View Full Version
Rabu, 21 Aug 2013

PKS dan KNKDM Mengutuk Pembantaian Terhadap Muslim di Mesir

Jakarta (voa-islam.com) Di Jakarta dan berbagai kota di Indonesia terus berlangsung aksi yang menentang kekejaman militer Mesir terhadap para pendukung Presiden Mohamad Mursi.

Sementara itu,  Ketua Bidang Perempuan DPP PKS, Anis Byarwati mengatakan pembantaian yang dilakukan rezim ad interim Mesir dengan dukungan militer nyata-nyata melanggar Deklarasi Universal PBB tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR).

Anis mengatakan tindakan militer Mesir sudah melewati batas hukum deklarasi ICCPR tersebut. Militer Mesir tidak sekedar menangkap, tapi juga membantai warganegara yang sedang menyampaikan aspirasinya dengan damai.

"Manusia manapun yang memiliki hati pasti tersentuh dan mengutuk perbuatan keji dan tidak beradab tersebut, tindakan kejam tersebut jelas dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki hati," jelasnya.

Menurutnya, tindakan militer Mesir sangat menodai prinsip demokrasi. Para pendukung Mursi melakukan unjuk rasa dengan damai untuk mengembalikan otoritas Mursi yang telah dicabut paksa, padahal Mursi dipilih dengan legitimasi dari rakyat.

Dibagian lain, Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM) kembali memprotes aksi kejam militer Mesir terhadap warga sipil. "Kita memprotes keras tragedi berdarah yang terjadi di Mesir," kata Sekjen KNKD Mesir, Suhartono di Jakarta Selasa (20/8/2013).

Suhartono mengatakan, KNKDM menegaskan pernyataan sikapnya atas peristiwa berdarah yang terjadi di Mesir, dimana pembantaian biadab junta militer Mesir terhadap para peserta aksi damai seantero Mesir, serta dibunuhnya proses Demokrasi yang baru saja berjalan di negeri itu.

Dalam pernyataan sikapnya, KNKDM mengutuk keras parade tragedi kemanusiaan berdarah sejak kudeta rezim militer 3 Juli lalu, KNKDM juga mengutuk kebiadaban aparat dalam membubarkan aksi damai di Nahdhoh Square dan Rab’ah Adawiyah. Dimana jumlah korban tewas mencapai 4500 jiwa dan 15 ribu korban lainnya luka-luka.

"Meski tragedi di Nahdah Square, jumlah korban tewas belum terdeteksi seluruhnya, namun diprediksikan jumlah korban tewas di seluruh Mesir, selama rezim milter berkuasa hingga pernyataan ini dibacakan, telah mencapai lebih dari 6000 jiwa. Ini merupakan pembantaian massal paling biadab dalam sejarah kemanusiaan modern," ungkapnya.

KNKDM juga mengutuk keras tindakan biadab aparat dalam memperlakukan para demonstran yang telah gugur atau dalam perawatan di RS Darurat Rab’ah Adawiyah. "Banyak jenazah yang hilang terbakar. Banyak korban luka parah yang akhirnya menemui ajal karena aparat melarang ambulance masuk lokasi," jelasnya.

Mereka menyeru dan mendorong lembaga HAM nasional dan internasional untuk mengungkap kejahatan kemanusiaan ke Mahkamah Internasional di Den Haag.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk berperan aktif dalam memberikan dukungan moril, do’a, bantuan kemanusiaan dan bantuan konkrit lainnya bagi Rakyat Mesir.

Aksi yang mengecam kudeta militer terhadap Presiden Mohamad Mursi ini juga berlangsung di berbagai negara Arab, Palestina, Afrika Utara, Pakistan,  Turki, Jerman, London, dan sejumlah kota lainnaya di dunia. mshd/dsb


latestnews

View Full Version