View Full Version
Jum'at, 02 Apr 2021

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Penulis:

Ensklopedia Sakit Qalbu dan QQ Healing (Quranic Quantum Healing)

Ini Dia 350 Penyakit yang disebabkan Sakitnya Qalbu Kita

Desvanto Abi Khadijah, CHt 

RSQQ - Rumah Sehat Quran Quantum

--------------------------------------------

Ini adalah sambungan materi sebelumnya, disini tulisan sebelumnya

Tahukah Anda?

Masalah hati, sakit hati, jatuh hati, patah hati hingga kurang hati-hati menyebabkan ganguan kalbu atau Qalbu, ini dia 350 penyebab penyakit yang berasal dari Qalbu kita.... Serem...

Hati atau Kalbu adalah panglima, demikian seuntai peribahasa lama yang kerap kita dengar. Tak hanya itu dalam Islam masalah kalbu atau disebut Qalbu sejatinya berada di jantung kita.

Bahaya Sering marah, jengkel, bertengkar dan memendam masalah. 90% Bisa menyebabkan penyakit 

Masalah sakit hati, kesal, marah jangan dianggap remeh, karena berimplikasi pada pasangan kita, anak kita atau saudara kita, "Orang tua sering berantem dan selesainya lama bisa menyebabkan 350 penyakit yang berasal dari Qalbu yang sakit. 90% sakit karena masalah pikiran dan perasaan yang sedang bermasalah dan bertahun-tahun dipendam." jelas Desvan Abi Khadijah mengutip pernyataan ilmuwan Amerika Serikat Prof David Hawkins.

"Penyakit memang atas izin Allah, namun ada penyebab yang menjadikah hal tersebut dapat terjadi. Salah satunnya dari pertengkaran, ucapan merendahkan orang lain, suami istri bertengkar di depan anak atau masalah saat hamil" jelas Abi Khadijah dari RSQQ (Rumah Sehat Quran Quantum) di Bekasi ini kerap online terapi melalui zoom meeting setiap malam jam 20.30-22.00 wib.

90% sakit karena masalah pikiran dan perasaan yang sedang bermasalah dan bertahun-tahun dipendam." jelas Desvan Abi Khadijah mengutip pernyataan ilmuwan Amerika Serikat Prof David Hawkins.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati / Qalbu (jantung)”. (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599). 

Secara science Fisika Quantum, Masalah Qalbu sebabkan 350 jenis penyakit lho

'Ganasnya Masalah Qalbu, bisa menyebabkan 350 jenis penyakit...' demikian penjelasan DR. Syamsul Balda Msc, MBA, CH, CHt, pendiri Institute of Quantum Life (IQL) dalam sebuah silaturahim alumni Quantum Healing IQL di SMDIT/SMPIT Gema Nurani, Jl. Raya Kaliabang Tengah, Kec. Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 7 November 2020 silam.

Masalah Qalbu terkait sekali dengan penyaluran masalah nafsyu syahwat, "Dalam menyalurkan nafsu-nafsu tersebut sering menimbulkan masalah bagi orang lain, dan Allah SWT akan memberikan peringatan keras terhadap orang yang berlaku aniaya atau berani melanggar hak orang lain, bentuknya teguran Allah bisa berupa penyakit beragam jenis, tujuannya agar orang tersadar dan bertaubat kembali kepada Al Quran dan As Sunnah." Ungkap Dr. Syamsul Balda yang kuliah doktoral Fisika di Inggris.

MENGUBAH NASIB dan SAKIT yang jarang diketahui dan diajarkan di sekolah

Manusia adalah bagian dari peradaban. 

Peradaban adalah kumpulan Nasib.

Nasib tampak pada alam kenyataan. Kenapa nasib berbeda2 ? Krn setiap manusia punya karakter yg berbeda

NASIB tercipta karena karakter.

KARAKTER tercipta dari kebiasaan. 

KEBIASAAN tercipta dari tindakan yg dilakukan berulang-ulang.

TINDAKAN pasti diilhami oleh pikiran.

Pikiran sudah tidak terlihat. Di level inilah energi bekerja. Inilah DUNIA QUANTUM

PIKIRAN dikendalikan oleh perasaan. 

PERASAAN bergantung pada Spiritual. 

SPIRITUAL inilah pusat segala sesuatu terjadi.

" Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah NASIB suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yg mengubah apa-apa yg pada JIWA mereka". (QS Ar Rad :11)

 

Jiwa itu tak terlihat, itulah Pikiran, Perasaan dan Spiritual. 

Maka jika ingin MENGUBAH NASIB Anda, Fokus saja memperbaiki apa yg ada pada dunia quantum yaitu PIKIRAN, PERASAAN dan SPIRITUAL. 

 

Beda ya Nasib dan Takdir. 

TAKDIR adalah sesuatu yg tidak bisa kita akses. Takdir adalah hak mutlak Allah dan hanya Dia yg mengetahui dan mengendalikannya, mengubahnya. Takdir tidak bisa manusia yg ubah.  

Allah beri kita kesempatan untuk mengubah Nasib kita menjadi lebih baik. 

Lalu cara bagaimana? ...

dg memaksimalkan potensi yg Allah berikan yaitu kekuatan pikiran, perasaan dan spiritual...di level quantum. 

Kalau selama ini Anda tidak mudah utk meraih sesuatu, jawabannya karena selama ini Anda tidak masuk ke level/dunia quantum.

Anda bertahan di level nyata dan hanya mengandalkan fisik saja. Sehingga rezeki yg seharusnya berlimpah tidak dapat Anda akses. 

Dengan Anda dapat mengakses dunia quantum dg baik, maka Anda bisa menjadi seperti magnet yg bisa menarik rezeki berlimpah yg telah disediakan Allah.  

Siap kita meninggalkan logika kita dan masuk dunia quantum lebih dalam ....? 

Percaya dan mengandalkan kekuatan Allah satu- satunya?

So kendalikan :

Pikiran

Perasaan 

Spritual

Hanya kepada yang baik saja.

Lakukan semua karena Allah.

Katakan:

" Rabb ....

Jadikan seluruh persendian dan seluruh sel dalam tubuh hamba hanya mencari keridhoan dariMu ....."

Biiznillah bila Allah ridho, apapun yang Anda inginkan datang sesuai pesanannya Anda. 

