View Full Version
Sabtu, 22 Aug 2020

Film The World of The Married: Antara Fakta dan Hoaks Pernikahan

 

Oleh:

Ndarie Rahardjo, S.T., || Guru PAUD dan Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

TENTUNYA, bagi kaum ibu ataupun remaja putri yang mencintai serial film Korea, tahu betul film The World of The Married kan? Film yang tak hanya menceritakan soal perselingkuhan, tetapi juga kekerasan yang bisa terjadi di rumah tangga. Bahkan tak sedikit orang yang terinspirasi dari film tersebut dan jadi guideline hidupnya, sampai tak mau menikah. Wah, bahaya nih. 

Nah bener enggak sih kehidupan berkeluarga itu seperti yang ada di serial korean itu? Yuuk kita intip: Terkait fakta pernikahan. Ternyata banyak loh yang pilih menikah/tidak menikah itu karena terlalu terpaku pada fakta. Misalnya seseorang yang enggan menikah karena melihat sisi negatifnya saja, kalau menikah itu bakalan terjadi banyak konflik suami-istri, perselingkuhan, perceraian, kegagalan mendidik anak dan lainnya. Orang yang terlalu fokus dengan hal negatif tentang pernikahan akan membuat dia fobia bahkan alergi ketika membicarakan pernikahan. Mereka akhirnya lebih suka menjalin hubungan tanpa ikatan yang sah. Orang-orang seperti ini akan membentuk pribadi yang jauh dari tanggung jawab baik sebagai suami ataupun istri karena tak mau repot atau direpotkan.

Ada juga yang semangat menikahnya luar biasa karena hanya membayangkan hal-hal positifnya, yang enak-enaknya dan indahnya saja. Misalnya, dalam pernikahan itu akan penuh cinta dan kasih sayang dari pasangannya, saling menerima, mendukung, tercapai kebahagiaan sejati, bersama dalam suka dan duka serta setia sampai maut menjemput. Orang-orang yang berpandangan seperti ini ketika menghadapi sedikit saja masalah dalam keluarganya, maka akan cepat stres dan putus asa karena dari awal tidak dipersiapkan mentalnya menerima kenyataan dalam rumah tangga.

Begitu juga terkait hoaks tentang pernikahan. Namanya juga hoaxs pastinya enggak bener tak usah dipercaya apalagi sampai diyakini. Nah, apa saja sih yang biasanya muncul hoaxs dalam menjalin pernikahan? Kuy.. disimak baik-baik biar tak salah sangka ya..! 

Pertama, mungkin ada di sekitar kita yang memilih "lebih baik tidak menikah" karena alasan hidup sendiri itu lebih fun dan bebas. Orang seperti ini tidak mau terikat pernikahan karena menganggap dapat menghambat karir dan kesenangannya juga mengerangkeng kebebasannya.

Kedua, anggapan bahwa perselingkuhan itu wajar, sehingga banyak pasangan menikah terjebak pilihan selingkuh daripada harus berpoligami/nikah sah.

Ketiga, menjadikan pelakor sebagai musuh utama sehingga over protection dan menyulut persaingan dengan pasangan baru atas dasar kebencian.

Keempat, anggapan umum masyarakat yang men-judge kalau  perceraian itu memalukan sehingga lebih memilih tersiksa dengan pernikahannya daripada berpisah.

Kelima, cinta adalah segalanya dan sukses materi pasti bahagia. Yah berapa banyak pasangan yang menjalin pernikahan hanya dengan modal cinta buta tak memikirkan lagi syarat/kriteria yang sesuai dengan ketentuan  norma agama. Menikah beda keyakinan dengan alasan demi rasa cinta. Selain itu juga anggapan bahwa sukses materi pasti bahagia, sehingga setiap pasangan berlomba-lomba mewujudkan kesuksesan materinya agar bahagia meskipun dengan menghalalkan segala cara.

Namun tak perlu khawatir dengan fakta-fakta yang ada dan hoaxs yang berkembang di masyarakat, ternyata dalam Islam itu sudah diatur dengan lengkap dan sempurna. Pada hakikatnya pernikahan dalam pandangan Islam adalah ibadah yang akan mendatangkan sakinah/ ketenangan, mawaddah dan rahmah serta menjadi sarana untuk menyempurnakan ketakwaan kepada Allah dan ittiba kepada Rasulullah SAW.

Ikatan pernikahan sangat kuat karena dilandasi keyakinan bahwa menikah adalah menyempurnakan separuh diin,  melestarikan keturunan dan membawa pada ketakwaan. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 21 yang artinya, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

Serta dalam Al-Qur’an Surah An Nahl ayat 72 yang artinya, “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?"

Menikah bagi seorang Muslim/Muslimah merupakan sunnah Rasulullah SAW, sehingga cara pelaksanaanya pun harus sesuai yang dicontohkan agar dinilai sebagai pahala di hadapan Allah. Ingat, tujuan menikah untuk taat bersama-sama kepada Allah. Meyakini bahwa rizki tidak melulu soal harta yang sudah dijamin oleh Allah sehingga tidak perlu khawatir  menikah meskipun bukan hartawan, Karena kebahagiaan adalah ketika bisa menggapai ridho Allah bersama keluarganya.*


latestnews

View Full Version