View Full Version
Jum'at, 20 Dec 2019

Menjadi Ibu Tak Harus Sempurna

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

Bunda salihah yang dirahmati Allah, siapa sih yang tak ingin rumahnya selalu bersih dan rapi?  Ibu mana yang tak ingin anak-anak dan suaminya memakan makanan sehat buatan sendiri? Ibu mana yang tak ingin anak-anaknya pintar hasil dari didikannya? Semua ibu pasti ingin rumahnya bersih dan rapi. Ingin juga selalu menyediakan makanan sehat buatan sendiri tuk anak-anak dan suami. Ingin juga anak-anaknya pintar hasil dari didikan sendiri.

Tapi, kenyataan kadang tak sesuai dengan harapan. Apalagi anak-anak sulit ditebak. Hari ini ibu mungkin bisa membersihkan rumah. Tapi, belum tentu besok. Hari ini mungkin ibu bisa memasak makanan komplit tuk anak-anak dan suami. Tapi, belum tentu besok. Hari ini mungkin anak-anak mau belajar bersama ibu. Tapi, belum tentu besok.

Berbagai tuntutan terasa berat membebani pundak ibu. Akan terasa sesak dan frustasi jika terus memaksakan idealitas ibu dalam kenyataan. Maka, haruslah ibu menurunkan idealismenya. Tak apa rumah agak berantakan, asal hari ini bisa masak tuk suami dan anak-anak. Di lain hari, tak apa makanan beli jadi, asalkan anak-anak belajar bersama ibu. Lain hari lagi, tak apa anak-anak belum belajar dengan ibu, asal ibu bisa beres-beres rumah.

Tentukan prioritasmu, ibu. Pilih mana yang akan dilakukan setiap harinya. Turunkan standar tuk aktivitas lainnya. Maklumi diri. Maklumi keadaan. It's Ok. Setiap keluarga itu unik. Unik karena berisi anggota keluarga yang berbeda kondisi dan potensi. Maka, jangan bandingkan diri dengan yang lain. Keluarga kita tak butuh ibu yang sempurna. Mereka butuh ibu yang bahagia. Karena bahagia ibu, bahagia anak dan suami.

Bangkitlah para ibu. Hebatlah dengan keunikan diri sendiri. Karena Allah tak menciptakan kita tanpa potensi. Pasti ada misi dibalik penciptaan kita. Gali potensi diri, bahagiakan diri dan anggota keluarga. Jangan pedulikan komentar orang lain. Mereka hanyalah komentator, kitalah yang menjalankan kehidupan keluarga kita. Ambil baiknya, buang jauh-jauh buruknya. Pupuk diri kita dengan yang baik. Jangan sampai padam atau meranggas karena termakan komentar orang.

Optimalkan ikhtiar, perkencang sabab kausalitas. Jangan lupa, kita hanyalah makhluk, hamba, mintalah yang terbaik dari Rabb kita. Semoga Allah kuatkan, lapangkan dada dan pikiran kita, dan Allah jadikan kita ibu dan istri yang hebat di jaman milenial ini. Hebat karena menikmati kesehariannya. Hebat karena bersyukur atas yang ada padanya. Hebat karena tumbuh dan berkembang, menebar kebermanfaatan bagi yang lainnya. Layaknya para shahabiyah yang dijanji surga. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version