View Full Version
Kamis, 09 Jul 2020

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

 

Oleh:

Ria Riwandari

 

TIDAK dipungkiri, kasus perceraian di Indonesia yang disebabkan oleh faktor ekonomi menjadi penyumbang besar. Kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi dapat berefek pada kesehatan baik fisik maupun secara psikis. Akibatnya, perbedaan dalam pernikahan yang idealnya dapat  saling melengkapi, tidak heran justru akan menjadi pemicu timbulnya konflik.

Beberapa wilayah di Indonesia mulai ramai mengabarkan data kasus perceraian yang meningkat khususnya saat situasi pandemi. Banyaknya istri yang menggugat perceraian, menunjukan adanya kepala keluarga yang sudah tidak mampu atau pengalami penurunan dalam menjalankan fungsi utamanya. Perlu ada usaha lebih dari masing-masing pasangan untuk tetap menjaga keharmonisan hubungan keluarga di tengah situasi pandemi. Berikut beberapa cara yang dapat diaplikasikan oleh pasangan-pasangan di tengah pandemi covid 19 agar konflik keuangan dapat terhindar dan tentunya jauh dari perceraian.      

  1. Samakan pemahaman dengan jalin komunikasi yang baik

Buatlah keputusan keputusan keuangan secara bersama, pastikan gaya hidup masing-masing yang juga dalam persentasi sama, istri tidak pelit dan suami tidak boros atau sebaliknya. Usahakan keluar masuk uang menjadi satu pintu, tidak mempertahankan individualis dalam mempertahankan keuangan di rekening pribadi masing-masing, dan mengeluarkan uang dengan saling tertutup.

  1. Atur pola alokasi gaji

Jika awalnya penghasilan dialokasikan untuk biaya hidup 50%, tabungan & dana darurat 30%, serta untuk gaya hidup dan hiburan sebesar 20%, maka saat penghasilan menurun sesuaikan pola alokasinya dengan 75% untuk kebutuhan penting dan 25% untuk dana tabungan & darurat.

  1. Membangun bisnis rumahan

Tidak cukup hanya mengelola pengeluaran tetapi juga menambah pemasukan diluar gaji dengan membangun bisnis. Jangan lupa lakukan perencanaan perhitungkan kebutuhan modal dan target pasar. Usahakan tidak berhutang untuk kebutuhan modal kecuali sudah jelas ada POnya

  1. Tidak membandingkan dengan penghasilan orang lain

orang yang dijadikan perbandingan belum tentu hidupnya lebih bahagia. Faktanya bukan hanya karena kekurangan tetapi kelebihan dalam hal keuangan pun dapat memicu terjadinya perceraian. Ada yang terlalu materialistis terhadap harta, sehingga harta yang ada tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup sehingga yang terlihat adalah kekurangan karena kurang bersyukur, ada juga yang karena kelebihan harta salah satu pihak jadi berani berselingkuh.

  1. Saling menguatkan serta memberi dukungan

Tetaplah berjalan bersama, tidak saling meninggalkan, bersabar, berdoa dan tetap berusaha bersama. Dan yakinlah bahwa Allah akan mencukupkan segala kebutuhan. Seperti yang terdapat dalam Firmannya QS. An-Nuur : 32.*


latestnews

View Full Version