View Full Version
Selasa, 16 Jun 2015

Perdana Menteri Israel Golda Meir Ditampilkan Dalam Pameran Foto di Cairo

CAIRO (voa-islam.com) - Museum Mesir memicu kekacauan  setelah menampilkan foto mantan Perdana Menteri Israel Golda Meir dalam sebuah pameran tentang perempuan-perempuan yang menjadi terkemuka.

Golda Meir - yang menjadi perdana menteri selama perang Timur Tengah antara Mesir dan Israel pada tahun 1973 - telah ditampilkan sebagai bagian dari pameran yang diselenggarakan oleh "Desa Firaun" di Giza. "Desa Firaun" menempatkan Golda Meir antara perempuan penting dan berpengaruh. Ini adalah skandal, tegas penulis terkemuka Farida Choubachy melelui tweeternya.

Golda Meir ditampilkan diantara tokoh perempuan  terkemuka seperti Ratu Hatshepsut, Ratu Cleopatra, feminis Mesir Huda Sharawi dan mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

Pameran ini juga termasuk foto dari mantan First Lady Suzanne Mubarak, istri mantan Presiden Hosni Mubarak, yang digulingkan dalam pemberontakan rakyat tahun 2011.

Ahli militer Adel Suleiman menyalahkan langkah untuk menampilkan Meir foto Meir yang menunjukan  "kurangnya kesadaran". Foto Golda Meir ditampilkan di Kairo, tidak Tel Aviv. Ini adalah contoh dari kesadaran bangsa yang hanyut, tambah  tweeternya.

Dalam upaya  menenangkan kekacauan, Magdi al-Zayat Direktur Museum, telah meminta maaf untuk memamerkan foto Meir. "Saya menawarkan permintaan maaf atas kesalahan ini dengan penyelenggara pameran," katanya, menambahkan bahwa foto Meir telah dihapus dari pameran.

Dia berargumen bahwa pameran menampilkan foto-foto 70 tokoh perempuan, yang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Meir - yang terpilih sebagai perdana menteri pada tahun 1969, mengundurkan diri pada tahun 1974, satu tahun setelah konflik militer antara Mesir dan Israel atas Semenanjung Sinai, di mana negara Yahudi memproklamirkan diri menduduki Sinai tahun 1967.

Meskipun penandatanganan perjanjian perdamaian tengara pada tahun 1979, Mesir dan Israel tetap dalam keadaan perang  dingin. Israel, yang menduduki Semenanjung Sinai Mesir selama enam tahun sebelum 1973 Perang Arab-Israel, masih terlihat dalam cahaya yang sangat negatif di antara banyak masyarakat Mesir.

Begitulah tokoh-tokoh pejabat Mesir sedang menncari muka dengan Zionis, dan dengan jelas-jelas menampilkan Golda Meir, yang pernah menjajah dan memerangi Mesir. Sungguh di bawah Al-Sisi yang menjadi kaki tangan Zionis-Israel segalanya bisa terjadi. (fth/aby/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version