View Full Version
Selasa, 21 Apr 2026

Tidak Akan Pernah Bisa Menyenangkan Semua Orang

Oleh: Badrul Tamam

Pernahkah kita merasa lelah bukan karena pekerjaan yang berat, tetapi karena terlalu memikirkan penilaian orang lain?

Apa pun yang kita lakukan selalu saja ada komentar. Ketika berbuat ini, ada yang menilai berlebihan. Ketika memilih jalan yang berbeda, ada yang mencurigai. Akhirnya, kita hidup seperti mengejar sesuatu yang tidak pernah selesai: semua orang menerima dan semua orang puas.

Ketahuilah, itu semua adalah hal yang mustahil.

Imam Syafi'i memberikan nasihat yang sangat dalam:

اِعْلَمْ أَنَّهُ لَيْسَ إِلَى السَّلَامَةِ مِنَ النَّاسِ سَبِيلٌ، فَانْظُرِ الَّذِي فِيهِ صَلَاحُكَ، فَالْزَمْهُ

“Ketahuilah bahwa tidak ada jalan untuk selamat dari (celaan atau penilaian) manusia. Maka perhatikanlah apa yang membawa kebaikan bagi dirimu, lalu berpeganglah padanya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam Manaqib asy-Syafi’i (hal. 212) dengan sanad yang shahih)

Kalimat ini sederhana, tetapi menampar kesadaran kita dengan lembut. Tidak ada manusia yang bisa lepas dari komentar, penilaian, atau bahkan kesalahpahaman orang lain. Selama kita hidup di tengah manusia, selama itu pula kita akan diuji oleh pandangan mereka.

Masalahnya bukan pada penilaian orang, tetapi pada hati kita yang terlalu bergantung padanya.

Berapa banyak keputusan hidup yang kita tunda hanya karena takut tidak disetujui orang lain? Berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan hanya karena khawatir dianggap aneh? Padahal, tidak semua yang disukai manusia itu baik, dan tidak semua yang tidak disukai manusia itu salah.

Jika kita terus mengejar agar semua orang puas, kita akan kelelahan sendiri. Karena standar manusia itu berubah-ubah, dan tidak pernah benar-benar sama.

Nasihat Imam Syafi’i mengajarkan satu hal penting: ukur hidupmu dengan kebenaran, bukan dengan keramaian pendapat manusia. Fokus pada apa yang memperbaiki dirimu, bukan pada apa yang membuat semua orang setuju.

Bukan berarti kita tidak boleh mendengar orang lain, namun maksudnya, kita tidak boleh kehilangan arah karena mereka.

Pada akhirnya, hidup ini bukan tentang menjadi paling disukai, tetapi tentang menjadi paling benar dalam langkah yang kita pilih.

Jika semua orang tidak mungkin bisa kita puaskan, maka cukup pastikan satu hal: kita tidak menyimpang dari apa yang benar. Karena penilaian manusia akan selesai di dunia, tetapi pertanggungjawaban kita tidak berhenti di sana. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version