View Full Version
Rabu, 16 Nov 2016

Presiden Francois Hollande Harus Berterima Kasih kepada ISIS?

JAKARTA (voa-islam.com) - Paris tidak akan pernah melupakan selamanya, peristiwa : “JUM'AT 13 NOPEMBER”, dan akan meninggalkan bekas luka permanen di wajah kota yang indah itu, seperti peristiwa “9 SEPTEMBER” di New York atau “7 JULI” di London.

Seperti New York, London, Madrid, Riyadh, Beirut, Bagdad, dan kota-kota lain yang telah terkena teror, suatu saat Paris akan menemukan siapa “dirinya”. Melihat mayat berserakan di mana-mana. Melihat orang memuntahkan peluru dengan tenang, saat menembaki orang-orang yang menikmati kehidupan malam kota Paris.

Banyak yang mengatakan peristiwa “JUM'AT 13 NOPEMBER”, serangan yang kedua setelah “CHARLIE HEBDO', merupakan terburuk sejak Perang Dunia II.

Pasti Perancis harus selalu ingat, betapa sakit melihat banyaknya mayat yang berserakan, tembakan terhadap orang-orang yang sedang menikmati kehidupan malam di kota Paris, dan selalu disebut orang-orang yang “TIDAK BERDOSA”.

Nilai-nilai Perancis yang memiliki akar sejarah yang panjang, melalui revolusi yang sangat keras, dan begitu banyak pengorbanan yang tak ternilai bagi mereka, bagi rakyat Perancis, sampai diujung perjuangan itu, dan mencapai kemenangan, atas perjuangan mereka, lahirlah yaitu, sebuah kebanggaan bangsa Perancis berupa "ruh spirit" yaitu : “LIBERTE, EGALITE, dan FRATERNITE”.

Benarkah Perancis memahami arti “LIBERTE, EGALITE, dan PRATERNITE”, bagi dirinya dan bagi bangsa lain? Perancis hidup dengan nilai-nilai terhormat dan berusaha menerapkan dalam kehidupan bangsanya.

Tapi, Perancis tidak pernah mengerti tentang nasib bangsa-bangsa lain, yang sampai hari ini belum dapat menikmati kehidupan, seperti bangsa Perancis dengan “LIBERTE, EGALITE, DAN PRATERNITE”. Bahkan, Perancis ikut menciptakan kondisi yang menjadi antitesa dari nilai-nilai bangsa Perancis yang diagungkan itu.

Mengapa Presiden Perancis Francois Hollanda, sesudah peristiwa “JUM'AT 13 NOPEMBER”, hanya bisa menyatakan negara dalam keadaan darurat, dan menyatakan perang terhadap ISIS? Serangan ISIS hanyalah “LIMBAH' akibat ideologi, persepsi, dan kebijakan yang tidak sesuai nilai-nilai bangsa Perancis, yaitu “LIBERTE, EGALITE, dan PRATERNITE”.

Mengapa Perancis dan Presiden Francois Hollande, mendukung rezim-rezim yang tidak mencerminkan pandangan dasar bangsa Perancis itu?

“LIBERTE”,yaitu adanya kemerdekan dan kebebasan yang merupakan hak hidup bagi setiap induvidu. “EGALITE”, adanya kesetaraan bagi setiap warga, tidak adanya perbedaan dan kelas. “PRATERNITE”, adanya persaudaraan diantara rakyat Perancis. Saling bersaudara, tolong-menolong, menghargai dan menghormati setiap anggota, dan setiap orang memilliki hak kesetaraan dalam semua aspek kehidupan di Perancis.

Jika Presiden Francois Hollande, dan para pejabat dan pemimpin Perancis, tentu sangat sedih, marah, dan terpukul, melihat mayat berserakan di mana-mana.

