View Full Version
Rabu, 11 Feb 2015

Rapper Jerman Denis Cuspert Masuk Dalam Daftar Teroris Amerika Serikat

WASHINGTON (voa-islam.com) - Amerika Serikat menegaskan mantan rapper Jerman, Denis Cuspert, masuk dalam daftar "teroris" atas perannya sebagai seorang pejuang dengan ISIS, ungknap Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Senin, 8/2/2015.

Denis Cuspert (39 tahun), yang  sangat terkenal sebagai penyanyi rap di Berlin, dan sekarang berganti nama Abu Thalhah al-Almani, merupakan salah satu pejuang Barat yang paling terkenal dikalangan  ISIS. Cuspert terdaftar sebagai pendukung al-Qaeda oleh PBB.

Daftar AS sebagai "teroris global" membekukan semua aset Cuspert di bawah hukumm Amerika Serikat dan semua lembaga di Amerika Serika dilarang melakukan transaksi dengan dia.

Cuspert bergabung ISIS pada tahun 2012 dan telah muncul dalam berbagai video dari kelompok ISIS, termasuk salah satu video pada bulan November "di mana dia muncul memegang kepala yang dia klaim  seorang pria yang dieksekusi, karena menentang ISIL (ISIS)," kata Departemen Luar Negeri.

Banyak jihadis yang bergabung dengan ISIS telah khawatir banyak negara-negara Barat. Semua negara Barat sibuk menghadapi para pemuda Muslim yang sekarang berada di medan perang Irak dan Suriah.

"Cuspert adalah simbol dari sosok jihadis asing yang bergabung dengan ISIS, dan bersama berjuang dengan jihadis dari berbagai negara - banyak anak-anak muda Muslim dari berbagai negara Eropa dan Barat, yang kemudian melakukan perjalanan ke Irak dan Suriah melakukan jihad melawan para penindas rakyat di negara-negara Muslim," kata Departemen Luar Negeri mengatakan.

Cuspert telah berjanji sumpah kesetiaan kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dan merupakan perekrut utama pejuang Jerman. Jaksa Jerman telah meluncurkan penyelidikan Cuspert serta pejuang asing lainnya.

Amerika Serikat sekarang melakukna koordinasi dengan seluruh negara Barat, dan melakukan langkah-langkah yang preventif mencegah mengalirnya para pemuda Muslim bergabung dengan ISIS. Termasuk pemerintah Turki mengetatkan setiap kedatangna orang asing masuk ke Turki. (dimas/aby/voa-islam.com)

 


latestnews

View Full Version