View Full Version
Jum'at, 01 Oct 2021

Munafikin Mencela Penghafal Al-Qur’an

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam tas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Nifak adalah virus mematikan bagi hati. Jika menginveksi akan merusak iman di dalam hati. Sehingga pelakunya akan berpindah dari iman kepada kekafiran, dari calon penghuni surga kepada penghuni kerak neraka.

Munafikin adalah fitnah (ujian) di tengah-tengah umat Islam. Mereka selalu menghalangi manusia dari agama Allah Ta’ala, mengeluarkan umat Islam dari agamanya, memerangi kebenaran dan para da’inya. Harus kita pahami, keberadaan mereka ini adalah ujian dari Allah untuk para hamba-Nya.

وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ

Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka dengan sebahagian mereka.” (QS. Al-An’am: 53)

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةًأَتَصْبِرُونَ

Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?” (QS. Al-Furqan: 20)

Di antara senjata orang munafikin dalam menghalangi manusia dari jalan Allah adalah menjelekkan dan merendahkan ajaran Islam dan orang-orang yang berpegang teguh kepadanya. Mereka mencela orang-orang yang mengamalkan Islam dan para dainya agar menusia menjauhi mereka.

Cara ini telah digunakan oleh orang-orang kafir dan musyrikin terdahulu. Mereka mencela dan menghina para nabi dan pengikutnya. Ini menjadi senjata utama mereka untuk menjauhkan manusia dari petunjuk.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.” (QS. Al-An’am: 10)

Celaan dan stigma negatif orang-orang munafikin terhadap orang-orang shalih lebih berbahaya dari orang-orang kafir. Fitnah mereka benar-benar membayakan orang-orang shalih dan menipu umat Islam. Akibatnya, kaum mukminin memusuhi saudara mereka yang berpegang dengan agamanya. Lebih berbahaya lagi kalau orang-orang munafikin menduduki posisi penting di tengah-tengah umat semisal: menteri agama, ketua ormas Islam, anggota persatuan ulama, dan semisalnya.

Di antara celaan dan olok-olokan kaum mumafikin yang sangat parah ada dalam surat Al-Taubah. Surat ini memiliki nama lain al-Fadhihah (penyingkap) -karena surat ini menyingkap rahasia busuk dan membuka kedok jahat kaum munafikin-.  

Kaum munafikin mencela dan merendahkan para penghafal Al-Qur’an dari kalangan sahabat ridhwanullah ‘alaihim. Kemudian Allah kafirkan mereka dengan tegas dalam kitab-Nya.

Diriwayatkan dari lbnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Qatadah secara ringkas. Ketika dalam peristiwa perang Tabuk ada orang-orang yang berkata:

ما رأينا مثل قرِّائنا هؤلاء أَرْغَب بطونًا، ولا أَكْذَب ألسنةً، ولا أَجْبَن عند اللقاء

Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al Qur’an ini; orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya, dan lebih pengecut dalam peperangan”. Maksudnya, menunjuk kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabat yang ahli baca Al Qur`an.

Maka berkatalah Auf bin Malik kepadanya, “omong kosong yang kamu katakan. Bahkan kamu adalah munafik. Niscaya akan aku beritahukan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam”.

Lalu pergilah Auf kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk memberitahukan hal tersebut kepada Beliau. Tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu Allah kepada beliau.

Ketika orang itu datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Maka berkatalah dia kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah! Sebenarnya kami hanya bersenda-garau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang-orang yang bepergian jauh untuk pengisi waktu saja dalam perjalanan kami”.

Ibnu Umar berkata,”Sepertinya aku melihat dia berpegangan pada sabuk pelana unta Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sedangkan kedua kakinya tersandung-sandung batu sambil berkata: “Sebenarnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja”.

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya: “Apakah terhadap Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (HR. Al-Thabrani di tafsirnya, Ibnu Abi Hatim di tafsirnya, dan hadits ini dihassankan Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’y dalam Al-Shahih al-Musnad min Asbabin Nuzul: 71)

Allah abadikan peristiwa itu dengan turunnya ayat 65-66 dari surat al-Fadhihah. Kamu muslimin senantiasa membacanya, mendengar dan memperdengarkannya di masjid-masjid agar waspada kepada fitnah munafikin.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ  لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman." (QS. Al-Taubah: 65-66)

Berdasarkan ayat ini, para ulama terdahulu sampai sekarang bersepakat menghukumi kafir orang yang menghina agama Allah dan mencela (memberi stigma negatif) kepada orang yang berpegang dengan syi’ar ajaran Islam. Di mana dia tidak mencela dan menilai negatif kecuali karena mengamalkan ajaran agamanya. Contohnya: mencela orang-orang berilmu dengan ilmunya, amar ma’ruf dan nahi munkarnya, hafal Al-Qur’an, mengajarkan sunnah, memanjangkan jenggot, wanita berhijab, dan semisalnya.

Ibnu Nujaim al-Hanafi rahimahullah berkata,

الاستهزاء بالعلم والعلماء كفرٌ

“Menghina ilmu dan ulama adalah kekufuran.”

Al-Imam al-Nawawi rahimahullah berkata,

والأفعال الموجِبة للكفر: هي التي تصدر عن عمدٍ واستهزاءٍ بالدين صريحٍ

Perbuatan-perbuatan yang menyebabkan kufur adalah yang dikerjakan dengan sengaja atau mengolok-olok (main-main) dengan jelas terhadap (ajaran) agama.

Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari penyakit nifak dan kaum munafikin, mengembalikan rencana jahat mereka kepada diri mereka sendiri, dan menggagalkan usaha mereka untuk merusak Islam dan kaum muslimin. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version