View Full Version
Kamis, 31 Jul 2014

Bolivia Nyatakan Zionis Yahudi sebagai Negara Teroris

BOLIVIA (voa-islam.com) - Bolivia telah menyatakan Zionis Israel "negara teroris" dan mencabut perjanjian pembebasan visa dengan Tel Aviv sebagai protes atas serangan Zionis Yahudi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang terkepung.

Langkah itu "berarti, dengan kata lain, kita menyatakan (Zionis Israel) sebagai negara teroris," kata Presiden Evo Morales selama pembicaraan dengan sekelompok pendidik di kota Cochabamba, Rabu (30/7/2014).

Morales menambahkan bahwa serangan Zionis Yahudi menunjukkan "bahwa Israel bukanlah penjamin dari prinsip-prinsip menghormati kehidupan dan ajaran hak-hak dasar yang mengatur hidup berdampingan secara damai dan harmonis komunitas internasional kami."

Ditandatangani pada tahun 1972, perjanjian pembebasan visa telah memungkinkan warga Zionis Yahudi untuk melakukan perjalanan secara bebas ke Bolivia tanpa visa.

Awal bulan ini, Presiden Bolivia meminta Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk menuntut Zionis Israel untuk "kejahatan terhadap kemanusiaan."

Tindakan itu dilakukan ketika serangan udara baru Zionis di sebuah pasar yang ramai di dekat Kota Gaza yang menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai puluhan lainnya pada hari sebelumnya.

Hingga kini lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh serangan biadab Zionis Yahudi terhadap wilayah pesisir itu sejak 8 Juli lalu.

Bolivia sendiri merupakan salah satu dari beberapa negara yang mengakui kemerdekaan Palestina dan pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Zionis Yahudi pada tahun 2009 selama Operasi Cast Lead di Gaza dan mengkritik keras kebijakan negara Zionis tersebut. (st/ptv)


latestnews

View Full Version