======

Desvan Abi khadijah CHt dari RSQQ mencatat beberapa penyebab 350 jenis penyakit yang disebabkan Qalbu bermasalah, penyakit muncul karena sering mengumbar hawa nafsu jelas Dr. Syamsul Balda, Msc, MBA, Cht, Ch 

INI DIA PENYEBAB ANDA SAKIT KARENA MASALAH QALBU dan Mengumbar Nafsu

1. Alergi = punya keinginan kuat dibarengi dengan kejengkelan, ada amalan salah untuk keselamatan, ambisi tinggi, ambisi untuk disegani, suka ke dukun-dukun

2. Amandel = Suka menyimpan amarah yang tertahan

3. Ambien = Emosi berlebihan bila ada masalah dalam keluarga, biasanya diam dulu, kemudian marah besar

4. Anak Amandel = Salah satu orang tuanya kalau bicara sering ngotot

5. Anak Asma / sesak napas = Karena tidak ingin bertengkar antara suami isti, maka bila terjadi perselisihan sering tidak diselesaikan dan menjadi jengkel yang tersimpan. Ada masalah yang tidak bisa dibicarakan kepada siapapun (karena malu, sungkan, dll). Saat hamil salah satu orang tua menyimpan jengkel yang kuat.

6. Anak Autis = tidak bisa bicara = Waktu hamil ada masalah suami istri tidak diselesaikan, tetapi disimpan dengan jengkel dalam waktu yang lama (lebih dari 1 bulan) = Salah satu orang tua sering malas berpikir bila menghadapi masalah atau dalam berdiskusi = Orang tua agak pendiam = Saat hamil salah satu orang tua suka geregetan (marah terpendam) = Orang tua banyak bertolak belakang, yang satu sangat pendiam, yang satu sangat enerjik.

7. Anak belum bisa jalan = orang tua malas mengutarakn masalah rumah tangga yang dihadapi (suka mendiamkan masalah) diam disertai jengkel.

8. Anak cairan dalam otak = Waktu hamil, salah satu orang tua bila punya masalah suka malas memikirkannya (putus asa)

9. Anak Cerebal palsy (Lumpuk otak) = Pada saat hamil, salah satu orang tua sering diam (mendiamkan) tidak mau membicarakan masalah yang dihadapi

10. Anak Down Syndrom = Sewaktu hamil ibu pernah marah sampai mengeluarkan kata-kata yang merendahkan orang lain

11. Anak Epilepsi (ayan) = Orang tua sering bertengkar, lalu diam (melamun) dan jengkel yang disimpan lama = salah satu orang tua gampang tersinggung = Bila marah sering merendahkan orang lain = salah satu orang tuanya sering berpikiran negatig (negative thingking) 

12. Anak gagal ginjal = Saat hamil orang tua sering bertengkar dan menyimpan jengkel

13. Anak ginjal menggelembung, sebagian urin dari kandung kemih kembali ke ginjal = Salah satu orang tua sering jengkel (disimpan lama) pada pasangan, diam tidak mau mendiskusikan masalah.

14. Anak ginjal dan radang otak (Meningitis) = Orang rua sering bertengkar, marah yang disimpan lama, jengkel

15. Anak hepatitis A = Orang tua sering berantem dan selesainya lama

16. Anak Hydrocephalus = Bila ada masalah yang keluar pertama adalah jengkel dulu = Bila dinasehati, iya-iya saja tapi tidak dilaksanakan

17. Anak Hypoteroid = Salah satu orang tuan bila ada masalah lebih banyak diam

18. Anak jatuh dan lumpuh = Orang tua sering bertengkar dan sering putus asa dalam menghadapi masalah

19. Anak jatuh dari ketinggian = Orang tua kurang komunikasi

20. Anak kejang-kejang saat tidur = Orang tua sering bertengkar atau menyimpan masalah disertai emosi, tidak didiskusikan atau diselesaikan, amalah salah. 

21. Anak keterbelakangan mental = Salah satu kedua orang tua sering punya emosi yang kuat dan kalo marah sering kalap, sampai mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaaan (merendahkan) orang 

22. Anak, leher lemah = Salah satu orang tua tidak menghormati orang tuanya

23. Anak Leukimia = Orang tua sering bertengkar dan menyimpan amarah (jengkel) = orang tua gampang tersinggung dan jengkel

24. Anak lumpuh = Orang tua sering putus asa dalam menghadapi masalah

25. Anak malas = Orang tua sering malas-malasan dalam mengerjakan sesuatu

26. Anak meninggal dalam kandungan (tali pusat kecil) = Cepat tersinggung dengan suami

27. Anak Mongoloid = Saat hamil salah satu orang tuanya suka merendahkan/meremehkan orang lain

28. Anak, muka bengkak, Benjolan dekat mata = Orang tua sering emosi dan marah yang tersimpan bila melihat sekitarnya ada yang tidak cocok di hati 

29. Anak nakal = Orang tua sering marah / uring-uringan / emosi

30. Anak laki semua (susah dapat anak perempuan) = *

31. Anak perempuan semua (susah dapat anak laki-laki) = *

32. Anak pengasaman pada ginjal = Pada saat hamil, ada masalah yang membuat jengkel dan tersimpan lama di hati.

33. Anak radang otak = Orang tua menyimpan marah yang selalu terpikirkan

34. Anak rewel = Sebelum lahir anaknya, salah satu orang tuanya suka jengkel

35. Anak sering kejang-kejang (autis) = Salah satu orang tua sering diam, bila ada masalah dipendam jadi jengkel

36. Anak sering diganggu mahluk lain (selalu ngajak pergi, tak bisa pulang) = Waktu hamil dibacakan surat Yusud agar anaknya cakep (niat baca Al Quran bukan karena Allah)

37. Anak sering kesurupan = Orang tua punya amalan salah, baca Al Quran dengan niat duniawi atau sering melamun

38. Anak sering kejang (step) = Salah satu orang tua sering marah (emosi tinggi) tapi diam dan jengkel

39. Anak sering pingsan = Suami istri sering bertengkar, marah, diam, jengkel, melamun (halu, halusinasi)

40. Anak susah bangun dari duduk = Orang tua sering marah

41. Anak susah diatur, sering menyendiri = Salah satu orang tua bila punya keinginan harus dituruti = Bila ada masalah suka ngambek

42. Anak (3,5 tahun) tidak bisa bicara = Saat hamil, orang tua suka diam bila ada masalah (dipendam) = Saat hamil, orang tua suka putus asa dalam menghadapi masalah

