus oleh apapun. Karena perjuangan mereka diikat oleh ikatan aqidah yang kokoh yaitu al-Islam.

Ketika berlangsung agresi Zionis-Israel, tahun 2008, 2012, dan 2014 ini, para pemimpin Hamas, mereka bukan hidup di ‘bunker’, tapi mereka bersama-sama dengan para pejuang Hamas.

Mengapa para pejuang Hamas itu, mereka selalu menutup wajahnya? Apakah mereka takut diketahui oleh Zionis? Tidak. Mereka memakai tutup wajah, semata hanya ingin menjaga keikhlasan mereka, tidak ujub atau takabbur (sombong). Tahukah, jika diantara para pejuang Hamas yang menggunakan tutup wajah itu, diantara mereka ada Perdana Menteri  Ismail Haniyah.

Ketika berlangsung blokade oleh Zionis terhadap Gaza, pemerintahan Hamas di Gaza, terancam bangkrut, dan tidak mampu membayar gaji para pegawainya, sampai-sampai Perdana Menteri Ismail Haniya, menjual hartanya, termasuk perabotan rumahnya. Dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya.

Sekarang, pengobanan itu diberikan oleh Komandan Brigadi Izzudin al-Qassam, Mohammad Dief. Dief sudah berulangkali menghadapi usaha pembunuhan oleh Zionis. Perang yang begitu dahsyat,  dan Zionis-Israel menumpahkan seluruh senjatanya di Gaza, dan rudal-rudal Zionis, bagiakan taburan pasir diatas langit Gaza, dan salah satu yang menjadi target adalah Mohamad Dief.

Mohamad Dief tidak berhasil dibunuh oleh Zionis. Rumahnya berkeping oleh rudal Zionis. Istrinya, dan anaknya yang berumur tujuh bulan tewas oleh rudal Zionis. Bahkan, seorang tokoh Hamas,  dirinya, istrinya, anaknya dan seluruh keluarganya tewas, saat berlangsung agresi militer Zionis, tahun 2008.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi Hamas al-Manaar, juru bicara Brigade Izz el-Din al-Qassam, mengatakan Israel gagal membunuh Mohamad Dief, tapi istri dan anaknya yang berumur tujuh bulan tewas dalam serangan itu, Rabu, 20/8/2014.

“Para pemimpin Zionis berada di belakang serangan terhadap kantor Dief, karena kemampuan pejuang Izzuddin menghadapi serangan Zionis. Sekalipun Zionis sudah yakin berhasil membunuh Dief, dan mereka bersuka-cita, usai tembakan rudal itu”, ujar juru bicara Brigade Izzuddin al-Qassam. “Anda (Zionis) telah gagal”, tambah jurubicara al-Qassam.

Hamas memperingatkan kepada Zionis akan melakukan serangan roket pada kepentingan terhadap kepentingan strategis Israel, termasuk Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, dan pelabuhan Haifa, tegas juru bicara Izzuddin, Kamis pagi.

Zionis-Israel tidak pernah berhenti mencari, mengejar, dan berusaha membunuh Dief. Dief dianggap sebagai arsitek perlawanan Hamas, dan selalu membuat kejutan dengan melakukan serangan yang mendadak di wilayah Zionis-Israel.

Zionis-Israel secara terbuka mengancam akan melacaknya dan membunuhnya. Ini sudah menjadi keputusan kabinet Israel yang dipimpin Benyamin Netanyahu. Zionis mengumumkan bahwa mereka mengklaim telah menghancurkan seluruh terowongan yang dibangun dari Gaza ke Israel.

Siapa sejatinya pemimpin Brigade Izzuddin al-Qassam, Mohamad Dief? Hanya sedikit orang yang tahu siap Deif. Dief berusia 50-an, dan gambarnya beredar di media-media Zionis-Israel, dan ini bagian dari usaha untuk membunuhnya. Gambar Dief pernah banyak beredar di masa lalu, saat berlangsung gerakan Intifadah, tapi sekarang sudah sangat sulit menemukannya. Dief benar-benar menghilang, dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya.

