View Full Version
Selasa, 31 Aug 2021

5 Ragam Bacaan saat Ruku’

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam.  Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Ruku’ adalah salah satu rukun Shalat. Dikerjakan di setiap rakaat. Setelah berdiri membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya (di rakaat pertama dan kedua), seorang mushalli (orang yang shalat) membungkukkan punggungnya dan meratakannya. Kepala juga di luruskan atau diratakan setara dengan punggung (tidak mendongak dan tidak terlalu menunduk).

Cara ruku’ di awali dengan bertakbir (membaca Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan setara dengan pundak atau telinga. Meletakkan telapak tangan ke lutut sambil mencengkramnya. Yaitu jari jemari tangan dibentangkan di lutut (tidak dikepalkan). Lalu bertumpu kepada keduanya. Demikianlah sifat ruku’ yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Pada saat ruku’ harus disertai thoma’ninah. Yaitu diam sesaat padanya, minimal cukup membaca tasbih. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang ruku’ dengan terburu-buru seperti burung gagak yang mematuk makanannya.

Terkadang, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melamakan ruku’nya dan memperingatkan kepada para sahabat agar tidak meremehkannya.

Pada saat ruku’, disunnahkan membaca zikir-zikir dan doa. Tidak boleh membaca Al-Qur'an ketika ruku'. Dan ditemukan –kurang lebih- 5 bacaan saat ruku’ ini.

Pertama, membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya (no. 772), dari Hudzaifah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku pernah shalat bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di satu malam –kemudian beliau sebutkan hadits tentang shalat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang cukup panjang-  di dalamnya disebutkan,

ثُمَّ رَكَعَ , فَجَعَلَ يَقُولُ : سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

“Kemudian beliau Ruku’ dan mulai membaca: Subhaana Rabbiyal ‘Adziim (Maha Suci Rabbku yang Maha Agung).” Dianjurkan membacanya sebanyak tiga kali.

Kedua, membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Diriwayatkan Imam Abu Dawud, dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata:

فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَكَعَ قَالَ : سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ثَلاثًا , وَإِذَا سَجَدَ قَالَ : سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ ثَلاثًا

“Apabila Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ruku’ maka beliau membaca Subhaana Rabbiyal ‘Adziimi wa Bihamdih (Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala pujian untuk-Nya) sebanyak tiga kali. Dan apabila sujud, beliau membaca: Subhaana Rabbiyal A’laa wa Bihamdih (Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi dan segala pujian untuk-Nya) sebanyak tiga kali.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di Shifah Shalah: 133)

Ketiga, membaca:

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوحِ

Diriwayatkan Imam Muslim, dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca pada ruku’ dan sujudnya:

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوحِ

“Maha Suci Engkau dan Maha Bersih (dari apa-apa yang disifatkan oleh orang-orang musyrik), Rabba para Malaikat dan Jibril.”

Keempat, membaca:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Al-Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari hadits ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha, ia berkata:  

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

“Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sering membaca pada ruku’ dan sujudnya: Subhaanaka Allaahumma Rabbana Wabihamdika, Allahummaghfirli (Mahasuci engkau Wahai Allah, Rabb kami dan segala puji bagi-Mu, Ya Allah ampunilah aku).”

Kelima, membaca:

اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ , وَبِكَ آمَنْتُ , وَلَكَ أَسْلَمْتُ , خَشَعَ لَكَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَمُخِّي وَعَظْمِي وَعَصَبِي

Diriwayatkan oleh Muslim, dari Abi bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, dari Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apabila beliau ruku’, beliau membaca:

Allahumma Laka Raka’tu, wa bika Aamant, wa Laka Aslamtu, wa Khasya’a Laka Sam’ii, wa Basharii, wa Mukhkhii, wa Adhmii, wa ‘Ashabii (Ya Allah, untuk-Mu aku ruku’, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Menunduk kepada-Mu pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, sarafku, dan apa yang diangkat oleh telapak kakiku).”

Penutup

Hendaknya kita benar-benar menjaga sunnah-sunnah dari Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ini. Boleh kita mengamalkan satu jenis bacaan ruku’ ini di satu shalat. Dan pada kesempatan lainnya, kita amalkan bacaan lainnya. Dan boleh juga kita baca semua bacaan ini dalam satu ruku’ shalat yang kita kerjakan. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version