View Full Version
Senin, 12 Dec 2011

Prancis: Suriah Berada Dibalik Pemboman Pasukan UNIFIL di Lebanon

PARIS, PRANCIS (voa-islam.com) - Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan pada hari Ahad (11/1/2011) Paris percaya Suriah yang berada di balik serangan terhadap pasukan negara itu di Libanon awal pekan ini.

Sebuah bom pinggir jalan melukai lima penjaga perdamaian Prancis di Libanon selatan pada hari Jumat, dalam serangan ketiga tahun ini terhadap pasukan PBB yang dikerahkan di dekat perbatasan dengan Israel.

"Kami punya alasan kuat untuk percaya serangan ini berasal dari sana (Suriah)," kata Juppe pada RFI radio. "Kami pikir itu yang paling mungkin, tapi saya tidak memiliki bukti."

Perancis - dengan Inggris, Jerman dan Amerika Serikat - telah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengangkat isu Suriah lagi. Pada bulan Oktober, Rusia dan Cina memveto resolusi yang akan mengutuk tindakan keras Damaskus pada pengunjuk rasa pro-demokrasi dan ancaman sanksi-sanksi yang mungkin.

Ketika ditanya apakah ia percaya Hizbullah telah melakukan serangan atas nama Damaskus, Juppe mengatakan: "Tentu. Hizbullah adalah sayap bersenjata Suriah (di Libanon).."

Pemboman hari Jumat menyusul serangan-serangan pada Mei dan Juli terhadap pasukan penjaga perdamaian Prancis dan Italia dan datang ketika PBB mempersiapkan peninjauan terhadap operasi bekekuatan 12.000 personil tersebut, yang ditingkatkan setelah 34 hari perang Israel dengan Hizbullah pada tahun 2006.

Juppe meminta pemerintah Libanon untuk menjamin keamanan pasukan penjaga perdamaian di negara itu dan mengatakan review di PBB akan menilai konsekuensi dari serangan itu dan mendefinisikan kembali tujuan dari misi UNIFIL.

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati akan mengunjungi Paris pada bulan Januari dan masalah Suriah kemungkinan merupakan puncak agenda dari kunjungan itu.

Perancis telah memimpin upaya Barat untuk mencoba untuk memaksa Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mengakhiri penindasan. Juppe telah menyarankan kebutuhan untuk mengatur zona untuk melindungi warga sipil, proposal pertama oleh kekuatan utama Barat untuk intervensi luar di lapangan.

Perlawanan telah sengit di pusat kota Homs. Semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir, kota itu telah melihat pembunuhan dan penculikan sektarian oleh anggota sekte Alawit Bashar al-Assad , sebuah cabang dari Syi'ah yang menguasai pemerintahan saat ini terhadap Muslim Sunni yang mayoritas di Suriah.

Juppe mengatakan dia khawatir tentang situasi di Homs dan berharap Liga Arab masih bisa meyakinkan Damaskus untuk memungkinkan pengamat ke negara itu untuk memberikan bantuan dan melihat apa yang terjadi di lapangan.

"Hal ini masih sedang dibahas dan kami berharap (Liga Arab) akan mencapainya," katanya.

Dewan Keamanan PBB pada Jum'at sepakat terhadap permintaan Perancis untuk mengadakan rapat menyangkut tindakan keras Suriah dari kepala hak asasi manusia PBB,  mengatasi perlawanan dari Rusia, Cina dan Brasil, utusan Barat mengatakan.

Juppe mengatakan Bashar Assad telah kehilangan semua legitimasi dan Paris mendorong Rusia untuk mengubah sikap di PBB di mana Moskow telah menolak untuk mendukung setiap resolusi Dewan Keamanan terhadap Suriah.

"Kami berusaha meyakinkan Rusia untuk keluar dari isolasi yang menempatkan negara itu di dalam," katanya. (an/Reuters)


latestnews

View Full Version