Rekaman video yang langka, hasil rekamantahun 2002, di gambar itu  tertangkap, di mana Deif berlumuran darah, dunduk dalam posisi tegak, dan seorang pria nampak bingung, mencoba menyelamatkan Dief, dan membawanya pergi dari puing-puing mobil yang hancur akibat terkena rudal dari helikopter Israel.

Peristiwa itu, merupakan percobaan pembunuhan yang kelima terhadap Dief. Peristiwa pembunuhan dengan rudal itu, berulang  kembali, pada Selasa malam, (19/8/2014).

Hamas tidak pernah memberi komentar tentang kondisi Deif ini. Hamas hanya mengatakan bahwa Dief berada di komando sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam,  sejak tahun 1990-an.

Zionis-Israel membuat beberapa laporan, dan mengatakan Dief kehilangan mata, tungkai, dan berada di kursi roda. Seorang menteri Israel mengatakan bulan lalu bahwa Deif  berada terowongan sendiri selama bertahun-tahun. Dief menggerakan perlawanan terhadap Zionis-Israel di dalam terowongan, ungkap pejabat Israel.

Meskipun, intelijen Israel menuduh  bahwa Dief memainkan peran utama dalam operasi perang melawan Zionis. Taktiknya perangnya yang hebat,  menyebabkan salah satu korban yang tewas seorang perwira tinggi pasukan Israel, dan 64 tentara Zionis yang tewas dalam perang, dan ratusan lainnya yang mengalami luka-luka, dan lebih korban difihak pasukan Zionis, enam kali jumlah yang tewas dalam invasi ke Gaza, 2008/2009.

Israel mengklaim telah menewaskan ratusan pejuang Hamas dan menghancurkan terowongan yang berlapis beton. Meskipun, klaim Zionis itu, hanyalah ingin memberikan hiburan kepada publik di negeri Zionis. Sebaliknya, Hamas mengajak wartawan Reuters, menyaksikan terowongan yang masih utuh, dan tidak bisa dijangkau oleh Zionis, Minggu ini.

“Deif menciptakan konsep perang dengan terowongan," kata Hamza Abu Shanab, seorang ahli militer berpusat di Gaza. Sebuah sumber Hamas, yang mengenal Deif, bahwa dia sejak tahun 1990-an, telah membangun konsep perang. Tetapi, ada yang mengatakan bahwa Dief berada di jantung sayap militer Hamas, sejak tahun 1994.

Ehud Yaari, seorang pakar intelijen Israel-Israel  yang berbasis di Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, sependapat. "Mohammed Deif telah dalam waktu yang panjang memimpin sayap militer Hamas”, katanya. “Beberapa orang mungkin tidak menyadari hal itu,  karena Dief telah pernah terbuka di hadapan publik.  

Deif Seorang Ilmuwan

Deif lahir di kamp pengungsi Khan Younis, menurut sumber Hamas. Keluarganya, dan ayahnya sangat miskin. Profesi ayahnya, seorang tukang perabot, tapi ayahnya bersikeras ingin anak-anaknya melanjutkan pendidikan mereka.

Deif meraih gelar dalam ilmu fisika dari Universitas Islam di Gaza. Dia seorang ‘scientis’ (ilmuman) yang memiliki kemampuan dan menguasai dibidang   fisika, kimia dan biologi. Tapi, Deif juga jiwa seni, dan   di kampus ia menjadi salah tim atu komite hiburan Universitas dan pernah tampil di panggung komedi.

Deif  bergabung dengan gerakan Hamas, selama berlangsung Intifadah pertama, atau pemberontakan Palestina, yang dimulai pada tahun 1987. Deif dipenjarakan oleh Zionis-Israel tahun 1989, menghabiskan lebih dari satu tahun di penjara, menurut beberapa sumber di Hamas.

Deif menjadi tokoh Hamas, menduduki daftar paling dicari oleh Zionis-Israel selama beberapa dekade.