43. Anak Talasemia = Pada saat hamil ibunya menyimpan jengkel dan dendam yang kuat pada keluarganya atau suaminya

44. Anak tidak bisa diatur = Orang tua 'semau gue'

45. Anak sampai usia 10 tahun tidak mau / menolak makan nasi = Salah satu orang tuanya tidak pandai bersyukur, marah kalo disuruh bersyukur

46. Anak toksoplasma & rubella = Salah satu orang tua sering berantem dengan orang tuanya atau berantem suami istri = salah satu orang tua sering menyimpan jengkel = salah satu orang tua jika dinasehati suka menolak

47. Anak trombosit turun = Saat hamil, orang tuanya menyimpan amrah yang lama

48. Anak tumor payudara = Kedua orang tuanya sering bertengkar

49. Anemia (kekurangan sel darah merah, HB rendah) = sering menyimpan marah (jengkel) pada pasangan atau pada orang tua hampir tiap hari 

50.  Anyangan (kesemutan) = Apa yang diinginkan supaya tercapai

51. Asam Urat = Prinsipnya tidak bisa diarahkan (kaku, tidak mau kurang lebih) = susah dinasehati

52. Asma = Emosi tertekan dan tertutup

53. BAB Berdarah = Emosi tinggi dan cepat marah

54. BAB dan kencing panas = Jengkel karena punya keinginan yang kuat (ngotot) tetapi tidak kesampaian

55. BAB sering = Sering ngomel dalam rumah tangga

56. BAB tidak lancar = Sering menyimpan masalah, tidak diomongkan = pendiam = tidak suka bicara = menyimpan jengkel

57. Badan goyang (limbung seperti di kapal) = amalan salah

58. Badan lemas = ada kekhawatiran yang tinggi (takut berlebihan) dalam pikiran 

59. Badan panas (linu, gerah, ga bisa berdiri atau jalan) = Amalan salah 

60. Badan sakit-sakitan (gejala stroke) = Suka tersinggung, suka jengkel (walau sedikit) dalam menghadapi pekerjaan

61. Batu Ginjal = Marah, jengkel tetapi takut (pada orang tua atau pasangan)

62. Batuk = Cerewet, apa-apa dikomentari = Banyak omong, keras dan kasar

63. Batuk Flu = Sering tidak peduli pada lingkungan

64. Bau badan = Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasehati langsung 'nyerang' dan malas

65. Bau mulut = Biasanya mempunyai sifat yang bicaranya tidak enak atau suka bikin tersinggung  (menyakiti) orang

66. Benjolan di dekat telinga kiri = Suka jengkel bila mendengar sesuatu yang tidak cocok dihati (cepat tersinggung)

67. Benjolan di kaki = punya keinginan kuat, kaku keras kepala

68. Benjolan di leher (gondok) = Jarang bicara, tapi sekali bicara pedas

69. Benjolan di leher kiri = Banyak marah, kalo ngomong suka ngotot

70. Benjolan di lutut = Sering jengkel bila nasehatnya tidak dituruti

71. Benjolan di pita suara = Sering mau menasehati pasangan tetapi tertahan tidak jadi ngomong akhirnya jadi jengkel yang tersimpan

72. Benjolan di rahim = Sering jengkel pada suami atau ayah

73. Benjolan di telapak kaki = jengkel yang disimpan sampai sekarang

74. Bisul di kepala = Ambisi tinggi dan dikerjakan

75. Bisul di pantat = Ambisi tinggi tetapi tidak dikerjakan

76. Bisul di perut bawah = Kalau ada keinginan sering ngoto (ambisi tinggi)

77. Bronkitis, batuk terus = Agak pendiam dan gampang tersinggung = Kalau marah diam saja 

78. Cacar air (Varicella zoster, Varicella simpex = Ada keinginan yang sangat kuat disertai nafsu, tetapi tertahan  

79. Dada berdebar = Ada ketakutan berlebih (pada pasangan), mempunyai amalan salah

80. Dada panas = Marah dipendam, tertekan, emosi pada pasangan atau orang tua

81. Dada sesak dan darah tinggi = Cenderung pendiam, cepat emosi, gampang tersinggung, marah tersimpan (jengkel)

82. Dada sesak dan panas = Amalan salah, ilmu turunan atau marah yang disimpan

83. Darah mengental = Banyak diam, banyak jengkel, cepat putus asa, dan kurang senyum

84. Darah rendah = Banyak khawatir / pertimbangan, ragu-ragu, dan tidak ada penyelesaian masalah, sering didiamkan saja

85. Darah tinggi (hypertensi) = Emosi tinggi, tak mau kalah, cepat tersinggung = suka terburu-buru dan sering jengkel = sering jengkel dan geregetan = suka ngomel

86. Dengkul kiri sakit = Sering emosi dan ragu-ragunya kuat

87. Dengkul dan persendian sakit, asam urat = Punya keinginan yang kuta (ngotot), Kaku dalam pekerjaan, ga bisa ditawar, Bila berdebat susah dikalahkan

88. Diabetes =  Kalo punya keinginan, ngotot = Kalo menasehati orang harus dituruti, bila tidak akan marah dan jengkel = Kalo dinasehati orang, tidak mau menerima = Solusinya paling benar = suka ngatur 

89. Diabetes, Katarak, Glaukoma = Selalu menolak nasehat pasangan

90. Diabetes, Dada sesak, telinga kiri agak tuli = sering mengamuk pada suami / pasangan

91. Diare Kronis = Gampang marah bila ada masalah di keluarga

92. Dinding rahim menebal = Tidak mau dengar nasehat / masukan orang

93. Ditabrak orang dari belakang = Selalu lambat bila disuruh (oleh orang tua), lelet.

94. Demam / demam berdarah = Pendiam dan gampang tersinggung

95. Endometriosis (penebalan dinding rahim) = Sering membantah pada ayah atau suami 

96. Flu / pilek = Sedikit-sedikit dipikir serius = Terlalu serius (penuh emosi) dalam memandang dan memikirkan sesuatu, jangan pernah menyalahkan cuaca, semuanya rahmat Allah

97. Gatal karena alergi = Keinginan kuat (ambisius) disertai emosi = Amalan salah = Guna-guna (gangguan jin)

98. Gatal karena kutu air di jari kaki kiri = Kalo melihat keluarga orang lain suka mengkritik (kaki berhubungan dengan pekerjaan, kiri berhubungan dengan keluarga, jari berhubungan dengan kerapihan)

