

Basilan (Voa-Islam.com) - Tiga orang anggota pasukan khusus Angkatan Laut Philipina terbunuh dalam sebuah bentrokan bersenjata di selatan provinsi Basilan, daerah dimana pasukan pemerintah tengah memerangi kelompok pejuang Abu Sayyaf, kata seorang pejabat Rabu (30/12) kemarin.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa pertempuran terjadi di desa kawasan pantai Kandis di kota Muhammad Ajul Selasa (29/12) sore kemarin setelah para serdadu yang menaiki beberapa perahu karet mendapat serangan tembakan dari 20 orang bersenjata yang diduga dari kelompok MILF dibawah pimpinan Tanad Nasalun.
Serangan pada para tentara menyalakan pertempuran bersenjata yang menewaskan Letnan Christopher Pantaleon, Bintara 3 Almario Manalili dan satu anggota pasukan khusus lainnya, Reynan Sumalinog, terluka dalam pertempuran tersebut, kata Laksamana Alexander Pama, komandan wilayah Angkatan Laut.
..Serangan pada para tentara menyalakan pertempuran bersenjata yang menewaskan Letnan Christopher Pantaleon, Bintara 3 Almario Manalili dan satu anggota pasukan khusus lainnya, Reynan Sumalinog..
Dia mengatakan, para tentara, yang merupakan anggota Tim Khusus Tempur, sedang mengadakan patroli keamanan setelah menerima laporan intelijen bahwa pasukan Abu Sayyaf di bawah pimpinan Nurhasan Jamiri dan Puruji Indama berada diwilayah tersebut.
Kelompok pejuang Abu Sayyaf dan MILF aktif beroperasi di Basilan dan sebelumnaya telah di tuduh oleh polisi dan militer terlibat dalam penculikan demi tebusan di provinsi tersebut.
Pama telah memerintahkan anak buahnya untuk mengejar para pelaku penyerangan . "Ada sebuah operasi tanpa henti, katanaya, "operasi kami diwilayah ini untuk memerangi dan menetralisir mereka.
Brigadir Jenderal Marinir Eugene Clemen, komandan pasukan militer di Basilan mengatakan para penyerang melarikan diri dan sedang dikejar oleh anggotanya. "kami sedang melacak keberadaan mereka," kata Clemen yang memimpin operasi di kota Muhammad Ajul.
..Kami akan membiarkan komisi gencatan senjata MILF dan pemerintah Philipina menyelidiki bentrokan tersebut sebagai bentuk pertanggung jawaban dan untuk mencegah meningkatnya permusuhan di Basilan, kata komandan senior MILF..
Namun MILF mengatakan Tanad Nasalun, yang nama aslinya adalah Tanad Haji Yunos, adalah komandan resmi dari kelompok pejuang MILF yang saat ini tengah mengadakan negosiasi damai dengan Manila.
"Kami akan membiarkan komisi gencatan senjata MILF dan pemerintah Philipina menyelidiki bentrokan tersebut sebagai bentuk pertanggung jawaban dan untuk mencegah meningkatnya permusuhan di Basilan, kata komandan senior MILF Eid Kabalu.
Dia mengatakan ada laporan bahwa bentrokan antara kelompok Yunos dan pasukan pemerintah pecah hari Selasa di desa Sinulatan di kota Tuburan dekat Muhammad Ajul. Namun militer mengatakan pasukan mereka bentrok dengan Kelompok Abu Sayyaf dibaWah pimpinan Montong Pula. Tidak ada laporan segera mengnai para korban. (aa/tme)