Yoram Schweitzer dari Institut Studi Keamanan Nasional Israel, menggambarkan peran Deif, sebagai kepala angkatan bersenjata atau menteri pertahanan.

“Gambaran pribadinya dan pengalamannya membuat Deif ancaman berat bagi Zionis”, kata Schweitzer.

Dalam pesan audio yang sangat langka, dandisiarkan pada 29 Juli, Deif mengatakan Hamas akan terus menghadapi Israel sampai blokade di Gaza - yang didukung oleh Mesir – dicabut.

"Entitas Zionis tidak akan menikmati keamanan, kecuali rakyat  kita (Palestina) hidup dalam kebebasan dan martabat," kata Deif.  Meskipun, Deif sangat menonjol dalam perjuangan melawan Zionis, tapi dia tidak memiliki ambisi politik di Hamas, ungkap menurut Abu Shanab.

Hamas adalah sebuah gerakan yang paling kuat di Timur Tengah. Gerakan yang secara idelogi berafiliasi dengan Jamaah Ikhwan ini, memiliki berbagai cara atau methode perjuangan. Mulai dari perjuangan politik, sampai perjuangan bersenjata.

Sekalipun, Hamas mengikuti pemilu di tahun 2006, dan menang mutlak, tetapi Hamas tidak meninggalkan perjuangan jihad. Karena itu, Hamas membangun sayap militer yang sangat tangguh, dan mampu menghadapi raksasa militer di Timur Tengah, yaitu Zionis.

Kepimpinan Hamas tidak berada di satu tangan, tapi sebagian besar keputusan selalu dibuat bersama oleh sayap bersenjata dan kepemimpinan politik yang tersebar di penjara-penjara Israel, Gaza, Mesir dan Qatar. Di mana pemimpin secara keseluruhan, berada di tangan Khaled Meshaal.

“Gerakan Hamas, tidak ada bisa membuat gerakan itu pecah, kaerna di dalam Hamas - tidak ada seorang pemimpinpun mengambil keputusan sendirian," kata Abu Shanab.

Mentor Deif yang menjadi Komandan Brigade al-Qassam,  menurut Hamas, adalah Emad Akil. Emad Akil merupakan pendahulunya sebagai pemimpin sayap bersenjata di Jalur Gaza. Akil ditembak mati oleh tentara Israel pada tahun 1993.

Deif selalu bersikap hati-hati dalam menentukan kebijakan dan hati-hati, dan tampaknya ini menjadi semboyan Deif. Minggu lalu, Israel secara terbuka mengancam akan membunuhnya, dan ancaman itu pasti dengan segala cara Zionis untuk memenuhi.

“Saraf-sarafnya terbuat dari baja dingin”, kata seorang pejuang  Hamas yang telah bersama-sama di bawah Deif. “Ketika Deif memutuskan menggunakan sebuah tempat tinggal, ia tidak melakukan aktifitas apa-apa. Dia tidak berusaha ingin mengetahui jalan. Sebaliknya Deif menggunakan telinga dan mata orang lain”.

Hamas mensyaratkan siapa saja yang akan bergabung dengan Brigade al-Qassam, mereka harus hafal al-Qur’an. Hafal al-Qur’an syarat utama bagi al-Qassam. Al-Qur’an menjadi manhaj (methode), dan Sunnah Nabi menjadi dasar perjuangan Hamas, tak ada yang lain. Karena  itu, Gerakan Hamas mampu bertahan oleh zaman, ketika menghadapi hantaman Zionis-Israel.

Seperti di tanamkan oleh pendiri Jamaah Ikhwan, Hasan al-Banna, bagi setiap anggotanya, yaitu :

"Allah tujuan kami, Rasul tauladan kami, al-Qur’an undang-undang kami, jihad fi sabilillah jalan hidup kami, dan mati syahid cita-cita tertinggi kami".

Kata-kata Hasal al-Banna itulah yang terpateri di dada setiap pejuang Hamas – Brigade Izzuddin al-Qassam, hingga hari ini. Wallahu’alam. *mashadi


latestnews

View Full Version