View Full Version
Kamis, 21 May 2020

Sambut Idul Fitri di Tengah Pandemi

 
Oleh:
 
Wahyu Utami, S.Pd
 
 
Guru di Bantul Yogyakarta
 
 
 
TAK terasa Bulan Ramadhan akan segera berlalu. Ada rasa sedih karena harus berpisah dengan bulan mulia. Tetapi akhir Ramadhan juga merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kaum muslimin karena telah menyelesaikan salah satu hukum Islam yang diperintahkan Allah SWT. Rasululloh SAW bersabda, “Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang membahagiakannya: ketika berbuka ia bahagia, dan ketika bertemu dengan Tuhannya ia pun bahagia karena puasanya itu (HR al Bukhari).
 
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Idul Fitri tahun ini dirayakan kaum muslimin dalam suasana prihatin karena masih dalam ancaman wabah covid-19. Kaum muslimin tidak bisa melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan/masjid dan juga tidak bisa silaturahmi ke handai taulan karena interaksi sosial yang dibatasi. Namun, jangan sampai kita kehilangan makna dari perayaan Idul Fitri. Sejatinya kebahagiaan dan hangatnya ukhuwah pada hari raya Idul Fitri masih bisa kita lakukan sekalipun tidak bisa bertemu secara langsung. Apa saja yang bisa kita lakukan dalam rangka menyambut momen Idul Fitri di tengah pandemi ini?
 
Di dalam Islam, kehidupan dibangun di atas 3 pilar utama, yaitu individu dan keluarga, masyarakat serta negara. Ketiga pilar tersebut saling melengkapi, jika salah satu lumpuh maka kehidupan pasti akan terganggu dan mendatangkan kesengsaraan. Oleh karena itu, tiga pilar ini harus bersama-sama menghidupkan perayaan Idul Fitri ini agar tetap bermakna. 
 
Pertama, dalam skala individu dan keluarga. Sistem kapitalisme telah lama membuat kita terbiasa hidup individualistik. Hubungan antar keluarga kurang harmonis karena kesibukan masing-masing anggota keluarga. Idul fitri ini bisa menjadi momentum untuk menguatkan hubungan kembali. Seluruh anggota keluarga melaksanakan shalat Idul Fitri dan menikmati hidangan bersama-sama di rumah. 
 
Kedua, dalam skala masyarakat. Sistem kapitalisme secara perlahan-lahan telah mengikis hubungan ta’awun (saling tolong menolong) antar anggota masyarakat. Masyarakat saling acuh tak acuh bahkan kadang tidak saling kenal dengan tetangga sekitar rumah. Sejak awal pandemi, hubungan ini lambat laun mulai terbangun kembali.
 
Buktinya banyak dana sosial dari masyarakat yang mengalir kepada yang membutuhkan. Semoga momentum Idul Fitri ini semakin menguatkan hubungan tersebut dan keharmonisan kehidupan di dalam masyarakat akan terbangun kembali. Kelebihan harta yang kita miliki bisa digunakan untuk berbagi dengan saudara dan tetangga.
 
Ketiga, dalam skala negara. Penguasa hendaknya menjadikan momentum Idul Fitri ini untuk mengajak umat menata kembali kehidupan berlandaskan aturan ilahi. Sudah sepatutnya penguasa melakukan perenungan terhadap kondisi umat dan perubahan yang harus dilakukan dengan bekal takwa yang telah dipupuk selama Ramadhan. Jadikan Idul Fitri ini sebagai pintu gerbang untuk menerapkan ketakwaan menuju perubahan hakiki dalam seluruh aspek kehidupan. Allah SWT berfirman di dalam QS Ar Rum ayat 4-5 yang artinya, “Pada hari (kemenangan) bergembiralah orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.* 

latestnews

View Full Version