

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.
Salah satu penyakit hati yang sering tidak disadari adalah mudah menghakimi niat orang lain. Kita melihat seseorang menangis ketika berdoa, lalu berkata dalam hati, "Pasti ingin dipuji." Kita melihat seseorang rajin bersedekah, lalu menuduhnya mencari popularitas. Padahal, niat adalah urusan hati yang hanya diketahui oleh Allah.
Makḥūl rahimahullah berkata:
رَأَيْتُ رَجُلًا يَبْكِي فِي صَلَاتِهِ، فَاتَّهَمْتُهُ بِالرِّيَاءِ، فَحُرِمْتُ الْبُكَاءَ سَنَةً
"Aku pernah melihat seorang laki-laki menangis dalam shalatnya. Lalu aku menuduhnya berbuat riya'. Akibatnya, aku dihukum (oleh Allah) dengan tidak dapat menangis selama satu tahun."
Ucapan Makḥūl rahimahullah memberikan pelajaran yang sangat dalam. Ketika beliau menuduh seorang yang menangis dalam shalat sebagai orang yang riya', Allah menghukumnya dengan dicabut kelembutan hati. Selama setahun beliau tidak dapat menangis. Ini menunjukkan bahwa buruk sangka kepada orang shaleh bisa menjadi sebab seseorang kehilangan kenikmatan ibadah.
Ironisnya, orang yang menuduh riya' sering kali merasa dirinya lebih ikhlas daripada orang yang dituduh. Padahal, kesibukan mengorek niat orang lain justru dapat menumbuhkan penyakit ujub dan kesombongan dalam dirinya.
Para ulama menjelaskan bahwa hukum asal seorang muslim adalah membawa perbuatannya kepada prasangka baik selama tidak ada bukti yang nyata. Jika seseorang beribadah dengan khusyuk, menangis, atau bersedekah di hadapan orang lain, kita tidak berhak memastikan bahwa ia riya'. Bisa jadi ia memang sedang tersentuh oleh ayat-ayat Allah, atau ia ingin memberi teladan kepada orang lain.
Sebaliknya, seorang mukmin hendaknya lebih sibuk memperbaiki niatnya sendiri daripada meneliti niat orang lain. Sebab, di hari kiamat nanti kita tidak akan ditanya tentang keikhlasan orang lain, tetapi tentang keikhlasan diri kita sendiri.
Pelajaran yang dapat diambil
Penutup
Betapa banyak amal yang tampak kecil namun diterima Allah karena keikhlasan, dan betapa banyak amal yang tampak besar tetapi tertolak karena niat yang rusak. Karena itu, jagalah lisan dan hati dari menuduh niat orang lain. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
## Infak Dakwah Media www.voa-islam.com melalui Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.6141 a/n: Badrul Tamam, konfirmasi (087781227881)