View Full Version
Kamis, 15 Dec 2011

Tak Cuma di Darat, Al-Shabaab dan Militer Kenya juga Perang di Twitter

NAIROBI, KENYA (voa-islam.com) - Perang antara kelompok pejuang Islam Somalia, Al-Shabaab dengan militer Kenya ternyata tidak hanya terjadi di lapangan di wilayah-wilayah Somalia, namun juga terjadi di dunia maya melalui jejaring sosial twitter.

Anggota kelompok pejuang Islam Al-Shabaab dan tentara Kenya yang telah bertempur satu sama lain di lapangan Somalia sejak Kenya menginvasi negara itu dua bulan lalu saat ini juga mulai melakukan "perang" di Twitter, dengan ejekan, tuduhan dan penghinaan secara langsung yang saling berbalas oleh juru bicara kedua belah pihak dalam pertempuran langka di Internet.

Menurut para analis, perang propaganda di situs mikroblogging tersebut menunjukkan penggunaan media yang semakin canggih oleh kedua belah pihak dan menggarisbawahi bahwa seringkali ada sedikit informasi yang terpercaya tentang konflik di Somalia yang kini secara langsung atau tidak langsung melibatkan setengah lusin negara.

"Tweet-tweet itu sendiri tidak akan sepenuhnya akurat tetapi akan memungkinkan para analis untuk melakukan pelacakan informasi tersebut dan datang dengan gambaran yang lebih akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi," kata EJ Hogendoorn dari International Crisis Group.

Pada hari Senin, kelompok pejuang Al-Shabab menggunakan Twitter feed-nya menulis bahwa Kenya memiliki sejarah melakukan "tindakan barbar" terhadap etnis Somalia, dan mengutip sebuah pembantaian 1984 di mana kelompok hak asasi manusia mengatakan tentara Kenya membunuh sekitar 3.000 orang etnis Somalia di timur Kenya.

Menunjukkan tindakan yang lebih baru, tweet Al-Shabaab yang dimulai pekan lalu mengklaim bahwa tentara Kenya di Somalia "melarikan diri dari perang & gentar dalam menghadapi kematian." Umpan Twitter itu juga menjelaskan pers rilis Al-Shabaab yang memberikan rincian tentang tentara Burundi tewas dalam pertempuran bulan Oktober lalu antara pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika dan pejuang Islam.

..Anggota kelompok pejuang Islam Al-Shabaab dan tentara Kenya yang telah bertempur satu sama lain di lapangan Somalia sejak Kenya menginvasi negara itu dua bulan lalu saat ini juga mulai melakukan "perang" di Twitter, dengan ejekan, tuduhan dan penghinaan secara langsung yang saling berbalas oleh juru bicara kedua belah pihak..

Al-Shabaab mengklaim telah menewaskan lebih dari 100 tentara Uni Afrika pada saat itu, namun pasukan Uni Afrika hanya melaporkan 10 korban meskipun sumber keamanan yang berbasis di Mogadishu mengatakan angka itu mendekati 70, setelah mereka tak dapat mengelak saat ditunjukkan video Al-Shabaab yang mempertontonkan mayat-mayat tentara Uni Afrika yang tewas setelah terjadinya pertempuran.

Tweet-tweet Al-Shabaab, yang ditulis dalam bahasa Inggris yang fasih, mengejek suatu postingan Twitter sebelumnya oleh juru bicara militer Kenya, Mayor Emmanuel Chirchir, yang mengancam untuk membom kumpulan dari keledai-keledai yang mungkin membawa senjata bagi para pejuang Islam.

"Strategi pertempuran eksentrik Anda telah membuat kelompok hak-hak hewan sangat khawatir Mayor," kata postingan Al-Shabaab.

Associated Press telah menetapkan bahwa kedua akun Twitter - HSMPress (milik Al-Shabaab) dan MajorEChirchir (juru bicara militer Kenya-red) adalah sah dan benar-benar ada. Tidak jelas siapa yang menulis tweets Al-Shabaab. Beberapa orang Amerika, kebanyakan keturunan Somalia, dalam beberapa tahun terakhir bergabung dengan grup ini yang Washington telah tetapkan sebagai organisasi teroris.

Juru bicara militer Kenya, Mayor Emanuel Chirchir sendiri telah merespon postingan-postingan Al-Shabaab tersebut dengan rentetan tweets-nya.

"Dengan Al-Shabab bergabung di twitter, mari kita berperang ke depan pintu mereka," tulisnya. Dalam tweetnya Chirchir menuduh Al-Shabab merajam seorang gadis tak berdosa sampai mati dan memotong tangan. Dia juga menuduh bahwa banyak komandan Al-Shabaab telah melarang wanita Somalia memakai pakaian dalam di wilayah mereka, dan mendesak pembaca untuk men-tweet ulang pesan tersebut dalam mendukung perempuan Somalia.

..Associated Press telah menetapkan bahwa kedua akun Twitter - HSMPress (milik Al-Shabaab) dan MajorEChirchir (juru bicara militer Kenya-red) adalah sah dan benar-benar ada..

Aktivis hak asasi manusia Kenya Hassan Omar Hassan mengatakan kesibukan terhadap tweet mengaburkan kurangnya informasi tentang operasi yang sebenarnya oleh militer Kenya sejak negara itu memasuki Somalia pada bulan Oktober. Para pemimpin Kenya tidak mengatakan berapa lama intervensi itu mungkin berakhir atau apa tujuan akhir dari misi tersebut.

"Untuk membuat penilaian yang jujur ​​tentang perang itu, warga Kenya memerlukan akurasi yang lebih tentang laporan perang," kata Hassan. "Kami tidak tahu cerita lengkap tersebut ... pemerintah telah mampu mengakali akuntabilitas dari laporan. "

Pihak militer awalnya menggambarkan serangan terhadap Al-Shabaab sebagai misi singkat yang dipicu oleh penculikan orang asing di Kenya, dekat perbatasan Somalia yang mereka tuduhkan kepada pejuang Islam Somalia, meski kelompok itu membantahnya. Namun, Kenya telah mendorong untuk pembentukan sebuah negara penyangga di sepanjang perbatasan dengan Somalia yang dilanda perang selama bertahun-tahun.

Pekan lalu, Parlemen Kenya menyetujui rencana yang akhirnya menempatkan pasukan Kenya di bawah komando pasukan Uni Afrika di ibukota Somalia, menunjukkan bahwa pasukan Kenya bisa tetap di Somalia untuk waktu yang lama. Rencana tersebut belum disetujui oleh PBB atau pendonor pasukan Uni Afrika.

Analis mengatakan jika tweet-tweet Al-Shabab tepat waktu, informasi yang akurat tentang peristiwa itu mungkin akan memaksa pengungkapan yang lebih dari otoritas militer Kenya dan Uni Afrika.

Hingga kini Twitter Al-Shabaab telah menarik sebanyak 3500 lebih followers sementara juru bicara Kenya, Mayor Emanuel Chirchir memiliki 11.000 followers lebih. (up/AP)


latestnews

View Full Version