99. Gatal pindah-pindah = Amalan salah

100. Ginjal = Tidak dapat membedakan mana yang baik (benar) mana yang buruk (salah), jengkel pada pasangan

101. Gagal ginjal, batu ginjal = Emosi tinggi tapi ada rasa takut biasanya pada pasangan, kurang bisa menyaring mana yang baik dan yang buruk

102. Ginjal /prostat sakit = Ada rasa takut pada istri = suka diam menyimpan jengkel = cepat tersinggung

103. Ginjal kanan bengkak = Penyempitan saluran kencing (ureter) = Kalai ada masalah keluarga (pada orang tua atau pasangan) sering jengkel tapi diam

104. Glaukoma = Menyimpan marah yang sangat kuat (jengkel sekali) pada pasangan, orang tua atau rekan kerja

105. Haid (mens) banyak = Suka membantah bila dinasehati

106. Haid sakit = Ada masalah selalu jengkel = orang tua suka berantem

107. Haid terus menerus = Dalam berbicara dengan suami atau anak-anal suka meledak-ledak, kalau ada keinginan sering dipendam kalau dikeluarkan penuh emosi dan meledak-ledak

108. Haid tidak pernah = Orang tua (ibu) suka diam (jengkel) pada orang tuanya atau pada suaminya

109. Halusinasi = Amalan salah, punya obsesi, sering melamun

110. Hamil diluar kandungan = Istri dingin pada suami, kurang menyayangi suami, rasa sayang pada suami tidak nampak

111. Hamil janin sungsang = Ketika ada masalah dengan suami kemudian istrinya diam atau jengkel

112. Hamil ketuban pecah dini = Istrinya punya jengkel banget pada orang tuanya terutama ibunya = suami ada rasa marah sama bapaknya

113. Hati, ada benjolan = Bila dinasehati diam tapi menolak nasehat

114. Hati sakit = Susah menerima nasehat

115. Hb rendah = Penyebab masalah pada sumsum tulang belakang, lalu menyebabkan ganguan lever / hati = Ada marah yang tersimpan lama pada orang tua atau pasangan

116. Hematemesis = Keluar darah di hidung dan telinga = Pendiam, suka melamun

117. Hepatitis = Suka mencari kesalahan orang lain, menyimpan dendam dan jengkel = jengkel yang kuat pada orang tua atau pasangan

118. Hernia = Emosi terpendam, keinginan yang salah, terlalu memaksakan = keinginan tinggi tidak tercapai = keinginan kuat, banyak diam

119. Herpes = Penyakit kulit = Kalau ada masalah dalam keluarga mencari solusinya bercampur emosi (marah)

120. Hidung bengkak = Sering jengkel bila melihat pekerjaan anggota keluarganya tidak cocok dengan keinginannya

121. Hidung sinusitis = Menahan beban pikiran = suka memikirkan sesuatu yang tidak cocok dirumah tangga atau lingkungan disertai kejengkelan = jengkel diam pada pasangan = marah walau dalam hati, bila melihat sesuatu yang tidak cocok

122. Insomnia = Tidak bisa tidur = Ada persoalan yang terus dipikirkan tanpa dapat solusinya = Sering diam dan melamun

123. Jantung Sakit = Takabur, yakin pada prinsipnya

124. Jantung bengkak = Sering menyombongkan diri = Egois = Keinginan kuat = menyimpan marah tapi diam.

125. Jantung berdebar kuat = Menyimpan khawatir (takut) uang kuat, marah putus asa

126. Jantung berdebar susah tidur = kurang berdoa, sebelum tidur istighfar dan berdoalah (Astaghfirullahal adzhim kalau jantung saya berdebar karena kesalahan saya sebelumnya, ya Allah ampunilah saya)

127. Jantung Bocor = Pendiam, bila marah suka tertahan dan meledak saat marahnya keluar = suka mengejek, emosi dipendam = marah yang kuat pada pasangan

128. Jantung Koroner = Sering jengkel dan ngomel pada pasangan atau anak = cepat marah (emosi tinggi) = bisa marah besar maupun disimpan (jengkel, diam)

129. Jantung = Penyembitan pembuluh darah = sesak napas = Menyimpan jengkel pada istri

130. Jantung, sesak di dada kiri = Sering marah sama istri

131. Jempol sakit = Suka memaksa dan menekan orang dan jengkel bila tidak dituruti

132. Jerawatan = Kurang bersosialisasi dengan lingkungan

133. Jerawat di dahi = Ada sesuatu di pikiran yang tidak tersampaikan

134. Jari tangan kaku = Tak bisa pegang = Suka jengkel dan geregetan

135. Jodoh lambat = Sering meremehkan lawan jenis = Suka jengkel pada orang tua = Anak Perempuan berprasangka buruk (suudzan) pada ayah

136. Kagetan, cepat kaget = Sering bingung

137. Kaki gajah = Punya keinginan tetapi tidak dikerjakan (ragu-ragu)

138. Kaki kanan sakit (ngilu) = Jengkel karena menasehati anggota keluarga tetapi tidak didengarkan atau diindahkan

139. Kaki patah = Suka putus asa, suka jengkel pada anak, diam, suka ngeyel pada orang tua, sering merasa benar sendiri

140. Kaki kesemutan = Telapak kaki kesemutan = Amalah salah

141. Kaki lumpuh tiba-tiba = Sering jengkel pada ayah atau suami dan ngambek diam

142. Kaki sakit, telapak kaki sakit = Sering marah dalam rumah tangga = Sering merendahkan pasangan

143. Kaki sakit di telapak kanan, jinjit = Sering ragu-ragu

144. Kaki Sakit kesemutan = Amalan salah, suka minta air ke dukun

145. Kaki sakit / sendi sakit = Mau menang sendiri, suka ngotot

146. Kaki /lutut kanan sakit = Jengkel akibat punya keinginan yang kuat tentang suatu kebaikan yang disampaikan pada anggota keluarga, tetapi tidak direspon atau kesampaian

147. Kaki/ lutut nyeri / sakit = Mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terlaksana akan jengkel ayau marah = beberapa tahun sebelumnya saat mengatur rumah tangga agak keras, kaku, tidak mau dengar pendapat anggota keluarga lainnya. Prinsipnya pantang ditentang jadi jengkel.

