View Full Version
Kamis, 13 Aug 2015

Tradisi di Persis; Calon Ketua Tidak Boleh Mengiklankan Diri

BANDUNG (voa-islam.com) – Persatuan Islam (Persis) salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia akan melaksanakan Muktamarnya yang ke 15 pada 20-23 Nopember di Jakarta. Lazimnya, dalam sebuah acara Muktamar, pergantian kepemimpinan menjadi wacana yang tidak bisa dielakkan lagi.

Namun di Persis, menurut Ketua Umumnya Prof. Dr. Maman Abdurrahman, MA., memiliki tradisi sendiri dalam urusan kepemimpinan ini.

“Tradisi di Persis, calon ketua tidak boleh mengiklankan diri,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara Launching Muktamar XV Persis dan Muktamar XII Persistri, Ahad (09/08) kemarin di GOR Padjadjaran, Bandung.

Persis dijadwalkan akan melaksanakan Muktamarnya yang ke 15  pada 20-23 Nopember di Jakarta dengan tema Dinamisasi Jihad Jam’iyyah untuk Menghadapi Tantang Dakwah

Informasi yang beredar, ada tiga calon kuat yang akan menjadi Ketua Umum Persis, seperi Ustadz Latiful Hayat, Ustadz Aceng Zakaria, dan Ketua Umum saat ini Prof. Maman. Ketika ditanya apakah Prof Maman siap jika nanti dipilih kembali, Prof Maman menjawab.

“Tawaquf dulu, artinya melihat situasi dan kondisi (saat Muktamar nanti), tapi yang pasti kalau untuk jihad saya harus siap bagaimanapun kondisinya,” ujarnya yang didampingi Sekretaris Dr. Irfan Syafrudin.

Menurut Prof. Maman, saat ini sudah ada sekitar 1.200 pesantren, sekolah, yang saat ini dikelola oleh Persis dan santrinya mencapai lebih dari 500 ribu, yang mereka semua ini harus dibekali dengan ilmu.

“Tapi kita masing kurang di universitas atau perguruan tinggi, kita baru punya sekolah tinggi, ke depan kita ingin punya universitas yang unggul,” tutupnya.

Persis dijadwalkan akan Muktamarnya yang ke 15 dan Muktamar Persistri yang ke 12 pada 20-23 Nopember di Jakarta dengan tema Dinamisasi Jihad Jam’iyyah untuk Menghadapi Tantang Dakwah. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version