

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وجِيءَ يَومَئِذٍ بِجَهَنَّم
“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam.” (QS. Al-Fajr: 23)
Jahanam adalah neraka yang sangat besar yang telah Allah siapkan sebagai hukuman dan azab bagi musuh-musuh-Nya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
يُؤْتَىٰ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ، مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا
"Jahanam akan didatangkan pada hari itu dengan memiliki 70.000 tali kendali. Pada setiap tali kendalinya terdapat 70.000 malaikat yang menyeretnya."
Bayangkanlah betapa dahsyatnya neraka ini. Pada hari itu, manusia teringat akan kelalaiannya terhadap Allah dan seluruh amal perbuatannya di dunia. Ia akan teringat kemaksiatan yang pernah ia lakukan; betapa banyak dosa yang ia perbuat saat sendirian ketika pintu-pintu telah tertutup rapat.
Ia akan mengingat dosa matanya—berapa banyak hal haram yang telah ia pandang. Ia akan mengingat dosa telinganya—berapa banyak hal haram yang telah ia dengar. Begitu pula manusia akan mengingat setiap huruf yang ditulis oleh tangannya, karena pada hari itu ia akan dihisab; setiap huruf tulisanmu akan kau ingat kembali.
Demikian juga setiap harta haram yang kau konsumsi, kau akan mengingatnya di hari itu karena ia akan menjadi malapetaka bagimu. Setiap langkah kaki yang kau ayunkan menuju kemaksiatan pun akan kau ingat.
Apakah Ingatan Itu Berguna?
Namun pertanyaannya: Apakah ingatan akan amal-amal tersebut akan bermanfaat bagimu? Demi Allah, tidak. Itu hanyalah penyesalan dan kesedihan yang mendalam atas segala jenis dosa yang telah dilakukan di dunia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وأَنّى لَهُ الذِّكرى
“Dan bagaimana kesadaran itu (guna) baginya?”
Maksudnya, apa gunanya ingatan dan kesadaran itu di hari tersebut? Padahal waktu untuk beramal telah habis, dan yang tersisa hanyalah waktu balasan serta perhitungan (hisab).
Penutup
Wahai orang yang berakal, perbaikilah dirimu dengan taubat yang tulus dari segala dosa, agar engkau tidak (hanya bisa) menyesali dosa-dosa tersebut di hari pertemuanmu dengan Tuhanmu kelak. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]