148. Kaku perut = Tak mau mendengar

149. Kandungan (peranakan) turun = Punya keinginan kuat pada suami atau ayah atau anak, tetapi tidak bisa diutarakan, nrimo dengan rasa putus asa dalam rumah tangga

150. Kanker di dada = Gampang tersinggung, bila ada masalah dengan pasangan tidak mau diomongkan diselesaikan

151. Kanker di kaki kiri = Sangat emosional, pemarah, sering jengkel dalam pekerjaan

152. Kanker di ketiak = Sering jengkel dalam pekerjaan

153. Kanker di gusi = Sering mendiamkan (tidak membicarakan/tidak menyelesaikan) masalah dan menyimpan jengkel

154. Kanker hati = Suka marah bila dinasehati

155. Kanker nasipharink = Benjolan dileher, mimisan = Agak pendiam, sering jengkel pada orang tua atau pasangan bila merasakan sesuatu yang tidak cocok di hati

156. Kanker otak = Jengkel pada orang tua

157. Kanker payudara = Pendiam, masalah suka disimpan, jengkel yang lama = sering marah-marah sama suami atau anak = keinginan yang meledak-ledak = bila punya keinginan sulit dibantah

158. Kanker rahim = Sering jengkel yang dipendam (diam) pada anak atau orang tua = suka marah, merepet (ngomel)

159. Kanker serviks = Sering ngomel sama suami dan anak

160. Kanker / tumor otak = Jengkel yang kuat sekali dan terus menerus pada pasangan

161. Kanker usus = Ngeyel, semaunya sendiri, suka ngambek

162. Katalasia = sulit menelan = Kalo ada masalah suka diam = Suka membantah nasehat, merasa benar sendiri

163. Keguguran = Ada kejengkelan kepada ibu atau pada suami sampai beberapa hari = kurang sayang pada suami = ada ketakutan yang sangat tinggi

164. Kejang-kejang = Jengkel yang dipikirkan dengan penuh emosi = Pikiran yang kurang baik

165. Keloid = Penebalan pada kulit bekas luka = Keinginan tinggi, tetapi banyak ragu

166. Kencing tidak lancar = Kalau ada masalah tidak mau langsung mencari solusi, tapi didiamkan dulu 1-2 hari = punya keinginan tapi sering dipendam, tidak dikomunikasikan

167. Kepala terasa berat = Suka memikirkan masalah disertai jengkel tanpa menemukan solusinya = amalah salah

168. Kepala belakang sakit (1) =  Sering jengkel dan marah (pada istri yang menurut) = cepat emosi

169. Kepala belakang sakit (2) = Kaku dileher sampai tulang belakang = Jengkel pada pasangan lalu uring-uringan pada pasangan

170. Kepala depan sakit = Berpikir yang bukan-bukan

171. Kepala kanan sakit = Sering menganggap salah pikiran orang lain = merasa benar sendiri = sering marah

172. Kepala kiri pusing = Sering curiga, sering khawatir, negative thinking

173. Kepala samping sakit = Tidak mau mendengar pendapat orang

174. Kepala tengah sakit = Berpikir berhari-hari menyimpan masalah yang selalu dipikirkan

175. Kepala migrain = Biasanya punya pikiran banyak dan sering suudzan (negative thinking)

176. Kepala pusing (vertigo) = Tidak fokus dalam diskusi, sukanya mengalihkan topik pembicaraan = Jengkel dan meremehkan terhadap pendapat atau pandangan orang lain = suka marah = Tidak mau mendengar nasehat = Bila dinasehati pikirannya kemana-mana = amalan salah

177. Kepala sakit dan sering mengingau = Bila ada masalah suka diam dan ngelamun

178. Kepala sakit seperti dipukul-pukul = Gangguan jin karena sering melamun = Kejengkelan yang dipikirkan terus, tidak diungkapkan, sering melamun

179. Kulit melepuh = Seperti terbakar = Punya keinginan kuat / disertai emosi, bila tidak tercapai akan marah atau jengkel

180. Kulit mengelupas = Amalan salah, memakai ilmu kesalamatan diri

181. Kulit sensitif (Bila digigit nyamuk sering menjadi borok)= Cepat tersinggung 

182. Kurang darah merah = Gampang marah dan mudah tersinggung

183. Lambung mengeras = Gampang tersinggung

184. Latah = Sebagian besar otak yang mengatur motorik dikuasai jin (diganggu jin)

185. Leher bengkak = Jengkel (diam) dan tidak mau mencari solusi dalam permasalahan

186. Leher dan belikat sakit = Sering marah pada orang lain dalam hal pekerjaan

187. Leher sakit = Suka berpaling = menyimpan dendam = sering marah dan jengkel

188. Leher (teroid) bengkak = Bila ngomong suka ngotot dan tidak sabaran

189. Leukimia = Sering jengkel pada pasangan dan diam (disimpan lama)

190. Lever = Suka mencari kesalahan orang lain = Suka dendam = sering jengkel (diam), jarang senyum

191. Lever mengeras = Gampang Tersinggung

192. Lidah bengkak = Tidak suka menerima nasehat

193. Limpa sakit / bengkak = Sulit menerima nasehat terutama dari pasangan atau anak

194. Limpa, hati, empedu sakit = Menyimpan dongkol yang kuat sekali

195. Lipoma = Benjolan di kulit = Punya keinginan kuat, pendiam, kurang komunikasi

196. Lumpuh = Pemalas, sering merasa putus asa

197. Lupa, sering lupa =  Suka bercerita (uneg-uneg) yang kurang bermanfaat, kurang bisa mendegarkan orang

198. Lutut sakit = Ada kekakuan (selalu ngotot) disertai jengkel (emosi) dalam mengatur rumah tangga

199. Maag = Mual = Muntah = Perih = Ulu Hati Sakit = Suka ngeyel (membantah) = sering marah dan menolak bila dinasehati pasangan = gampang jengkel dalam keluarga = Tidak suka menerima nasehat orang lain terutama dalam keluarga

200. Mabuk (kendaraan) =  Biasanya sejak anak-anak, salah satu orang tua suka marah / jengkel yang disimpan

201. Mandul = Sering marah, jengkel dan menolak ajakan suami, kurang mesra (kurang berkasih sayang) = Kurang cekatan / agresif dalam beribadah dan kurang mesra terhadap pasangan (dingin) = Banyak diam, kurang inisiatif

202. Mandul = indung telur bermasalah = Ada kesalahan (jengkel) pada ibu atau suami

203. Mandul, rahim sempit, posisi rahim salah = Sering menutup diri dari ayah, tidak suka bicara pada ayah (amarah/jengkel pada ayah) = sering tidak sejalan dengan pikiran ayah

