View Full Version
Rabu, 28 Apr 2010

Hati-hati....Sirosis Merusak Hati Hampir Tanpa Gejala Lho

Amitabh Bachchan, salah satu aktor ternama India yang telah membintangi lebih dari 180 film, menyatakan sebagian hatinya rusak akibat terserang sirosis. Aktor Bollywood berusia 67 tahun itu mengatakan kondisi tersebut disebabkan transfusi darah akibat kecelakaan saat pengambilan gambar sebuah film pada 1982.

Sirosis adalah adalah penyakit hati menahun yang ditandai dengan pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Keadaan tersebut terjadi karena infeksi akut yang menyebabkan peradangan sel hati yang luas dan mengakibatkan kematian banyak sel. Pada sirosis dini biasanya hati membesar, teraba kenyal, tepi tumpul, dan terasa nyeri bila ditekan.

Sirosis merusak kemampuan hati untuk mengendalikan infeksi dan mengolah nutrisi, hormon serta obat. Penyakit itu juga dapat disebabkan virus hepatitis B atau C, penyakit metabolik atau gangguan sistem kekebalan tubuh.  Penyebab sirosis hati paling banyak adalah penyalahgunaan alkohol.

Pada usia 45-65 tahun, sirosis merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker.
Di beberapa negara Asia dan Afrika, penyebab utama dari sirosis adalah hepatitis kronis. Di Indonesia, sirosis hati lebih sering dijumpai pada laki-laki daripada perempuan.

Sirosis ringan tidak menimbulkan gejala sehingga penderitanya terlihat sehat selama bertahun-tahun. Sebagian penderita hanya merasa badan tidak sehat, kurang semangat untuk bekerja, rasa kembung, mual, mencret kadang sembelit, tidak selera makan, berat badan menurun, otot-otot melemah, dan cepat lelah.
Pada tahap itu sirosis kadang ditemukan pada waktu melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (general check-up) karena memang tidak ada keluhan sama sekali.

Keluhan yang timbul tergantung pada luasnya kerusakan parenkim hati. Jika aliran empedu tersumbat selama bertahun-tahun bisa terjadi sakit kuning (jaundice), gatal-gatal dan timbul nodul kecil di kulit yang berwarna kuning, terutama di sekeliling kelopak mata.  Kadang-kadang terjadi batuk darah atau muntah darah karena terjadi perdarahan dari vena varikosa di ujung bawah kerongkongan (varises esofageal).

Bila terjadi kegagalan fungsi hati akan timbul gejala seperti rasa lemah, barat badan turun, kembung, dan mual. Timbul bercak mirip laba-laba (*spider nevi) pada kulit tubuh di bagian atas, muka, dan lengan atas. Telapak tangan berwarna merah, perut membuncit akibat penimbunan cairan secara abnormal di rongga perut (asites).

Selain itu, dapat juga terjadi pembengkakan pada tungkai bawah sekitar tulang (edema pretibial), dan gangguan pembekuan darah yang bermanifestasi sebagai peradangan gusi, mimisan, atau gangguan siklus haid.  Diagnosa sirosis hati yang pasti ditegaskan secara mikroskopis dengan melakukan biopsi hati. Dengan pemeriksaan jaringan hati dapat ditentukan tingkat keparahan peradangan hati dan mengetahui penyebabnya.

Pemeriksaan laboraturium pada sirosis hati menunjukkan kadar Haemoglobin (Hb) yang rendah (anemia), jumlah sel darah putih menurun (leukopenia), dan trombositopenia. Kemudian kenaikan SGOT, SGPT dan gamma GT akibat kebocoran dari sel-sel yang rusak.

Kadar albumin rendah bila kemampuan sel hati menurun, kadar kolinesterase (CHE) menurun kalau terjadi kerusakan sel hati, dan masa protrombin memanjang juga terjadi penurunan fungsi hati.
Pada sirosis fase lanjut, glukosa darah meningkat akibat ketidakmampuan sel hati membentuk glikogen.

Pengobatan
Pengobatan sirosis hati tergantung dari derajat kegagalan hati dan hipertensi portal.  Pengobatan dapat berupa istirahat yang cukup, melakukan diet tinggi kalori dan protein disertai lemak secukupnya, menghilangkan sumber racun (misalnya alkohol), dan pengobatan komplikasi.

Pencangkokan hati efektif dilakukan pada penderita yang sirosisnya telah berkembang. Tetapi bila penderita tetap mengonsumsi alkohol atau jika penyebabnya tidak dapat diatasi, hati yang dicangkokkan pada akhirnya juga bisa mengalami sirosis.

Sirosis dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan kanker hati(karsinoma hepatoseluler). Tetapi penyakit itu lebih sering terjadi pada penderita sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B atau C, kelebihan zat besi (hemokromatosis) dan penyakit penimbunan glikogen yang berlangsung lama. Kanker hati juga bisa terjadi pada penderita sirosis karena penyalahgunaan alkohol.

Sirosis dapat dihindari dengan tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan, makan makanan yang sehat, mengurangi asupan lemak dan makanan yang digoreng, menjaga berat badan yang sehat, dan mengurangi risiko terserang hepatitis B dan C.

Red: Krisman Purwoko
Sumber: ant

Share this post..

latestnews

View Full Version