View Full Version
Rabu, 25 Dec 2019

Berhiaslah, Manjakan Pandangan Suami

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

Sosok perempuan setelah menikah dan memunyai anak masih kecil-kecil identik dengan dasteran, baju kadang bau bawang, bau asi, dan rambut kusut lupa disisir. Mungkin ini kurang lebihnya penampakan ibu menyusui yang tidak bekerja di luar rumah. Apalagi bila anaknya lebih dari satu, penampilan ibu akan ditaruh di urutan sekian setelah menyelesaikan keperluan anak-anaknya dan rumahnya. Maka, wajar jika penampilan ibu ada yang menggambarkan seperti demikian.

Suami pun diminta memaklumi, baik itu secara sadar atau pun terpaksa. Padahal, godaan pria ada pada pandangannya. Maka, perawatan diri hendaknya dilakukan oleh para istri sebisanya demi hak pandangan suaminya. Tak hanya itu, efek perawatan sebetulnya juga bisa dinikmati oleh istri sendiri.

Badan yang lelah mengerjakan semua pekerjaan rumah, pun butuh perawatan. Setidaknya sebagai apresiasi telah bekerja keras mengerjakan pekerjaan rutinitas, walau hanya dengan sedikit treatment. Kalau bukan kita sendiri yang merawat diri, siapa lagi? Jadikan ia momen 'me time'. Walau hanya sekadar maskeran 20 menitan saat anak-anak tertidur atau sedang asyik bermain.

Istri mana yang tak mau tampil cantik? Tak perlu dipuji orang, tak perlu kinclong seperti artis korea, cukup diri sendiri merasa lebih segar, lebih bersih. Bahagia terasa dan bahagia itu sederhana. Apalagi diniatkan untuk memenuhi hak pandangan suami, merawat fisik yang sudah Allah amanahkan.

Tak perlu ribet langsung mengikuti semua anjuran beauty vlogger, apalagi tentang pemakaian kosmetik. Karena kosmetik itu cocok-cocokan. Cocok di A belum tentu cocok di kita. Dan jangan sampai suami malah merasa terbebani oleh skincare mahal yang ingin kita beli. Wanita itu banyak perawatannya, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mulailah dari yang simple dan kira-kira bisa diikuti. Mulai dari menggunakan bahan yang mudah didapat atau yang ada di dapur.

Rapikan kembali manajemen diri dan manajemen waktu. Tentukan prioritas, mana dulu yang kita kerjakan. Setiap hari luangkan sedikit waktu untuk perawatan dan bersiap menyambut suami. Sebagaimana rumah tangga Rasulullah. Dikisahkan, saat Rasul hendak pulang, beliau saw mengutus orang untuk memberi tahu istri-istrinya. Hal ini dilakukan agar para istri Rasul bersiap menyambut Rasul pulang, dalam artian berhias untuk Rasul.

Duhai para istri, nikmatilah setiap kewajiban yang dibebankan pada kita, termasuk tampil menarik di hadapan suami. Biarkan para bidadari cemburu pada kita karena ketaatan kita pada Allah dengan menjaga pandangan suami dengan tampil lebih bersih dan wangi. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 


latestnews

View Full Version