View Full Version
Jum'at, 10 Mar 2023

Rumah & Para Pecinta Ibadah

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas khairil anam, Rasulullah beserta keluarga dan para sahabatnya.

Pernah kah kita membayangkan, kita masuk surga tanpa istri, anak, dan keluarga kita? Pasti sedihkan?!

Tentu setiap kita senang, bisa berkumpul bersama orang tua, istri & anak di tempat penuh kenikmatan itu. Indah bukan?!

Tidak ada jalan mewujudkan ini kecuali dengan ibadah kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala. Maka lihatlah saat tiba waktu ibadah!

Apakah anggota keluarga kita serempak dan kompak dalam menegakkan ibadah?

Bapak bersama anak laki-lakinya pergi ke masjid untuk shalat fardhu berjamaah. Ibu bersama putri-putri berjamaah di rumah.

Lebih indah dari itu, anggota keluarga menambah dengan shalat Sunnah Rawatib, Qiyamullail, dan Dhuha. Bahkan rumah menjadi madrasah untuk mempelajari Al-Qur’an dan menghafalkannya.

Anggota keluarga - saat tiba Ramadhan- kompak melaksanakan shiyam, qiyam, tadarrus, dzikir, istighfar dan doa.

Bukan hanya ibadah mahdhah (ritual), tapi anggota keluarga juga kompak melaksanakan ibadah ghairu mahdhah yang berdampak positif ke orang lain; sedekah, silaturahim, dan berbagi kebaikan kepada yang lain.

Semua kebaikan ini tidak akan terwujud di rumah kecuali apabila tegak tarbiyah yang baik di satu rumah. Terealisir firman Allah Ta’ala, “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

Mimpi berkumpul bersama keluarga di surga akan terwujud dengan kekompakan anggota keluarga dalam menegakkan ibadah di rumah; saling menasihati dan mengingatkan, mendorong kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Shalat Sunnah adalah lapangan luas untuk berlomba dalam ibadah. Contohnya shalat Sunnah rawatib; 4 rakaat ba’da Dzuhur, 2 rakat ba’da Dzuhur, 2 rakat ba’da Maghrib, 2 raka’at ba’da Isya’, 2 rakaat sebeum Shubuh.

Keutamaan 12 rakaat ini maka akan dibangunkan rumah di surga. Saat anggota keluarga memiliki rumah di dunia dan tinggal di dalamnya dengan bahagia, suka cita dan canda tawa maka mereka sangat membutuhkan rumah di surga dan mendapatkan kebahagiaan yang abadi di dalamnya.

Dari Ummu Habibah Ummul Mukminin Radliyallaahu 'anha, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى اِثْنَتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي اَلْجَنَّةِ

"Barangsiapa melakukan shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga." (HR. Muslim) Dalam riwayat lain ada tambahan, “Shalat Sunnat.”

Dalam riwayat Tirmidzi dengan tambahan keterangan:

أَرْبَعًا قَبْلَ اَلظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اَلْمَغْرِبِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اَلْعِشَاءِ , وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ اَلْفَجْرِ

Empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya', dan dua rakaat sebelum Shubuh.”

Tentu masih ada shalat-shalat sunnah lainnya dan amal-amal kebaikan lainnya yang sangat dibutuhkan anggota keluarga untuk mengumpulkan mereka di surga.

Kami pernah menulis tentang amal-amal yang berbonus rumah di surga “10 Amalan Berbonus Rumah di Surga”. Selain 12 rakaat Shalat Sunnah Rawatib; 1. Mendirikan masjid karena Allah, 2. Menjenguk orang sakit, 3. Memuji Allah dan beristirja’ saat diuji dengan kematian anak, 4. Membaca doa masuk pasar, 5. Menutup celah barisan shaf shalat, 6. Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah, 7.            Menghindari debat walaupun dalam posisi yang benar, 8. Meninggalkan dusta dalam becanda, 9.             Berakhlak mulia.

Tentu bukan hanya ayah yang harus mengusahakan amal itu. Tapi seluruh anggota keluarga, berharap semua bisa berkumpul di surga. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version