View Full Version
Selasa, 31 Mar 2026

Menyikapi Was-Was Niat “Memutus Ibadah”

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasullillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallah- dan keluarganya.

Was-was dalam niat sering mengganggu banyak orang, terutama ketika mereka sedang berusaha menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Perasaan ragu dan lintasan pikiran yang datang tiba-tiba ini kerap menimbulkan kegelisahan, seolah-olah ibadah yang dilakukan menjadi tidak sah atau batal.

Saat menjalankan puasa wajib, sebagian orang kerap diliputi was-was dalam niat puasanya. Misalnya, muncul lintasan dalam hati seakan-akan ia berniat untuk berbuka. Lalu timbul pertanyaan: bagaimana hukumnya?

Was-was ini tidak hanya terjadi saat puasa, tetapi juga hadir ketika shalat, wudhu, dan mandi besar, seolah-olah ia telah memutus niat ibadahnya. Bahkan terkadang terlintas pula kata-kata buruk dalam pikiran yang mengganggu kekhusyukan.

Menjawab kegelisahan ini, dijelaskan bahwa segala bentuk was-was tersebut tidak berpengaruh terhadap sahnya ibadah. Ibadah yang dilakukan tetap sah dan tidak batal hanya karena lintasan pikiran liar. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengabaikan was-was tersebut, berpaling darinya, serta tidak memberikan perhatian sedikit pun.

[Baca: Cara Menghilangkan Rasa Was-Was]

Seberapa pun kuat bisikan yang datang—seolah-olah seseorang telah memutus niat puasa, berniat berbuka, atau melakukan hal lain yang merusak ibadah—semuanya harus diabaikan dan disingkirkan dari pikiran. Sikap ini juga berlaku dalam seluruh ibadah lainnya, seperti wudhu, mandi, shalat, dan sebagainya.

[Baca: Cara Mengatasi Waswas saat Buang Air Kecil]

Pada hakikatnya, tidak ada cara yang lebih efektif untuk mengobati was-was selain dengan mengabaikannya dan tidak mempedulikannya. Prinsip ini telah dijelaskan dalam banyak fatwa para ulama. Dengan bersikap demikian, seseorang akan terbebas dari gangguan was-was dan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan yakin. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version