Mestinya peristiwa "JUM'AT 13 NOPEMBER" ini harus menjadi “ibroh” (pelajaran) yang sangat berharga, bukan hanya untuk memupuk kebencian, dendam, permusuhan, dan pembalasan, dan berbagai bentuk sikap negatif lainnya. Karena hanya akan menambah kekacauan, dan terus saling membalas, tanpa ada akhir.

Presiden Francois Hollande, para pejabat dan para pemimpin Perancis, harus “berterima kasih”, kepada ISIS yang sudah mengingatkan Presiden Francois Hollande, dan pemerintahannya, bahwa kematian akibat serangan itu, tidak dapat diterima, sebuah kejahatan, menyakitkan, dan menyedihkan. Tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diagungkan “LIBERTE, EGALITE, dan PRATERNITE”.

Bisakah sesudah peristiwa “JUM'AT 13 NOPEMBER”, kemudian Perancis mengubah seluruh kebijakannya, yang terlibat di berbagai wilayah atau kawasan, yang mendukung rezim-rezim yang sangat keji, biadab, dan tak berperikemanusiaan, dan  telah begitu banyak membunuhi rakyatnya?

Adakah Perancis melihat kepedihan rakyat Suriah, Irak, Palestina, dan rakyat-rakyat di manapun mereka, yang menjadi korban kebiadaban dan kekejian rezim-rezim yang sangat kotor?

Mengapa Presiden Hollande, masih berkutat bersama dengan Amerika, Rusia, dan Iran, mempertahankan rezim Syi'ah Bashar al-Assad, yang sudah membunuh dengan sangat keji dan melakukan “horor” terhadap rakyatnya sendiri?

Sudah lebih 500.000 rakyat Suriah yang mati di tangan Bashar al-Assad. Tapi, mengapa Hollande tetap bersikukuh mempertahankan Bashar al-Assad, melakukan serangan udara terhadap pejuang oposisi Suriarh?

Peristiwa “JUM'AT 13 NOMBER” yang dilakukan oleh ISIS, sebuah pengingat, bahwa setiap kejahatan akan dibalas. Di dalam Islam berlaku hukum “QISHAS”, siapa yang membunuh harus dibunuh. Tidak ada hukum yang lain.

Berapa banyak rakyat Muslim Suriah, Irak, Afghanistan, dan tempat lainnya yang meregang nyawa akibat serangan Perancis? Ketika mereka menjatuhkan rudal, kemudian menyisakan kehancuran dan mayat bersrakan di mana-mana. Lihat peristiwa di Suriah, Irak, Afghanistan, dan Gaza?

Mengapa semua kejahatan yang menimpa Muslim, tidak membuat para pemimpin, seperti Hollande, Vladimir Putin, Barack Obama, David Cameron, dan lainnya, tidak pernah tergugah hati mereka?

Mereka terus menghujani wilayah-wilayah di negara-negara Muslim dengan rudal, dan mengakibatkan kematian massal. Kematian yang massal itu, tidak membuat mereka sedih, berduka, berempati, dan kemudian menghentikan kejahatan mereka.

Sesudah ISIS menyerang kota Paris “JUM'AT 13 NOPEMBER”, mereka semua tersentak, dan tidak bisa mengerti atas peristiwa itu.

Melihat mayat rakyatnya berserakan di mana-mana. Francois Hollande, Vladimir Putin, Barack Obama, David Cameron, dan lainnya, harus mengerti semua kejahatan yang mereka lakukan terhadap Muslim, pasti akan dibalas.

Sekarang mereka tidak bisa tidur dengan nyenyak. Terima kasih “ISIS” telah membuat para pemimpin “KAFIR” gelisah. Mereka melihat mayat berserakan di jantung kota Paris.

Jika warga Perancis dan warga dunia, berduka atas peristiwa "JUM'AT 13  NOPEMBER", mereka juga harus mengerti setiap kematian Muslim, itu adalah sebuah kesedihan, kedukaan, kehilangan, dan tak pernah bisa  dilupakan selamanya. Wallahu'alam.


latestnews

View Full Version