View Full Version
Sabtu, 17 Mar 2018

Kondisi Lemahnya Rupiah Persis seperti Tahun 1998

JAKARTA (voa-islam.com)- Akibat anjloknya konstruksi hingga ratusan ribu, pihak selain pemerintah akan berpontensi gagal membayar utangnya. Jika demikian, maka kondisi tersebut hampir mirip dengan kondisi 1998.

“Jika kondisi pelemahan Rupiah berlanjut, implikasi lebih jauhnya dapat menyebabkan pihak swasta gagal membayar utang, seperti pada saat krisis 98. Di mana, dalam porsi total ULN yang sebesar US$357,5 miliar, utang swasta mencapai US$174,2 miliar,” kata partai Gerindra, melalui akun Twitter resmi miliknya, Jumat (26/3/2018).

Gerindra menghimbau, pemeringah harus juga mewaspadai hal tersebut. “Risiko bagi swasta juga perlu dicermati mengingat tidak semua ULN swasta di hedging. Rupiah terdepresiasi, bisa sebabkan kinerja keuangan swasta terganggu, karena kewajiban pembayaran utang jadi lebih berat.”

Tidak hanya pemerintah, masyarakat Indonesia juga harus melem bahwa utang dan nilai tukar Rupiah rendah dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diingini. “Rakyat harus sadar bahwa besaran ULN Pemerintah untuk tahun ini sudah perlu di waspadai atau dalam tahap hati-hati, mengingat tren Rupiah akan terus melemah hingga akhir tahun.

Dan yang paling penting harus kita pikirkan adalah risiko krisis keuangan bukan hal yang tidak mungkin bisa kembali terjadi.” Apalagi, masih menurut Gerindra, jika nilai tukar rupiah terus melemah hingga akhir tahun atau mencapai Rp14.000 per dolar AS. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version