View Full Version
Senin, 15 Jul 2019

Gusar Pidato Kemenangan Jokowi, Fahri Tantang Kaum Liberal Bicara

JAKARTA (voa-islam.com)- Pidato Jokowi sebagai Presiden terpilih terkait Visi Indonesia direspon Fahri Hamzah. Bahkan Fahri menantang kaum liberal untuk ikut meresponnya.

Ayolah kaum liberal yang sekuler yang selama ini membela @jokowi, jadilah jubir yang baik. Bangun narasi yang bisa kita perbincangkan dan perdebatkan dong. Ayolah bela pidato #VisiIndonesia itu,” cuitannya, Senin (15/7/2019).

Alasan Fahri menantang kaum liberal agar bangsa ini segar dengan dialektika. “Aku aja mencoba mendengar dan membuat catatan. Pidato presiden @jokowi 24 menit itu cuman segini catatannya.”

Bagusnya mudah dihafal tapi jeleknya pidato itu menurut sia tidak bisa mewakili ide-ide dasar dalam bernegara; negara hukum yang demokratis sebagai metode dasar bernegara.

“Setelah pidato pak @jokowi saya berharap akan banyak juru bicara yang menjelaskan apa makna pidato itu. Ayolah yang pinter-pinter muncul. Sebab banyak juga yang gak paham.”

Ketidakpahaman itu misalnya ia garisbawahi tentang “hilangnya” konsep negara hukum dalam pidato itu. “Saya agak khawatir!

Cara presiden untuk sampai kepada kesimpulan “Bersatu” itu pun kata dia sangat berbau “pembangunanisme” yang dulu sering sidengar sebagai Trilogi Pembangunan: stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan. “Dengan versi baru 5 tahap mencapai #VisiIndonesia itu semua soal pembangunan.”

Lalu, hal lainnya, adalah dengan landasan bahwa dunia kita semakin dinamis, presiden dinilai Fahri ingin memaksa bangsa ini untuk berubah tapi tanpa menjelaskan mau ke mana, lalu semua harus bersatu. “Presiden memuji ‘oposisi dengan syarat’. Inilah yang kelak akan menjadi persoalan dan harus diperdebatkan.”

(Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version