View Full Version
Senin, 04 Aug 2014

Prof.Mordechai : Cara Mengalahkan Palestina Dengan Memperkosa Ibu dan Anaknya

TEL AVIV (voa-islam.com) - Inilah pikiran gila seorang Zionis. Prof. Mordechai Kedar, seorang pengikut sayap kanan Israel, dan profesor di Universitas Bar-Ilan, menyarankan kepada pemerintah, bahwa satu-satunya cara menghentikan Palestina dari melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran Israel, hanya dengan cara memperkosa ibu dan saudara perempuan mereka, tegasnya, Minggu, 3/7/2014.

Berbicara dalam Ibrani di acara radio, di mana koran Haaretz melaporkan bahwa profesor Mordechai menegaskan, "satu-satunya cara yang dapat menghalangi mereka (Palestina), jika mereka tahu bahwa kakak mereka atau ibu mereka akan diperkosa, jika mereka tertangkap", ungkapnya.

"Satu-satunya cara menghalangi seorang pembom bunuh diri adalah pengetahuan, jika ia menarik bom atas dirinya, maka adiknya atau ibunya akan diperkosa," tambahnya. "Itulah satu-satunya cara yang akan menghentikan aksi mereka, dan memaksa mereka kembali ke rumah, dalam rangka menjaga kehormatan adiknya", tuturnnya.

Universitas Bar-Ilan mengeluarkan pernyataan menjelaskan bahwa Professor Kedar tidak menganjurkan menggunakan pemerkosaan sebagai taktik perang. Aktivis feminis di Israel dalam sebuah surat yang memperingatkan bahwa kata-kata profesor bisa menghasut "Pasukan Pertahanan Israel dan warga sipil Israel untuk melakukan perkosaan, dan membahayakan perempuan Israel dan Palestina. "

"Kata-kata Kedar menggemparkan, dan  menggema di Israel, dan memperlakukan perkosaan sebagai praktek perlawanan terhadap musuh, meskipun itu adalah kejahatan perang," surat ke Bar-Ilan University presiden Rabbi Prof Daniel Hershkowitz mencatat.

Sejatinya, kejahatan yang diserukan oleh Prof.Kedar sudah berlangsung, di mana para tahanan perempuan Palestina di penjara-penjara Israel, dipaksa telanjang, di depan para tahanan laki-laki. Banyak perempuan Palestina diperkosa oleh manusia najis Zionis-Israel di penjara-penjara.

*mashadi/wb/voa-islam.com

 


latestnews

View Full Version