204. Mandul, sperma encer = Suami sering obral janji

205. Mandul, sperma kepalanya terpotong / tidak normal = Bila memberi nasehat sering keluar jalur

206. Mandul, sperma kosong = Suka diam dan cepat emosi, sering jengkel

207. Mandul, sperma kurang = Agak pendiam (tertutup), diajak bicara sering blank (ga nyambung)

208. Mandul, sperma lambat geraknya = Pendiam, kurang inisiatif, kurang ikhlas dalam pekerjaan rumah tangga, takut sama istri

209. Mandul, toxoplasma = Suka ngomel, cerewet, ngomong pedas pada orang tua atau suami

210. Masuk angin = Suka ngomel, sering jengkel yang dipendam, marah kecil tapi sering

211. Mata bermasalah = Sering meremehkan nasehat dari istri

212. Mata berkabut = Suka tidak menghiraukan nasehat orang tua

213. Mata buta =  Sering menganggap remeh (cuek) pada nasehat/pendapat orang lain

214. Mata gatal = Cepat bereaksi (geregetan) terhadap lingkungan yang tidak cocok dengan hati. Mata berhubungan dengan keinginan yang kuat, mata kanan berhubungan dengan kebaikan, matak kiri berhubungan dengan keburukan. Kalau disertai emosi (marah) akan jadi mata merah dan panas/sakit. 

215. Mata kabur =  Tidak suka dinasehati orang tua

216. Mata Kanan sakit = Jengkel, marah tapi diam bila melihat sesuatu yang tidak cocok

217. Mata Katarak = Suka menolak nasehat orang, diam dan jengkel = Memandang pasangan terlalu rendah dan tidak nurut nasehat yang baik dari pasangannya

218. Mata, kelopak mata turun / tertutup = Sulit atau tidak suka menerima nasehat orang lain

 

219. Mata, retina berair, pandangan kabur = Jengkel, diam, dan sedih bila melihat sesuatu yang tidak cocok dihati = punya pandangan / prinsip yang keras

220. Mata terasa mengganjal = Sering jengkel bila melihat sesuatu hal yang tidak cocok di hati

221. Mata panas = Jengkel bila melihat sesuatu hal yang tidak cocok di rumah tangga

222. Mata minus = Memandang sesuatu terlalu serius

223. Mata plus = Kurang serius dalam menghadapi sesuatu masalah

224. Mendengkur (tidur ngorok) = Suka ngomong yang tidak bermanfaat, suka sok pintar

225. Menggigil sesudah mandi atau bila kena air = Sering jengkel pada suami dan anak = amalan salah

226. Mual, perut mual = Emosi tinggi

227. Muka kaku = Punya masalah, tidak ada solusinya, jengkel dan suka melamun

228. Muka panas = Jengkel bila melihat sesuatu hal yang tidak cocok di rumah tangga

229. Multiple sclerosis = (Peradangan otak dan sumsum tulang belakang) = pikiran dan perasaan yang terganggu

230. Myom di rahim = Sering jengkel, mau ngomong ga jadi

231. Osteoporosis = Suka ngotot bila punya keinginan, tidak peduli pendapat orang lain

232. Paha kram dan sakit = Sering jengkel pada pekerjaan dirumah

233. Parkinson = Sering terburu-buru dalam melakukan suatu pekerjaan dan dibarengi dengan jengkel = sering diam tapi geregetan

234. Paru-paru = Merasa paling mampu, rasa bangga yang kuat

235. Paru-paru ada flek = Bila marah, diam dan jengkelnya sampai lama

236. Paru-paru ada cairan = Cepat tersinggung pada pasangan

237. Patah tulang kaki kiri = Emosional (cepat marah) dalam keluarga

238. Patah tulang kaki kanan = Sangat kaku / keras dalam keluarga

239. Patah tulang tangan = Sangat kaku / keras dalam pekerjaan

240. Payudara sakit = Jengkel Pada suami

241. Pembuluh darah di otak tersumbat (pelupa) = Sering berprasangka, ada rasa takut, sering melamun, takut ngomong pada pasangan

242. Pendarahan rahim = Dirumah sering ngomel

243. Pendarahan seperti haid = Banyak yang ingin diutarakan, dibicarakan (unek-unek) tetapi sering dipendam, apabila sudah keluar omongan susah berhenti ngomong

244. Pengapuran di lutut kiri = Punya keinginan ngotot dan sering marah di rumah tangga

245. Pengapuran dan urat terjepit di pinggang = Sering jengkel pada pasangan

246. Penyakit kulit / kelamin = Punya keinginan kuat untuk disampaikan, setelah disampaikan, bila ada yang tidak cocok disikapi dengan diam dan jengkel

247. Penyakit sering kambuh = Amalan / ilmu salah = sering diam menyimpan jengkel pada pasangan

248. Penyempitan jantung = Suka mengatur, kurang suka menerima

249. Penyempitan pembuluh darah di otak = Sering menyimpan marah pada pasangan atau orang dekat (keluarga)

250. Persendian Kaki dan tangan kaku, sakit = Ada keputusasaan dan kejengkelan (tidak ikhlas) dalam pekerjaan (didiamkan)

251. Perut dan pinggang sakit = Jengkel dalam keluarga

252. Perut kanan sakit = Amalan salah

253. Perut membesar (asetas) = Sering marah dan Jengkel dalam keluarga

254. Perut mual / muntah = Kalo dinasehati agak susah, suka membantah, menolak nasehat

255. Perut nyeri = Punya amalan salah / selalu mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terpenuhi akan jengkel

256. Perut panas = Suka Ngomel 

257. Perut Panas / perih = Suka diam dan jengkel pada suami = amalan salah atau sihir

258. Perut, sering diare, sering kentut = Sering ngomel atau ngomong yang tidak bermanfaat

259. Perut sakit = Pencernaan bermasalah = Sulit menerima nasehat orang tua atau pasangan, cepat emosi

260. Perut terasa penuh (begah) = Dalam menghadapi masalah (terutama dengan orang tua) belum ada solusi, tetapi jengkelnya muncul duluan

261. Pinggang sakit = Jengkel yang tersimpan dalam anggota keluarga (anak atau pasangan)

262. Pikun = Merasa yakin ilmunya paling bear (takabur)

263. Prostat sakit = Kalo punya keinginan selalu ngotot

264. Polip (hidung) = Bila melihat lingkungan ada yang tidak cocok, diam tidak diomongkan lalu jengkel.

265. Psoriasis vulgaris (penebalan kulit) = Ada keinginan yag sangat kuat di hati tapi belum teraplikasikan = amalan salah

