View Full Version
Selasa, 20 Dec 2011

Taliban Bantah Lakukan Perundingan Rahasia dengan AS

PESHAWAR, PAKISTAN (voa-islam.com) - Seorang komandan senior Taliban Afghanistan hari Senin (19/12/2011) membantah kelompok itu melakukan perundingan rahasia dengan AS yang telah mencapai sebuah titik peralihan.

"Bagaimana mungkin perundingan berlangsung pada tahapan kritis, sementara pembicaraan bahkan belum dimulai," kata komandan itu kepada Reuters melalui telepon menanggapi pernyataan sejumlah pejabat AS bahwa perundingan telah berlangsung selama 10 bulan terakhir dan kini mencapai titik peralihan.

Pejabat-pejabat AS mengatakan, mereka akan segera mengetahui apakah terobosan bisa dicapai untuk menuju perundingan perdamaian yang sasaran utamanya adalah mengakhiri perang Afghanistan.

Sebagai bagian dari diplomasi berisiko tinggi yang dipercepat, AS mempertimbangkan pemindahan tahanan-tahanan Taliban dari penjara militer Teluk Guantanamo ke pusat penahanan pemerintah Afghanistan.

Taliban sejauh ini bersikeras bahwa mereka tidak akan memasuki negosiasi bila pasukan asing masih berada di Afghanistan. Bahkan, jika mereka melakukan hal itu, mereka mungkin enggan mengakuinya.

..Bagaimana mungkin perundingan berlangsung pada tahapan kritis, sementara pembicaraan bahkan belum dimulai..

Sejumlah komandan juga khawatir akan semangat para pejuang mereka di lapangan jika mereka tahu para pemimpin mereka melakukan perundingan.

"Sikap kami mengenai perundingan tetap sama. Semua pasukan pendudukan harus meninggalkan Afghanistan. Kemudian kami bisa berunding," kata komandan itu dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.

Pada Oktober, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan.

Presiden Hamid Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.

Pejuang Taliban meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan juga pembunuhan terhadap politikus, termasuk yang menewaskan Ahmed Wali Karzai, adik Presiden Hamid Karzai, di Kandahar pada Juli dan utusan perdamaian Burhanuddin Rabbani di Kabul bulan September. (by/ant)


latestnews

View Full Version