View Full Version
Senin, 23 Jun 2014

Taklukkan Puncak Tertinggi Eropa, Tim UMY Siapkan Buku Manajemen Pendakian

YOGYAKARTA (voa-islam.com) - Tim MAPALA UMY yang terdiri dari  Singgih Alnin Muttaqin, Akhmad Rasyid Gandi, M. Fauzan, Saigunsi Bonita Arimi, dan Suwarjono Lempo, sudah kembali menginjakkan kaki di Yogyakarta.

Ekspedisinya ke Gunung Elbrus Rusia selama 3 minggu sudah usai, dan mereka pun berniat akan membukukan hasil ekspedisinya tersebut. Kedatangan mereka pun disambut langsung oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Pemerintah Provinsi DIY yang diwakili oleh GBPH H. Prabukusumo, S.Psi, serta ketua dan wakil ketua Badan Pembina Harian UMY, H. Rosyad Sholeh dan Ir. Dasron Hamid. 

Dalam penyambutannya, Rektor UMY menyampaikan pada semua tim MAPALA UMY baik yang sudah menjalakan ekspedisinya maupun yang tidak ikut mendaki, untuk tetap terus berusaha dan bekerja keras untuk meraih impiannya. "Semuanya harus tetap berusaha keras dan sungguh-sungguh dalam bekerja. Sebab dengan bersungguh-sungguh, hasil yang kita inginkan akan tercapai dengan maksimal," ujarnya.

 

Sementara itu, Suwarjono Lempo, selaku koordinator tim ekspedisi mengatakan waktu yang dibutuhkan untuk mendaki ke puncak Gunung Elbrus itu selama 10 hari. Kemudian untuk 2 minggu berikutnya digunakan untuk melakukan eksplorasi dan kajian mengenai sejarah, sosial, dan kebudayaan penduduk muslim di daerah Terskol di kaki Gunung Elbrus Suwarjono melanjutkan, saat mereka melakukan pendakian dan tiba di ketinggian 5000 mdpl, suhu udara Elbrus sudah mencapai minus 30 derajat celcius. Sehingga mereka diharuskan untuk tetap menjaga stamina sampai bisa tiba di puncak Elbrus. "Suhu Elbrus memang sangat ekstrim. Tapi kami beruntung, karena saat tiba di puncak, kami bisa terhindar dari jam-jam kritis saat suhu tiba-tiba berubah dengan sangat cepat," ujarnya.

 

Adapun hasil ekspedisi tim MAPALA UMY ke Elbrus itu nantinya akan dibukukan. Baik itu berupa buku panduan mengenai Manajemen Perjalanan Pendakian Gunung Es, yang diperuntukkan bagi generasi selanjutnya yang akan melakukan pendakian gunung es, juga buku berupa hasil eksplorasi sosial dan budaya penduduk muslim di daerah Terskol yang berada di kaki Gunung Elbrus, yang juga merupakan salah satu jalur pintu masuk ajaran Islam ke kawasan Rusia. [bhpumy/muhammadiyah/jabir]


latestnews

View Full Version