View Full Version
Kamis, 08 Dec 2022

Tahan Menguap Saat Shalat!

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Saat kita mengerjakan shalat –sesungguhnya- kita sedang menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hendaknya, benar-benar menghadirkan rasa melihat Allah di hadapan kita. Jika tidak bisa ditingkat itu, harus meyakini Allah melihat kita. Karenanya, hendaknya kita menjaga adab dan kesopanan di hadapan Raab yang Maha Agung.

Di antara adab saat shalat, seseorang tidak membuka mulutnya lebar-lebar ketika menguap. Sebagaimana maklum, menguap bukan di bawah kendali kita. Datangnya tiba-tiba karena serangan malas dan ingin tidur. Demikian yang disebutkan oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam dalam Taudhihul Ahkan: 1/464.

Saat kita berbincang dengan kawan, lalu ia menguap dengan lebar dan bersuara, tentu kita merasa tidak nyaman dengannya. Perbuatan itu juga bentuk kurang adab di hadapan lawan bicaranya. Lalu bagaimana itu dikerjakan saat seseorang berada di hadapan Allah Ta’ala dalam shalatnya.  

Menguap yang menimbulkan kemalasan dan kelemahan dalam ibadah disifati sebagai godaan setan untuk melemahkan semangat dalam menjalankan kewajiban shalat. Setan benar-benar aktif membangkitkannya supaya seseorang kehilangan semangat ibadah dan tidak khusyu’ dalam shalatnya.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu, bahwa Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

اَلتَّثَاؤُبُ مِنْ اَلشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اِسْتَطَاعَ

Menguap itu termasuk perbuatan setan maka bila seseorang di antara kamu menguap hendaklah ia menahan sekuatnya.” (HR. Muslim dan al-Tirmidzi; beliau menambahkan: dalam shalat)

“Menahan sekuatnya” dengan mengatupkan gigi-gigi dan kedua bibir sehingga mulut tidak terbuka dan udara tidak keluar dari mulut. Jika tidak mampu maka hendaknya menutup mulut dengan tangan atau dengan kain. Tujuannya, agar setan tidak mendapati jalan masuk ke dalam dirinya.

Disebutkan dalam riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menerangkan tentang menguap,

إذا تَثاءَبَ أحَدُكُمْ، فَلْيُمْسِكْ بيَدِهِ علَى فِيهِ، فإنَّ الشَّيْطانَ يَدْخُلُ

Apabila salah seorang kalian menguap, hendaknya ia meletakkan tangannya di mulutnya. Sebab, setan akan masuk.

Setan benar-benar masuk ke dalam diri seseorang melalui mulut yang terbuka lebar itu. Dia sangat tertawa dengan penuh kebanggaan. Dengan itu, ia leluasa mengganggu dan menggoda seseorang dalam shalatnya. Karenanya, hendaknya orang yang sedang shalat menutup rapat pintu-pintu masuknya setan ke dalam dirinya.

Imam Al-Nawawi rahimahullah berkata,

وسواء كان التثاؤب في الصلاة أو خارجها : يستحب وضع اليد على الفم , وإنما يكره للمصلي وضع يده على فمه في الصلاة إذا لم يكن حاجة كالتثاؤب وشبهه

Menguap dalam shalat atau di luar sahalat hukumnya sama: dianjurkan meletakkan tangan pada mulut. Dimakruhkan seorang mushalli meletakkan tangannya di mulutnya dalam shalatnya bila tidak ada kebutuhan seperti menguap dan yang serupa.” (Al-Adzkar: 346)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam kumpulan fatwanya “Nuur ‘ala Al-Darb” berkata,

التثاؤب هو من الشيطان ، صح ذلك عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم ، وينبغي للإنسان إذا تثاءب سواء في الصلاة أم خارج الصلاة ينبغي له أن يكظم تثاؤبه ما استطاع ، فإن عجز : فليضع يده على فمه ، سواء في الصلاة أو في خارج الصلاة

Menguap adalah dari –godaan- setan. Keterangan itu shahih dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa’ala Aalihi wasallam. Apabila seseorang menguap hendaknya ia menahan menguapnya tadi semampunya; baik di dalam shalat atau di luar shalat. Jika ia tidak mampu maka hendaknya menutupkan tangannya di mulutnya; baik di dalam shalat maupun di luar shalat.

Agar seseorang terbebas dari gangguan setan ini hendaknya ia mengerjakan shalat dengan semangat, energik, dan kemauan yang kuat. Ia harus menyadari bahwa setan adalah musuhnya maka jadikan ia musuh. Setan melancarkan serangan kepada dirinya dalam shalatnya. Karenanya, selalu waspada terhadap serangan-serangan setan. Lawan godaannya –salah satunya menguap- semampunya. Jika tidak bisa menahannya, maka tutup mulut dengan tangan atau kain agar tertutup jalan masuk setan ke dalam diri. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version