View Full Version
Senin, 03 Oct 2022

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com) - Tak ingin kena kanker? Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof Aru Wisaksono Sudoyo menganjurkan untuk segera melakukan langkah pencegahan.

"Kasus kanker bisa diturunkan dengan kesadaran masyarakat sehingga pasien mengikuti gaya hidup yang baik dan memeriksakan diri dengan cepat agar stadium dini bisa disembuhkan," kata Aru di Jakarta, Jumat.

Pengobatan yang canggih semata, menurut Prof Aru, takkan cukup efektif dalam menurunkan tingkat kanker di Tanah Air bila tidak dibarengi dengan perubahan pola gaya hidup sehat masyarakat. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, risiko terkena penyakit kanker akan berkurang.

Prof Aru menjelaskan gaya hidup yang tidak sehat saat muda bisa membuat seseorang terkena kanker di usia senja. Dia pun mengingatkan masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat sedini mungkin.

Di Indonesia, kanker paru menduduki posisi teratas untuk penyakit yang banyak diidap laki-laki, disusul dengan kanker usus besar dan kanker prostat. Kanker paru adalah jenis kanker yang kejadiannya paling tinggi pada laki-laki di Indonesia karena 95 persen diakibatkan lingkungan serta gaya hidup.

Pada kanker prostat, angka kasusnya kian meningkat karena penyakit ini kerap menimpa orang-orang yang sudah lanjut usia, kalangan yang semakin banyak di Indonesia. Sementara itu, salah satu kanker yang paling banyak diidap perempuan adalah kanker payudara.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka kejadian kanker atau prevalensi di Indonesia meningkat mencapai 30 persen sejak tahun 2013 hingga 2018. Sementara itu, 58 persen prevalensi berada di kota-kota besar. [syahid/voa-islam.com]

sumber: www.republika.co.id


latestnews

View Full Version