266. Punggung berat = Amalan salah

267. Punggung bagian bawah sakit = Sering emosi (marah / jengkel) dalam rumah tangga (pada pasangan / anak)

268. Radang usus = Sering emosi (marah / jengkel) pada anggota keluarg

269. Rahim bengkak / radang = Sering marah / jengkel pada suami dan anak

270. Rambut rontok = Ada yang dipikirkan terus dan belum dapat solusinya

271. Rematik = Sama anak-anak agak kaku, keras walau bukan marah, anak harus selalu menurut perintahnya

272. Sakit gigi = Sering marah, geram

273. Sakit kuning = Biasanya karena terlalu banyak ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain

274. Sakit perut bagian bawah (dibawah pusar) = Bila punya keinginan sering batal dibicarakan dengan istri, biasanya karena istri galak = amalan salah, pernah mengikuti latihan pernapasan tenaga dalam, napas ditahan simpan dalam perut dan tidak dibuang kembali

275. Saluran kencing radang = Sering mau ngomong sesuatu, lalu tidak jadi, unek-unek yang tersimpan menjadi jengkel

276. Santet / kena santet = Gampang marah, emosional, sulit memberi maaf pada orang lain

277. Sariawan = Suka ngomel, suka ngomong kasar

278. Sendi jari sakit = jengkel geregetan pada anggota keluarga

279. Serak = Punya sifat kurang terpuji, merasa mampu

280. Sering lupa rakaat shalat = Bila cerita suka memutar-mutar, tidak fokus, gangguan jin

281. Sering kencing = Suka memendam dan mendiamkan keinginan

282. Sesak nafas di atas = Emosi disimpan

283. Sesak nafas di dada = Emosu tertekan

284. Sesak nafas di ulu hati = Cepat putus asa

285. Sesak nafas, asma, tenggorokan = Keinginan yang kuat, sedikit gerak

286. Sesak nafas = Jengkel pada pasangan jika ada masalah, Diam bila ada masalah, Cepat marah = Amalah salah

287. SGPT, dan SGOT tinggi = Ada kekakuan (tidak bisa kurang, atau lebih) tidak mau dinasehati, kalau ditambah dengan emosi tinggi akan menjadi kanker hati atau syrosis

288. Stroke = Merasa mampu berdiri sendiri, pendiam, egois, emosi terlalu tinggi = Suka tersinggung lalu jengkel dan tersimpan lama = jengkel pada suami/istri/ saudara, didiaman (tidak mau bicara/ merajuk/ ngambek) berhari-hari

289. Stroke sebelah kanan = Suka marah dan menyimpan jengkel dalam hal pekerjaan atau keluarga

290. Stroke sebelah kiri = Jengkel pada pasangan yang diisimpan berhari-hari

291. Stroke ringan = Banyak kejengkelan yang terpendam, tidak bisa disampaikan pada pasangan

292. Susah tidur (insomnia) = Ada kejengkelan yang dipikirkan terus menerus = amalan salah

293. Susah menelan makanan = Pendiam dan suka menyimpan jengkel, tak mau menyelesaikan masalah

294. Syaraf terjepit = Nerve Entrapment di tulang belakang = Jengkel yang menjadi pikiran kepada anggota keluarga = ada jengkel yang sangat kuat pada istri/ suami/ orang tua/ saudara.

295. Syaraf terjepit di kaki = Jengkel, diam, pada urusan keluarg

296. Syndrom baby blues = Selalu sedih setelah melahirkan = Pada saat hamil punya masalah dengan suami tetapi tidak didiskusikan, hanya didiamkan dan disimpan

297. Syrosis, liver mengecil = Ego tinggi, marah tinggi, kaku, tidak mau menerima nasehat orang, gampang tersinggung, suka dendam

298. Talasemia = Kaku, keras hati, emosional terhadap lingkungan yang tidak satu pikiran dengannya

299. Tangan dan kaki keringetan = Sering ragu, tidak percaya diri =Kalo punya keinginan selalu ngotot

300. Tangan kanan kebas = Sering jengkel dan putus asa dalam pekerjaan

301. Tangan kanan sakit = Ada kejengkelan dalam pekerjaan

302. Tangan kanan tak bisa diangkat = Jengkel bila dinasehati tentang kebaikan, kepada orang lain tidak diikuti = jengkel karena nasehatnya pada anggota keluarga tidak dilaksanakan

303. Tangan kesemutan dan kebas = Sering marah dan jengkel pada pasangan dan anak

304. Tangan kiri (telapak tangan) sakit dan gatal = Sering jengkel pada kelakuan pasangan atau orang tua

305. Tangan sakit = Merasa mampu (takabur) dalam menangani masalah

306. Tangan sakit berpindah-pindah = Amalan salah = sihir = ciri-ciri gangguan jin jika sakit berpindah-pindah 

307. Tangan sakit, jari kaku = Ada kejengkelan yang kuat dalam pekerjaan

308. TBC paru (Tubercolosi) = Ada kejengkelan pada salah satu orang tua

309. TBC usus = Gampang marah bila ada masalah dalam keluarga

310. Telinga kanan sakit /agak tuli = Marah bila dinasehati, Diam dan jengkel bila dinasehati

311. Telinga kanan / kiri mendengung= Jengkel pada pasangan sehingga tidak mau mendengarkan nasehat pasangannya, Kalo dinasehati oleh pasangan diam, jengkel dan ngambek

312. Telinga kiri agak tuli = Gampang marah dan tersinggung bila mendengar sesuatu yang tidak cocok = tidak suka menerima nasehat orang dan muncul jengkel bila dinasehati

313. Telinga mendengung = Cepat jengkel bila melihat sesuatu yang kurang baik

314. Telinga mendengung pusing = Pusing penyempitan pembuluh darah otak = Bicara tidak nyambung, suka mengalihkan topik pembicaraan

315. Telinga sakit dan mengeluarkan bau = Apabila dinasehati sering jengkel

316. Telinga tuli = Sering membantah jika diberi masukan

317. Tenggorokan gatal= Suka bicara / cerewet dan suka berkomentar jika dinasehati

318. Tenggorokan sakit = Sering marah dengan suara kasar/ keras= Sering ngomong sesuatu lalu tidak jadi, unek-unek yang tersimpan menjadi jengkel

319. Tiroditis = Radang pada kelenjar tiroid = Suka bicara menggebu / ngotot terutama dengan pasangan (suami/istri)

320. Tulang belakang cedera sehingga lumpuh = Sering jengkel pada orang tua

321. Tumit sakit = Menyimpan dendam dan jengkel

322. Tumor = Sering ngeyel (membantah), meremehkan orang, jengkel yang kuat (sangat jengkel)

323. Tumor di bahu kanan = Sering jengkel dalam pekerjaan

324. Tumor di dubur = Jengkel yang kuat pada pasangan dan tak mau mendiskusikannya

325. Tumor di gusi = Bila marah, diam dan dipendam

326. Tumor di hidung = bila melihat sesuatu di lingkungan (keluarga/pekerjaan) ada yang tidak cocok, jengkel, marah tapi diam.

