View Full Version
Jum'at, 19 Jun 2015

Kafir Komunis Cina Kembali Larang Muslim di Xinjiang Berpuasa Ramadhan

XINJIANG, CINA (voa-islam.com) - Kafir Komunis Cina kembali melarang puasa bagi para guru, siswa dan pegawai negeri sipil di wilayah mayoritas Muslim Xinjiang, sebuah penindasan terhadap agama minoritas Muslim Uighur yang terus berlangsung di wilayah kaya sumber alam itu selama bertahun-tahun.

"Tempat kerja Pelayanan makanan akan beroperasi di jam-jam normal selama Ramadan," Food and Drug Administration di Xinjiang Jinghe County mengatakan dalam pemberitahuan yang diposting di situsnya. 

Umat Muslim diberbagai belahan dunia mulai menjalankan puasa Ramadhan sejak Kamis (18/6/2015) dimana mereka menanahan diri dari makan dan minum serta hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak dari fajar hingga terbenam matahari, tapi Partai Komunis China yang berkuasa, yang secara resmi tidak mengenal Tuhan atau ateis, selama bertahun-tahun telah melarang praktek puasa di wilayah Xinjiang.

"Selama Ramadan tidak melakukan puasa, berjaga atau kegiatan keagamaan lainnya," juga terbaca laporan di situs pemerintah setempat pekan ini memperingatkan para pejabat di Xinjiang Bole County. 

Kelompok-kelompok HAM telah lama mengeluhkan bahwa kebijakan pembatasan Cina telah menyebabkan ketegangan etnis di Xinjiang meningkat, di mana bentrokan antara pasukan pemerintah dan penduduk setempat telah menyebabkan ratusan tewas selama beberapa tahun terakhir.  

"Tujuan Cina di melarang puasa adalah untuk memindahkan secara paksa Uighur jauh dari budaya Muslim mereka selama bulan Ramadhan," kata Dilxat Rexit, juru bicara Kongres Uighur Dunia di pengasingan, menambahkan, "Kebijakan yang melarang ibadah puasa adalah provokasi dan hanya akan menyebabkan ketidakstabilan dan konflik." 

Para pejabat Kafir Cina mengkalim alasan keamanan untuk tindakan keras mereka, mengatakan mereka dihadapkan dengan "ancaman teroris" di wilayah tersebut. 

Tahun ini tindakan keras tampaknya telah ditingkatkan dengan laporan yang mengatakan bahwa pemerintah telah memerintahkan para polisi dan pejabat pengadilan mereka di Awat County untuk "memimpin dalam mengajar para anggota keluarga untuk tidak berpuasa dan tidak berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan terkait Ramadhan." (st/ptv)

,


latestnews

View Full Version