View Full Version
Sabtu, 03 Aug 2013

Pemuda Kradenan Bersemangat Mengurusi Jenazah Eko Klaten

KLATEN (voa-islam.com) – Tak hanya aktivis Islam lintas ormas seperti MMI, FUI, KOKAM Muhammadiyah, Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta, FPI, JAT dari Solo, Klaten dan Yogyakarta yang semangat dalam menyambut dan hendak mengurusi jenazah Eko Suryanto.

Saking semangatnya dan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi Eko, mereka pun kemudian membentangkan dan memasang sejumlah spanduk penyemangat bagi aktivis Islam dan warga desa Kradenan.

Diantara spanduk yang dipasang di depan masjid Al Hidayah, sebelah barat rumah orang tua Eko yaitu bertuliskan, Selamat Datang Syuhada, Insya Allah Kalian Mujahid Bukan Teroris” dan “MEREKA MUJAHID, Ayo Lanjutkan..”.

Bapak-bapak paguyuban dukuh Mluwih dan juga ibu-ibu warga desa Kradenan pun tak kalah semangat dalam menyambut jenazah Eko. Bahkan mereka rela menunggu jenazah Eko sejak Kamis (1/8/2013) sore dikediaman orang tua Eko.

Namun dari semua itu, ternyata para pemuda Karang Taruna desa Kradenan kecamatan Trucuk kabupaten Klaten juga tak kalah semangat dalam menunggu jenazah rekan se-desanya tersebut dari Jakarta. Hal ini sebagaimana disampaikan Hadi, salah satu warga dan tokoh masyarakat desa Kradenan.

Para pemuda desa Kradenan tidak hanya sekedar menunggu dan melihat saja. Bahkan mereka, terang Hadi, yang nantinya akan mengusung jenazah Eko mulai turun dari mobil Ambulance, membawanya ke rumah orang tua Eko, hingga membawanya ke tempat pemakaman.

...Yang akan mengangkat jenazah (Eko –red) itu para pemuda sini. Karena para pemuda da warga terkesan dengan perilaku dan akhlaq Eko...

“Yang akan mengangkat jenazah (Eko –red) itu para pemuda sini. Karena para pemuda da warga terkesan dengan perilaku dan akhlaq Eko,” tuturnya kepada voa-islam.com pada Kamis (1/8/2013) malam sebelum jenazah Eko tiba.

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan hampir dua belas jam dari RS Polri Sukanto Jakarta, jenazah Eko tiba di rumah orang tuanya di dukuh Mluweh Rt.15/Rw.07, desa Kradenan, kecamatan Trucuk, kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (1/8/2013) malam sekitar jam 23.00 WIB.

Jenazah Eko yang diberangkatkan dengan mobil Ambulance bernopol B 1024 TIX dan dijemput oleh Sugiyanto (ayah Eko), Pak Wiyono (Lurah desa Kradenan), Pak Panut (Moden desa Kradenan), pamannya Eko dan satu pemuda Karang Taruna tersebut berhenti di pertigaan kecil hendak masuk ke gang rumah orang tua Eko.

Setelah pintu belakang mobil Ambulance dibuka, para pemuda Karang Taruna desa Kradenan yang menunggu sejak sore dan kompak menggunakan seragam batik itu langsung mengusung jenazah Eko kerumah orang tuanya.

Seperti diberitakan www.voa-islam.com sebelumnya, Eko Suryanto merupakan salah satu dari dua aktvis Islam korban pembunuhan Densus 88 di sebuah warung kopi di Tulungagung Jawa Timur, pada Senin (22/7/2013) lalu.

Eko adalah pemuda kelahiran dukuh Mluweh Rt.15/Rw.07, desa Kradenan, kecamatan Trucuk, kabupaten Klaten, Jawa Tengah, 28 Juli 1991 silam yang menurut para warga, sangat baik dan selalu berprestasi di sekolahnya. [Khalid Khalifah]


latestnews

View Full Version