View Full Version
Senin, 10 Jun 2013

Adu Kekuatan Antara Islamis dan Sosialis Sekuler di Turki

Ankara (voa-islam.com) Di Turki sedang terjadi pertarungan yang sangat dahsyat antara kaukm Islamis di bawah Perdana Menteri Turki Recep Tayyib Erdogan dengan kaum nasionalis sekuler.

Mereka bertarung hidup dan mati. Para pengikut dan pendukung ideologi Kemal Attaturk sekarang berada di ujung tanduk. Para pendukung kaum sosialis dan nasionalis itu, di alun Taksim (kemerdekaan) memanjang foto Vladimir Lenin (tokoh komunis Rusia), Che Guavara (tokoh sosialis Amerika Latin), Abdullah Ocalan (pendiri Partai Sosialis Kurid/PKK), Mustafa Kamal Attaturk yang disandingkan dengan Lenin.

Mereka yang menjadi tulang punggung kaum sosialis dan nasionalis sekuler sangat kawatir terhadap masa depan mereka, bersamaan dengan semakin kokohnya kekuatan kaum Islami di Turki, dibawah Erdogan. Semua itu dipicu dengan pembatasan minuman alkohol oleh parlemen Turki, dan minuman alkohol itu menjadi lambang supremasi kaum sekuler Turki.

Menanggapi situasi yang mengarah kepada chaos itu, Erdogan yang sangat kokoh mendapatkan dukungan rakyat Turki itu, menegaskan kepada para pendukungnya, mengatakan, "Ada memiliki waktu hanya tujuh bulan tersisa sampai pemilu lokal. Saya ingin anda mengajarkan mereka pelajaran  melalui cara-cara demokratis di kotak suara, "kata Erdogan di depan para pendukungnya.

Erdogan juga menyatakan bahwa pemuda harus diberi kesempatan  membuat pilihan politik, dan menambahkan pemerintahannya akan  mengurangi usia hak pilih menjadi 18 tahun.  "Kami mengurangi usia bagi mereka yang memiliki hak pilih dari umur 25 tahun menjadi 18 tahu," kata Erdogan.

"Sekarang, di beberapa negara Eropa, usia untuk memilih dan dipilih adalah 18 tahun. Anda memberikan hak untuk memilih di usia l8 tahun,  tetapi tidak berhak  dipilih. Kita mengatakan pemilihan sulit dan dapat mengurangi umur 18 tahun untuk pencalonan. Kami bekerja di atasnya ".

AKP Sabtu (8/6/2013) mengesampingkan pemilihan umum dini. Huseyin Celik, wakil ketua AKP didirikan oleh Erdogan lebih dari satu dekade lalu, mengatakan pemilihan lokal dan presiden akan diadakan tahun depan seperti yang direncanakan, dan pemilihan umum pada tahun 2015.

"Pemerintah sedang berjalan biasa tidak terganggung oleh situasi krisis yang ada sekarang akibat demonstrasi. Tidak ada yang mengharuskan pemilihan umum dini, "katanya kepada wartawan setelah pertemuan komite eksekutif partai di Istanbul.

"Dunia sedang menghadapi krisis ekonomi dan semuanya berjalan lancar di Turki. Pemilu tidak diadakan karena orang-orang berbaris di jalan-jalan", tambah Celik. Turki tetap stabil dan ekonomi tumbuh, mesikpun diguncang oleh aksi yang dijalankan oleh kelompok sosialis yang sudah kehilangan pamornya. af/hh/'wb.



latestnews

View Full Version