View Full Version
Ahad, 29 Aug 2021

Buah Taubat Nasuha

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Allah telah perintahkan hamba-hamba-Nya agar bertaubat dengan benar dan sungguh-sungguh. Yaitu taubat yang membuat diri seorang mukmin meninggalkan dosa-dosanya dan kembali ke pangkuan Allah dan keridhaan-Nya. Dengan sebab ini maka Allah akan menghapuskan seluruh kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke taman-taman surga di akhirat. Pada hari itu, Allah hinakan seluruh manusia dari kalangan kuffar dan munafiqin dengan dipadamkan cahaya mereka. Allah kecualikan Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang bersamanya. Bahkan Allah tabahkan dan sempurnakan cahaya mereka.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".” (QS. Al-Tahrim: 8)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’dy rahimahullah berkata dalam tafsirnya, “Allah telah perintahkan dalam ayat ini untuk taubat nasuha dan menjanjikan takfir al-sayyi-at (dihapuskannya keburukan-keburukan), masuk surga, dan keberuntungan atas taubat nasuha ini. Yaitu pada saat kaum mukminin memancarkan cahaya keimanan mereka di hari kiamat dan berjalan dengan cahayanya. Mereka merasakan ketenangan dan kenyamanan. Mereka merasa sangat khawatir jika cahaya mereka padam yang tidak diberikan kepada orang-orang munafiqin. Mereka meminta kepada Allah agar menyempurnakan cahaya mereka untuk diri mereka lalu Allah mengabulkan doa mereka tersebut. Bersama dengan iman dan keyakinan yang ada pada diri mereka itu, Allah menyampaikan mereka ke surga Na’im ke sisi Tuhan yang Maha Mulia.”

“Semua ini merupakan buah taubat nasuha.  Dan yang dimaksud taubat nasuha adalah taubat umum yang mencakup semua dosa secara keseluruhan. Di mana seorang hamba mengerjakannya karena Allah; ia tidak menginginkan dengan taubat itu kecuali keridhaan Allah dan kedekatan kepada-Nya.  Lalu seluruh sikap dan perilakunya melanjutkannya” tambah beliau. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

 


latestnews

View Full Version