327. Tumor di leher = Marah / Jengkel yang tersimpan pada pasangan

328. Tumor di lutut = Jengkel dengan orang tua (ibu)

329. Tumor di kepala = Sakit kepala pada bagian depan atas = Sering jengkel bila lihat seseorang atau sesuatu yang tidak disukai = Jengkel di pikiran, perasaan, terus menerus

330. Tumor di kepala kiri = Jengkel pada pasangan, ga bisa dibicarakan, dan diamkan lama bulanan hingga tahunan

331. Tumor di otak kiri = Diam tapi menyimpan jengkel

332. Tumor di otak kanan = Suka merasa benar sendiri

333. Tumor di telinga kanan = Kejengkelan pada pasangan atau orang tua yang disimpan dan didiamkan

334. Tumor di paru-paru = Sering menyimpan amarah menjadi jengkel

335. Tumor di rahim = Sering menyimpan jengkel pada ayah atau suami

336. Tumor di usus besar = Emosi, jengkel dan marah pada keluarga

337. Tumor, kejang = Jengkel yang tersimpan dan jadi pikiran pada suami/istri/orang dekat

338. Tumor kelenjar getah benih = Kalau ngomong pada pasangan sering ngotot = sering mau ngomong marah tapi tertahan dan tidak jadi dikeluarkan

339. Tumor ovarium = Punya rasa jengkel banget sama orang tua atau suami

340. Tumor pankreas = Terlalu pendiam, punya keinginan (untuk memiliki sesuatu) yang kuat namun tidak diomongkan, disimpan 1-2 tahun

341. Tumor payudara kanan = Jengkel yang dipendam karena suatu kebaikan yang disampaikan ke suami tidak direspon dengan baik

342. Typus = Sering marah atau menyimpan jengkel yang kuat pada seseorang

343. Ulu hati sakit = Gampang tersinggung

344. Usus 12 jari lengket =  Bila punya masalah cenderung diam, tidak mau didiskusikan untuk menyelesaikannya

345. Usus buntu, perut bengkak = Punya masalah (terutama dengan saudara) tak ada solusi, tersimpan menjadi jengkel

346. Usus lengket = Suka diam, tidak mau memberi solusi pada permasalahan orang lain seperti anak

347. Usus turun, turun berok = Keinginan kuat tetapi banyak diam

348. Varises lambung = Jengkel dan diam penuh emosi dalam menghadapi permasalahan orang lain seperti anak atau pasangan

349. Vena tersumbat = Emosi terpendam

350. Vertigo = Sering tidak mentaati nasehat, terutama orang tua, tidak fokus, ada masalah tidak langsung mencari solusi, suka muter-muter dulu = maunya menang terus, sulit menerima kesalahan = suka berselisih pendapat

Kini saatnya, Terapi Qalbu Quranic Quantum Healing (QQQ Healing) Masalah Qalbu Anda bisa diatasi hingga tidak meluas menyebabkan 350 jenis penyakit berbahaya.

Ilmuwan USA, Professor David Hawkins, merilis hasil risetnya yg paling mutakhir yang menggemparkan, tentang Manusia. Ternyata : sel-sel kanker paling takut dgn rasa CINTA KASIH.

Penelitiannya juga temukan bahwa banyak orang sakit karena kekurangan cinta kasih. Professor David Hawkins adalah dokter terkenal, dia telah mengobati banyak orang sakit dari berbagai belahan dunia.

"Begitu memeriksa seorang pasien, dia sudah tahu mengapa orang itu sakit. Karena di dalam tubuhnya TIDAK DITEMUKAN sedikitpun cinta kasih dalam dirinya, yg ada hanya penderitaan, keluhan & deraian air mata yg menyelimuti seluruh tubuhnya." jelas Abi Khadijah pendiri RSQQ Rumah Sehat Quran Quantum.

Pikiran atau emosi negatif mana yg ada di bawah getaran 200 hz, yaitu:

• suka mengeluh

• suka menyalahkan orang lain

• dendam pada orang

Professor Hawkins telah melakukan berpuluh kali riset kasus & penelitian pada orang yg berbeda namun jawabannya serupa, yaitu : Asal getaran frekuensinya berada di bawah 200 hz maka orang itu pasti sakit. Tapi jika berada di atas 200 hz maka orang itu sehat.

Mereka yang di dalam dirinya dipenuhi dengan hati yang welas asih, cinta kasih, suka beramal, gemar sedekah, mudah memaafkan, lemah lembut, santun, terbukti frekuensi magnetiknya berada pada kisaran 400-500 hz.!

Sebaliknya, mereka yang suka membenci, emosional, menyalahkan orang lain, marah, dendam, iri hati, menuntut orang lain, serakah, egois dalam semua hal, hanya memikirkan kepentingan pribadi, tidak pernah memikirkan perasaan orang lain; orang seperti itu punya frekuensi magnetik yang paling rendah. Hal inilah yg jadi penyebab awal timbulnya penyakit kanker, sakit jantung & penyakit kronis lainnya.

Professor Hawkins memberitahukan kepada kita dari sudut pandang medis bahwa pikiran itu sangat luar biasa pengaruhnya terhadap kesehatan & penyakit seseorang.

Profesor Kazuo Murakami menambahkan, sakit itu terjadi akrena gen kita yang aktif 5% saja, 95% nya terpendam/tersembunyi tak bekerja (dorman), sehingga jika pikiran dan perasaan anda negatif thinking dan dipendam lama, maka 5% itu akan menjadikan gen anda negatif, namun jika anda bahagia, tertawa, berdoa dan sedekah, masya Allah, dengan sendirinya gen yang 95% terpendam akan menggantikan sel 5% yang sakit (regenerasi sel), masya Allah. 

Diskusi & Konsultasi QQ Healing

Desvan Abi Khadijah,

RSQQ (Rumah Sehat Quran Quantum)

Wa: 082121601319


latestnews

View Full Version