View Full Version
Selasa, 05 Nov 2019

Benarkah Islam Mewajibkan Wanita Cemburu?

 

Oleh: Desi Wulan Sari

Cemburu merupakan sifat yang dibenci oleh Allah, karena cemburu merupakan sifat tidak senang melihat orang lain beruntung atau bahkan ada perasaan iri di dalamnya. Sifat cemburu yang seperti ini akan senantiasa dibayang-bayangi oleh godaan setan kepada manusia. Dan biasanya sifat ini kebanyakan dimiliki oleh kaum wanita. Maka cemburu seperti ini tidak diperbolehkan agama. Karena jelas dasar kemudharatannya. Sebagai seorang muslimah perlunya memahami dan menyikapi sikap cemburu merupakan satu keharusan. Jika salah menyikapi bisa masuk dalam jurang kehancuran.

Perlunya memahami konsep uqdatul qubro yaitu tujuan penciptaan awal kehidupan manusia di dunia oleh Allah SWT. Konsep ini akan mengembalikan kesadaran seseorang atas tujuan kita dalam kehidupan selain beribadah kepada Allah dan meraih amalan pahala sebaik mungkin.

Manusia diciptakan oleh Allah sesuai dengan fitrahnya, memiliki berbagai sifat dasar seperti marah, senang, sedih, bahagia, dan lain sebagainya. Dan salah satu sifat manusia adalah cemburu. Al-Ghirah (rasa cemburu) adalah sebuah rasa yang Allah hadirkan sebagai suatu bentuk ujian pada manusia. Sama seperti cinta, sakit, dan luka. Dan yang namanya perasaan pasti berada di bawah kendali manusia. Memilih untuk diikuti, berarti cemburu yang menguasai kita, atau memilih untuk dikelola yang berarti cemburu berada di bawah kekuasaan kita

Sejatinya ada dua jenis cemburu, yaitu cemburu yang Allah sukai dan yang tidak Allah sukai. Rasulullah bersabda: “Rasa cemburu ada yang disukai Allah dan ada pula yang tidak disukai-Nya. Kecemburuan yang disukai Allah adalah yang disertai alasan yang benar. Sedangkan yang dibenci ialah yang tidak disertai alasan yang benar (cemburu buta).” (HR. Abu Daud).

“Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburunya Allah jika seorang Mu’min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya” (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).

Jadi cemburu sesungguhnya adalah perasaan yang dianugerahkan Allah. Wajar bahkan wajib dimiliki untuk alasan yang dibenarkan. Ini berarti cemburu harus diatur sedemikian rupa agar proporsional dan tidak mengotori hati, apalagi mengarah pada pelanggaran syariat. Pada perilaku dosa dan mendatangkan murka Allah. Betapa berbahayanya bila cemburu buta terjadi.

Sifat cemburu dominan dimiliki seorang wanita. Maka wanita harus memiliki Ilmu pengetahuan Islam yang baik. Tsaqofah atau kepribadian Islam yang dimiliki beriringan dengan ahlak mulia seorang muslimah akan membawa keselamatan dan kebahagiaan bagi dirinya sendiri, orang tua, dan keluarganya.

Selain cemburu yang mendatangkan kemudharatan, ternyata ada sifat cemburu yang justru wajib dimiliki oleh seorang wanita.

Misalnya kecemburuan yang benar, yaitu ketika wanita menjaga diri dari sikap tidak merasa malu, bercampur dengan lelaki, segala hal yang diharamkan, dicela, dicaci dan diaibkan; berusaha agar tidak ada seorang pun melecehkannya. Inilah kecemburuan yang disukai Allah dan Rasul-Nya dan wajib dimiliki wanita muslimah.

Maka berikut ini adalah sifat cemburu yang sesuai dengan Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.  Yaitu Sifat-sifat cemburu yang wajib dimiliki oleh wanita muslim sebagai jalan keselamatan, antara lain:

Pertama, cemburu terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kedua, cemburu terhadap kehormatan. Orang mukmin harus cemburu terhadap anggota keluarganya jika ada salah satu seorang di antara mereka yang mengotori kemuliaan atau kehormatan diri.

Ketiga, cemburu terhadap waktu. Waktu merupakan sesuatu yang paling berharga bagi ahli ibadah. Dia tentu akan cemburu jika kehilangan waktu. Sebab sekali saja kehilangan waktu, dia tidak akan dapat kembali lagi.

Dalam hadist Rasul shalallaahu ‘alaihi wasallam lainnya diriwayatkan bahwa beliau bersabda, “Tidak seorang pun yang lebih pencemburu selain Allah. Karena itulah (kecemburuan-Nya), Allah mengharamkan segala perbuatan keji.” (H.R. al-Bukhari dalam kitab an-Nikah).

Dalam hadist lain Rasul shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hai umat Muhammad, tidak seorang pun yang lebih pencemburu selain Allah bila melihat hamba-Nya atau umat-Nya berzina. Hai umat Muhammad, kalaulah kalian mengetahui apa yang aku ketahui, maka pastilah kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.” (H.R. al-Bukhari).

Betapa Indahnya sifat cemburu yang wajib dimiliki seorang wanita dalam kehidupan Islam. Karena datangnya Islam merupakan jalan penerang bagi umat-umat terdahulu. Dan hanya Islam-lah seorang wanita mendapatkan kemuliaan dengan cara dihornati, dihargai, dijamin hak dan kewajibannya. Karena Allah tidak memandang gender dalam memberikan pahala kebaikan. Hanya ketakwaan dihadapan Allah-lah  yang membedakan derajat keduanya (penj--laki-laki dan perempuan). Nilai ketakwaan tersebut bagi para wanita adalah mereka yang selalu berpegang  teguh pada hukum-hukum syariat yang telah Allah turunkan berupa AlQuran dan hadis. Wallahu a'lam bishawab. (rf/voa-islam.com

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version