View Full Version
Senin, 23 Sep 2019

Otoritas Mesir Tahan Pengacara HAM Pemenang Penghargaan

KAIRO (voa-islam.com) - Pihak berwenang di Mesir pada hari Ahad kemarin memenjarakan seorang pengacara HAM yang memenangkan penghargaan setelah dia menghadiri penyelidikan peradilan terhadap pengunjuk rasa yang ditangkap selama demonstrasi menentang Presiden Abdel Fattah As-Sisi.

Mahienour el-Massry ditangkap segera setelah dia meninggalkan markas jaksa keamanan negara di ibukota Kairo, di mana dia bertindak sebagai pengacara untuk beberapa orang yang ditahan selama demonstrasi, kata pengacaranya Tarek al-Awadi.

El-Massry, seorang aktivis politik dan pembela hak asasi manusia, telah diadili dan dipenjara dua kali karena ikut ambil bagian dalam aksi protes.

Pada Desember 2013, setelah penggulingan tentara terhadap Presiden Muhammad Mursi menyusul protes massa, dia ditangkap dan dipenjara hingga September 2014 dengan tuduhan ikut serta dalam demonstrasi tanpa izin.

Saat di penjara, el-Massry menerima Ludovic Trarieux Award, hadiah internasional yang diberikan setiap tahun kepada seorang pengacara untuk kontribusi pada hak asasi manusia.

Pada 2015, el-Massry dijatuhi hukuman selama setahun karena ikut serta dalam aksi duduk selama pemerintahan Mursi.

Sebelumnya ratusan orang Mesir turun ke jalan-jalan di Kairo dan beberapa kota lain di seluruh negeri pada hari Jumat lalu untuk menyerukan pemberhentian As-Sisi.

Menurut Pusat Hak Ekonomi dan Sosial Mesir, 365 orang telah ditangkap.

Juga pada hari Ahad, jaksa penuntut Mesir memerintahkan saudara lelaki dari seorang aktivis terkemuka Mesir untuk tetap ditahan selama 15 hari.

Wael Ghonim berada di pengasingan di Amerika Serikat dan memimpin halaman Facebook yang membantu menyalakan pemberontakan pro-demokrasi pada 2011.[aljz/fq/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version